
Tidur singkat itu menjadi tidur sore yang nyenyak dan sangat nyaman bagi Zevana begitu juga dengan Max yang ikut terlelap di samping wanitanya itu. Suasana canggung memenuhi apartemen mewah itu ketika keduanya terbangun dan berada dalam posisi yang saling berpelukan, Zevana bahkan mendorong tubuh Max karena kaget dan membuat pria itu bangun.
Kini Zevana berada di dalam kamar mandinya merutuki dirinya yang tanpa sadar tertidur dalam pelukan Max bahkan menurut cerita pria itu ia bahkan tak membiarkan pria itu menjauh darinya. Dengan menghela nafas frustasi Zevana melanjutkan kegiatan membersihkan tubuhnya lalu setelah selesai ia keluar berjalan menuju lemarinya dan berganti pakaian, ia tidak berganti pakaian di kamar mandi karena kini ia berada di kamarnya bahkan ia sudah mengunci pintu kamarnya.
Karena sekarang sudah lewat waktu makan malam perut Zevana pun merasa kelaparan bahkan sesekali berbunyi, ia pun berniat untuk membuat hidangan makan malam yang sederhana. Namun saat pintu kamarnya terbuka matanya tak sengaja menangkap sosok pria berbaju kaos putih dan celana jogger pendek serta rambutnya yang terlihat masih basah tengah duduk di sofa ruang TV.
Ia berjalan mendekati pria itu “Aku akan buat makan malam, kau ingin makan sesuatu?” Tanya Zevana.
Max mengalihkan pandangannya yang sedari tadi terfokus pada ponselnya dan menatap gadis yang berdiri tak jauh darinya “Terserah kau saja, aku akan makan apa pun yang kau inginkan” ucapnya.
Ia kembali melirik jam di ponselnya “Kau akan masak sekarang? Tidak ingin memesannya saja?” tanya Max saat melihat jam yang sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam.
Zevana mendudukkan tubuhnya di samping Max “Haruskah kita pesan saja?” tanyanya memastikan dan pria itu menganggukkan kepalanya.
Max membuka aplikasi pesan antar makanan “Kau ingin makan apa?” tanyanya.
“Um... Aku ingin” Zevana terlihat memikirkannya sangat keras lalu menghela nafasnya “Huh, aku tidak tahu” ucapnya lalu cemberut.
Max memandang Zevana penuh arti lalu meletakkan ponselnya “Ingin makan di luar saja?” ajaknya.
Wanita itu mengangguk-anggukkan kepalanya sembari tersenyum menampakkan deretan gigi putihnya, sepertinya ia butuh hiburan dan mencari angin segar.
“Ya sudah, ingin pergi seperti itu atau berganti pakaian dulu?” tanyanya lagi.
Zevana melihat penampilannya yang mengenakan celana kulot putih dipadukan dengan baju kaos berwarna hijau “Sebentar, aku akan ambil kardigan” ucapnya lalu bangkit dari duduknya dan segera berlari menuju kamarnya.
Mereka memutuskan untuk makan di sebuah restoran bintang lima yang tak jauh dari apartemen Max karena di sana adalah kawasan bangunan-bangunan mewah. Sebenarnya Zevana sempat menolak untuk datang ke restoran itu mengingat penampilannya yang seperti gembel dan bisa-bisa Max malu karena membawanya ke restoran mewah itu, ia jamin ia satu-satunya wanita yang mengenakan pakaian seperti ini.
Tapi pria itu tak mendengarkannya dengan berdalih bahwa ia tidak bisa makan di pinggiran “Ayo turun” ajak Max saat mereka sudah sampai.
__ADS_1
Keduanya pun turun, Max memberikan kunci mobilnya pada petugas parkir di sana dan berjalan masuk dengan Zevana yang berada di sampingnya. Sesekali ia melirik ke arah wanitanya yang terlihat tidak percaya diri karena penampilannya dan benar saja wanita itu jadi pusat perhatian karena penampilannya yang sederhana, Max tidak memperdulikan sekitarnya ia juga mengenakan pakaian yang sangat-sangat sederhana namun tidak dengan harganya.
