
Hari-hari telah berlalu dalam sekejap mata kini Zevana dan Maxime akan kembali melakukan aktivitasnya seperti biasa. Zevana menggeliat di atas tempat tidurnya dan bangun tak mengulur waktu lebih banyak lagi ia pun langsung bangkit dari kasurnya menuju kamar mandi membersihkan tubuhnya kemudian bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.
Sejak tiga hari terakhir Zevana kembali bekerja bersama Emma, namun hari ini ia akan kembali bekerja sendiri. Emma hanya datang bekerja untuk mengajarinya beberapa hal yang sebelumnya tidak sempat ia ajarkan.
Zevana sangat bingung dengan posisinya saat ini, ia tak yakin untuk menyebutnya sebagai sekretaris resmi di perusahaan Maxmillions karena di kontraknya disebutkan bahwa ia hanya akan menjadi sekretaris dalam kurun waktu yang tidak di tentukan. Dan tiga hari yang lalu secara mengejutkan Emma kembali masuk dan mengajarkannya beberapa hal, ia bahkan sedikit bingung Emma sudah resmi keluar atau hanya sekedar cuti saja.
Ia sangat berharap masih berada di perusahaan itu meskipun Emma hanya sekedar cuti saja karena ia sangat menyukai dan menyenangi pekerjaannya sekarang ini meskipun ada Maxime yang harus ia lihat setiap harinya karena bagaimana pun juga mulai detik ini mau tidak mau ia akan terus melihat pria itu baik di kantor maupun di rumah.
Omong-omong satu hal yang harus kalian ketahui tentang Maxime, sebenarnya ini tak terlalu penting bagiku tapi kurasa kalian harus mengetahuinya.
Setiap paginya mereka akan berangkat bekerja bersama dan melakukan aktivitas mereka masing-masing dengan Maxime di ruangannya dan Zevana di mejanya, mereka selalu sarapan, makan siang dan makan malam bersama. Dan kemudian setelah jam delapan Maxime akan menghilang dari rumah melakukan hal-hal kesenangannya dan di larut malam akan pulang kadang dengan keadaan mabuk dan kadang tidak namun bagaimanapun kondisi tubuhnya ia selalu pulang bersama wanita yang berbeda.
Zevana? Wanita itu awalnya hanya bisa menggeleng kepala tak percaya namun semakin hari semakin ke sini ia pun menjadi terbiasa dan menanggapi santai hal itu karena itu sama sekali bukan urusannya. Di saat seperti itu biasanya ia hanya melakukan hal seperti camilan malam, menonton televisi atau tidak membaca buku-buku milik Maxime yang menarik menurutnya.
Bajingan? Ya sangat, pria itu memang bajingan meskipun mereka akan menikah tapi mereka saling tidak mempermasalahkan hal itu karena itu privasi bagi mereka masing-masing.
Dan yang paling terpenting dari itu semua Maxime selalu menjaga kata-kata dan suaranya dengan perempuan itu setidaknya mereka tak mengganggu Zevana dengan suara-suara menggelikan itu.
“Kita sudah sampai” ucap Maxime membuyarkan lamunan Zevana sembari melepas sabuk pengamannya.
__ADS_1
Zevana pun melepas sabuk pengamannya kemudian berjalan di belakang Maxime entah kenapa rasanya ia sangat malu jika berjalan di samping pria itu. Tentang desas-desus pernikahan mereka? Tentu saja seluruh karyawan perusahaan itu tahu.
Bahkan saat mereka memasuki gedung megah itu beberapa orang yang berjalan berhenti dan menundukkan kepalanya ke arah mereka, Zevana sangat tidak suka dengan situasi ini karena ini sangat memalukan untuknya. Mereka masuk ke lift pribadi yang awalnya hanya bisa di akses oleh Maxime kini sudah bisa di akses oleh Zevana yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu.
Ting!
Pintu lift pun terbuka tanpa banyak bicara keduanya pun berjalan menuju tempat kerja mereka masing-masing. Zevana meletakkan tasnya di bawah meja kerjanya dan sedikit merapikan mejanya sebelum akhirnya ia bangkit berjalan menuju pantry membuatkan morning kopi untuk atasannya itu.
Di lantai atas hanya ada ruangan Maxime, meja kerja Zevana, ruang konferensi dan pantry meskipun lantai atas ini sangat luas tapi hanya ada sedikit ruangan karena hampir tujuh puluh persen lantai tersebut digunakan untuk ruangan Maxime.
Setelah selesai dengan kopinya ia mampir sebentar ke mejanya mengambil buku agendanya dengan pulpen di antara lembar-lembar buku tersebut. Zevana mengetuk pintu ruangan Maxime dan menunggu beberapa saat sampai akhirnya terdengar suara dari dalam.
Setelahnya Zevana berdiri di samping atasannya itu kembali menunggu hingga pria itu bersuara “Kau akan melakukan pekerjaanmu sepeti biasa dan bawakan aku laporan keuangan sejak tiga tahun terakhir” perintahnya.
“Baik pak” ucap Zevana menyimak perintah atasannya itu dan beberapa detik berselang Maxime kembali bersuara “Ah aku ingin kau mereservasi restoran siang ini karena aku akan mengadakan pertemuan dengan Pak Glenn sekaligus makan siang bersama” ucapnya lagi.
Baru saja Zevana hendak membuka mulutnya bersuara namun terhenti saat pria itu kembali bersuara “Pastikan kau mereservasinya untuk empat orang” ingatkannya lagi.
“Baik pak, ada lagi pak?” tanya Zevana
__ADS_1
Maxime menggelengkan kepalanya dan Zevana pun pamit undur diri dari hadapan pria itu, lima langkah menjelang ia mendekati pintu langkahnya terhenti ketika Maxime kembali berbicara dengannya.
“Untuk pernikahan kita aku ingin kau mengatur semuanya di hari itu”
Zevana membalikkan tubuhnya menatap tajam pria itu yang masih fokus pada komputernya “Apa dia gila? Apa dia pikir bisa menyiapkan semua di hari sabtu?” batin Zevana.
“Tapi bukankah akan terlambat jika merencanakan semuanya di hari sabtu? Maksudku, ada banyak hal yang harus kita persiapkan. Cari tempat, katering, dekorasi bahkan kirim undangan aku pikir itu tidak mungkin”
Maxime melirik ke arah Zevana singkat kemudian kembali beralih pada komputernya “Cukup lakukan apa yang kukatakan lalu belajarlah untuk berhenti membantah semua perkataanku” ucapnya dengan nada dingin.
Suara dingin dan wajah tanpa ekspresinya itu membuat Zevana merinding, ia pun hanya bisa mengangguk tanpa membantah sedikit pun perkataan mutlak pria itu karena itu tidak ada guna baginya, jika ia tetap keras kepala yang ada ia malah akan makin di marahi.
“Saya akan mengirim daftar undangan dan Anda bisa menambahkan siapa pun yang Anda inginkan hadir, saya permisi” ucap Zevana mengakhiri pembicaraan mereka.
Ia segera keluar dari ruangan itu dan kembali ke mejanya. Ia mengambil posisi nyaman di kursinya kemudian menghidupkan komputernya karena ada banyak hal yang harus ia lakukan saat ini. Arggh menyebalkan!
“ZEVANA!!!”
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1