
Setelah memberikan bukti dan kesaksian serta mengisi data kurang lebih lima belas menit Zack sudah di perbolehkan pulang dan bajingan itu dipastikan akan di kurung di balik jeruji besi. Dan sesampainya di rumah ia berjalan masuk namun tak menemukan siapa pun diruang tamu. Ketika ia berjalan masuk kini semua orang tengah berkumpul di ruang keluarga menunggu kehadirannya dan tentunya ingin menanyakan hal yang sebenarnya terjadi lebih jelas.
“Nak, apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya ibunya yang masih saja menangis “Kenapa hal seperti itu bisa terjadi padanya?” tanyanya lagi.
Ia menghela nafasnya kasar dan mulai menceritakan semua yang terjadi dari sudut pandangnya. Semua orang frustasi karena mereka juga merasa bersalah karena meninggalkan Zevana sendiri begitu juga dengan Zack yang merasa bersalah karena tidak menjaga Zevana dengan baik.
“Aku selalu gagal menjaganya, sekali lagi aku kembali membuatnya menerima perlakuan seperti ini” ucap Zack melantur namun menarik perhatian yang lainnya.
“Apa maksudmu ‘sekali lagi’ nak? Apa sebelumnya pernah terjadi sesuatu juga pada putriku?” tanya ayahnya khawatir.
Zack menatap ayahnya penuh arti, ia tak pernah memberitahu siapa pun tentang ini meskipun ia tidak pernah berjanji kepada Zee untuk merahasiakan ini. Tapi ia takut bagaimana jika Zee tidak pernah mengatakannya karna tidak ingin orang lain mengetahuinya tapi bagaimana pun ayah dan ibu perlu tahu ini dan cepat atau lambat semuanya juga akan terbongkar, ia menghela nafasnya kasar dan memutuskan untuk menceritakan saja.
“Itu benar Zack, kau terus berbicara seolah hal seperti ini terjadi lagi dan ini bukan yang pertama kalinya” ucap Max yang turun dari tangga menghampiri mereka semua.
Zack menoleh ke arah pemilik suara itu namun Max berjalan tanpa Zevana di sampingnya “Dia sedang tidur” ucap Max seolah membaca pikirannya dan ia hanya mengangguk mengerti.
Tunggu! Bahkan Maxime pria yang akan menikah dengan Zevana tidak mengetahui hal itu. Ia tidak bisa menyalahkan atau kesal kepada Max mungkin saja Zevana tidak ingin calon suaminya mengetahui hal buruk tentangnya.
“Nak katakanlah, kami juga perlu tau tentang adikmu” ucap ibunya lirih dan tersedu-sedu akibat air mata yang tak hentinya mengalir.
__ADS_1
Zack tetap menutup mulutnya, niatnya yang ingin memberitahukan hal ini tadi perlahan lenyap terlebih saat tahu bahwa Zevana bahkan tak memberitahu Max tentang hal ini.
“ZACK KAMI ORANG TUANYA! APA KAU HARUS MERAHASIAKAN ITU PADA KAMI?!” bentak ayahnya dan membuatnya tersentak kaget.
“Saat dia berumur 17 tahun di musim gugur aku libur kuliahku dan saat itu aku membawa temanku untuk bermain di rumah, pria itu adalah Steven D’ Alexander” ucap Zack membuat Max semakin penasaran dengan cerita tersebut saat mendengar nama Steven disebut.
“Apa itu putra tunggal Tuan Dazzel?” tanya Miller dan di angguki oleh Zack.
“Waktu itu kami bermain bola basket di lapangan depan untuk mengisi waktu luang dan saat itu dia bilang ingin minum jadi dia pergi ke dapur tapi setelah beberapa saat dia tidak datang, aku pergi mencarinya karena kupikir ia tidak tahu letak air minum. Tapi ketika aku menemukannya di sana aku juga melihat Zevana berada di bawahnya dan dia memaksakan dirinya pada Zevana”
“Aku sangat marah saat melihat itu dan air mata yang terus mengalir sampai tersedu-sedu, waktu itu aku memukulinya sampai babak belur bahkan saat itu dia di rawat di rumah sakit dan harus menggunakan gips di bagian kakinya”
“Butuh waktu satu bulan penuh untuknya kembali ceria dan melupakan hal itu perlahan bahkan mimpi buruknya itu pun tak pernah muncul lagi. Aku sangat senang melihatnya mandiri seperti saat ini tapi setelah kejadian ini aku tidak tau bagaimana jadinya nanti nasibnya” ucapnya lalu menghela nafasnya kasar.
“Ternyata itu sebabnya putriku menjadi semakin tertutup” ucap ayahnya lirih.
Sebelum kejadian itu Zevana setiap harinya selalu menceritakan tentangnya pada ayahnya bahkan hal kecil sekali pun dan ia paling suka ikut ayahnya pergi ke kantor atau bahkan saat ada tamu-tamu penting ayahnya, ia akan selalu ada duduk di samping ayahnya. Selain itu ia juga selalu ikut pesta maupun itu bersama ayahnya, ibu atau Zack ia selali bersikeras untuk ikut.
Namun semua berubah saat ia berusia pertengahan 18 tahun, saat itu kedua orang tuanya menganggap bahwa perubahan yang terjadi pada anaknya itu hanya karena masa puber dan mereka sama sekali tidak mengetahui bahwa ada masalah besar di balik perubahan putri mereka itu.
__ADS_1
Zevana bahkan tidak menghadiri pesta-pesta yang bahkan diadakan teman sekelasnya sendiri karena meskipun hanya sedikit, ia tetap takut jika hal seperti itu kembali terjadi terlebih saat ia sendiri tanpa keluarga di sampingnya. Ia bahkan sangat jarang keluar rumah, hanya pergi ke sekolah lalu pulang dan saat menginginkan sesuatu ia selalu meminta pada ibunya atau memesan delivery.
“Kenapa kau tidak memberitahu kami lebih awal, nak?” tanya ayahnya lirih sembari menenangkan istrinya yang terus saja menangis.
“Dia melarangku karena dia tak ingin membuat kalian khawatir dan itu sangat memalukan untuk diceritakan pada orang lain”
Setelah mendengar ucapan Zack tersebut ibunya semakin menangis dengan kencang dan menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada Zevana.
Zack tak berani menatap kedua orang tuanya itu, jika ingin mencari orang yang salah maka dialah yang paling bersalah atas apa yang terjadi pada adiknya itu.
“Tidak ma, pa. Kalian orang tua yang sangat hebat. Ini semua salahku, andai saja saat itu aku tidak membawa Steven pulang ke rumah dan seandainya hari ini aku turun lebih cepat maka dia tidak perlu mengalami hal seperti ini” ucap Zack menyalahkan dirinya atas semua yang terjadi.
Ibunya menggelengkan kepalanya lalu menggenggam tangan putranya itu “Tidak nak, ini bukan salahmu. Percayalah padaku bahkan Zevana tidak akan menyalahkanmu atas semuanya” ucapnya.
“Aku tau dia tak menyalahkanku tapi aku tau ini semua terjadi karena kesalahanku” ucapnya lirih.
“Sepertinya aku harus kembali ke kamar” ucap Max meninggalkan semua orang di sana.
Tidak ada satu pun yang mengerti bagaimana perasaannya saat mendengar seluruh cerita itu namun mereka tidak memprotes hal itu karena mereka tahu bahwa Max selalu begitu.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...