Max meraih tangan Zevana dan menggenggamnya berjalan mengikuti pelayan restoran tersebut menuju meja mereka, ia menarikan kursi untuk wanitanya itu dan mempersilahkannya duduk.
Zevana terlihat tak nyaman di kursinya “Tidak apa, aku juga mengenakan pakaian santai sama sepertimu” ucap Max.
“Lihatlah perbedaan harganya, siapa pun bisa tau meski hanya melihatnya sekilas” ucap Zee memutar bola matanya malas.
Max hanya menatap wanita di hadapannya itu lalu beralih pada papan menunya “Kau mau pesan apa?” tanyanya.
Zevana membolak-balikkan menunya, ia hanya melihat sekilas seperti orang yang tak tertarik dengan apa yang ada di hadapannya itu “Um... Sama kan saja” ujarnya.
Ia meraih ponselnya yang bergetar di dalam saku celananya itu dan saat ia membuka ponselnya, ia mendapat sebuah pesan baru dari Zack dan beberapa panggilan tak terjawab dari ayah-ibunya, Zack bahkan Ibu mertuanya serta Sylva dan Miller. Sejak kembali ke rumah tadi ia tak membuka ponselnya dan kini karena ingin pergi keluar ia memutuskan untuk membawa ponselnya namun ia juga tak mengeceknya hingga mendapatkan pesan dari Zack.
[Zacky🤍] - Apa kau sudah sampai?
[Zacky🤍] – Semuanya baik-baik saja kan?
[Zacky🤍] – Kenapa tak membalas pesanku? Jika kau melihat pesan ini segera hubungi aku.
[Zacky🤍] – Zee, semuanya baik-baik saja bukan?
Masih banyak lagi pesan yang ia terima dari ayah-ibunya, ibu mertua serta Sylva dan Miller dan mereka semua memintanya untuk menghubungi mereka kembali saat ia membaca pesan itu, ia menghela nafas bagaimana pun ia tak bisa menghindari mereka terus-terusan.
Ia pun memutuskan untuk menghubungi mereka satu per satu sembari menunggu hidangan mereka datang, ia menghubungi Zack terlebih dahulu karena sepertinya pria itu sangat-sangat mengkhawatirkan keadaannya sampai nge-spam seperti itu.
“Halo, Zack” sapanya saat panggilan itu terhubung. Max yang mendengar itu melirik ke arah Zevana sebentar lalu kembali bermain dengan ponselnya.
...-Zacky🤍 In Call-
__ADS_1
...
“Kenapa baru menghubungiku? Semuanya baik-baik saja kan?” tanya Zack.
“Ya, tentu. Max menjagaku dengan baik” jawab Zee.
“Syukurlah, apa yang sedang kau lakukan sekarang?” tanya Zack lagi.
“Um... Aku sedang di luar bersama Max untuk makan malam” ucapnya.
“Oh benarkah? Kalau begitu selamat menikmati makan malammu. Aku akan mematikannya sekarang” ucap Zack namun di hentikan oleh Zee.
“Sekarang? Kenapa buru-buru sekali?” tanya Zee
“Tidak apa, aku sudah memastikan bahwa kau baik-baik saja jadi tidak apa. Lanjutkan saja makan malammu dan jangan lupa hubungi ayah-ibu dan yang lainnya, mereka sangat mengkhawatirkanmu” ucap Zack panjang lebar.
“Baiklah, aku akan menghubungi mereka setelah ini” ucapnya.
“Hem, akan kuakhiri sekarang” ucap Zack.
Di detik-detik sebelum Zack mematikan panggilan tersebut Zevana dengan cepat berkata “Thank you, Zacky” lirihnya.
...-Zacky🤍 End Call-
...
Setelah itu Zevana benar-benar menghubungi yang lainnya, ia mengabari mereka bahwa ia baik-baik saja dan juga meminta maaf pada mereka semua karena sudah pulang lebih awal tanpa memberi kabar sebelumnya. Mereka semua tidak mempersalahkan hal itu dan berharap bahwa ia akan selalu baik-baik saja bahkan memintanya untuk bersandar pada mereka semua karena mereka akan selalu ada untuknya.
Ia sangat senang karena mendapat banyak cinta dan kasih sayang dari keluarganya dan juga keluarga Max, ia sangat-sangat berterima kasih untuk itu.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...