Sekretaris Pribadi Mr. Arogan

Sekretaris Pribadi Mr. Arogan
Ep.36 Tak Ingin Melakukannya Denganmu


__ADS_3

Kini Zevana terus merutuki dirinya di dalam hati karena sudah mengatakan omong kosong semacam itu, ia benar-benar hilang akal karena takut jika Maxime benar akan menidurinya namun sekarang ia merasa sangat bodoh karena kata-kata yang keluar dari mulutnya tadi adalah menawarkan sebuah kesepakatan.


Maxime menjauhkan tubuhnya dan kembali bersandar di tempat tidurnya “Katakan, kesepakatan apa yang akan kuterima” ucapnya.


“B-biarkan aku kali ini maka aku janji akan melakukan apapun ke depannya”


Ia tahu membantu seorang Maxime Abiezer bukanlah hal yang mudah bahkan ia tak pernah berpikir untuk melakukan sesuatu untuknya apalagi membantu pria itu dengan suatu urusannya tapi karena kecerobohannya di sinilah ia berakhir.


“Oke baiklah, aku tidak akan menuntutmu atas taruhan itu” ucap Maxime dan sukses membuat Zevana terbelalak.


“What Is That? Semudah ini???” batin Zevana.


“Apa kau yakin benar-benar akan membantuku?” tanya Maxime kembali memastikannya.


Dengan bersemangat Zevana menjawab “Ya! Tentu saja, aku akan membantumu tanpa mengeluh sedikit pun”


Maxime mengangguk-anggukkan kepalanya paham “Baiklah kalau begitu kau boleh tidur” ucapnya.


Zevana yang mendengar itu tampak begitu gembira dan dengan cepat ia kembali membalikkan tubuhnya, mengatur selimutnya untuk segera tidur. Namun saat beberapa menit sesudahnya bola matanya kembali terbuka lebar saat mendengar bisikan dari iblis nyata di sampingnya itu.


“Aku butuh bantuanmu sekarang” bisik Maxime tepat di telinga Zevana bahkan di akhir dengan sengaja ia meniupnya.

__ADS_1


Bagian mana yang sebenarnya salah di sini? Bukankah tadi ia mengatakan akan membiarkannya tidur, lalu apa ini?? Hah, entah kenapa rasanya seperti ia tengah di mainkan oleh Maxime, di antara semua itu yang lebih bikin kesal adalah fakta bahwa ia bahkan tak bisa mengeluh sedikit pun sesuai perkataannya terakhir kali. Terkutuk mulut cantikmu, Zee!


“Apa aku boleh menggunakan bantuanku saat ini?” tanyanya.


Zevana menganggukkan kepalanya “Ya, tentu kau boleh” ucapnya


“Aku butuh seseorang untuk melampiaskan nafsuku tapi karena di sini tidak ada siapapun kecuali kau dan kau juga bersedia membantuku jadi...” ucap Maxime sengaja memberi jeda di ucapannya


“Kau harus membantuku tanpa membantah sedikit pun” ucapnya lagi sembari mengingatkan ucapan Zevana yang terakhir kali “Jadi bercintalah denganku, aku perlu bantuanmu untuk melampiaskan nafsuku”


Maxime masih duduk bersandar di sana dengan tangan yang disilangkannya di depan dadanya sedangkan Zevana hanya menatapnya dengan mata yang membelalak dan mulut yang terbuka lebar. Ia tahu jika Maxime adalah pria licik tapi ia sama sekali tidak memikirkan bahwa pria itu akan meminta bantuan untuk itu kepadanya bahkan ia sempat berpikir bahwa Maxime hanya akan memperbudaknya dengan menyuruh-nyuruhnya dengan hal-hal kecil.


Dan yang benar saja pria licik seperti Max tidak mungkin melepaskannya dengan mudah dan kesalahan terbesarnya adalah seharusnya ia tak membuat kesepakatan bodoh itu yang akhirnya menjebak dirinya sendiri dan seharusnya ia lebih tahu lagi tentang betapa liciknya Maxime.


Merasa di sindir Zevana dengan cepat menutup mulutnya “Hah, apa yang salah denganmu?! Aku benar-benar tidak ingin tidur denganmu” ucapnya frustasi.


“Aku juga tidak ingin tidur denganmu bahkan tubuhmu tidak begitu menarik untukku tapi aku harus memuaskannya dan hanya kau yang bisa melakukannya saat ini”


Ia benar-benar bosan dan tak ingin berdebat lebih panjang tentang masalah ini lagi karena pada akhirnya ia tak akan menang namun ia benar-benar tidak ingin berhubungan badan dengannya karena itu adalah yang paling terburuk.


Zevana menarik tangan kiri Maxime dan menggerak-gerakkannya “Ini! Kau bisa melakukannya dengan tanganmu, aku benar-benar tak ingin”

__ADS_1


“Aku tidak melakukan itu” ucap Maxime mulai geram, terlalu banyak percakapan di sini “Bukankah kau bilang akan membantuku tanpa membantah sedikit pun tapi apa ini?” kesalnya.


“Bagaimana lain kali saja, aku benar-benar tidak bisa. Bukankah hal yang wajar memberi waktu untuk seorang perempuan?”


“Tidak. Mari lakukan sekarang”


“M-max!” teriaknya dengan cepat “B-bagaimana dengan kesepakatan lainnya” tawarnya lagi.


“Aku tidak butuh itu, aku hanya butuh kau untuk membantuku melampiaskan nafsuku”


“C-cium! A-aku akan melakukannya tapi hanya sebatas itu” ucap Zevana dengan wajahnya tiba-tiba bersemu merah.


“Ciuman?”


Maxime menyipitkan matanya dan menatap Zevana yang sedang panik saat ini “Baik, aku setuju dengan itu. Tapi ingat jangan membantah, mengatakan apapun atau aku akan segera memaksamu untuk berhubungan”


Sedap-sedap ngeri mendengarnya Zevana hanya bisa mengangguk menerima kebodohannya itu, semua ini terjadi karena mulut terkutuknya sendirinya.


Setelah beberapa detik dengan keheningan Maxime kembali bergerak dan berada di atas Zevana namun pergerakannya kembali terhenti karena yang di bawahnya kembali bersuara.


“T-tunggu! K-kita harus buat batasan” ucap Zevana dengan cepat, ia tak ingin sampai kelewat batas dan akan berakhir dengan tidur bersama.

__ADS_1


“K-kau boleh melakukannya di mana saja tapi jangan menyentuh intiku” ucap Zevana dengan wajahnya memerah karena malu, ia tak pernah berbicara se-vulgar ini dengan seorang pria.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2