Sekretaris Pribadi Mr. Arogan

Sekretaris Pribadi Mr. Arogan
Ep.42 Insiden Petugas Kebersihan


__ADS_3

Pagi yang damai menyapa, di tempat tidur yang besar terlihat seorang wanita yang terus berbolak-balik di kasurnya. Ia mengerang saat bangun meski belum sepenuhnya bangun ia terlihat merenggangkan tubuhnya, ia tidur sangat nyenyak hari ini.


Dengan malas Zevana membuka matanya setelah nyawanya terkumpul barulah ia melihat ke sekeliling namun ia tak menemukan Max di sana, ia menghela nafas lega bersyukur karena pagi ini ia tidak harus melihat wajah jelek bajingan itu. Ah sebenarnya wajah itu tidak jelek hanya saja wajah itu salah memilih pemilik terlebih saat ia mulai membuka mulutnya pria itu benar-benar menghancurkan segalanya dan menyia-nyiakan wajah tampannya itu.


Zevana bangkit dari kasurnya duduk sejenak sembari mengecek jam di ponselnya lalu beranjak mengambil pakaiannya dan berjalan menuju kamar mandi. Beberapa saat kemudian pintu yang tadinya tertutup itu kembali terbuka, Zevana berjalan menuju meja rias mengeringkan rambutnya, menggunakan beberapa macam perawatan wajah lalu memoles sedikit riasan di wajah cantiknya itu.


Hari-hari kebersamaan mereka berlalu dengan mudah, setiap harinya mereka selalu tertawa, bercerita dan nongkrong bersama. Mereka yang awalnya masih terlihat canggung satu sama lain setelah beberapa hari selalu bersama membuat semuanya menjadi lebih akrab dan nyaman.


Ada perasaan sedikit sedih karena liburan mereka akan berakhir dalam beberapa hari lagi, ia benar-benar akan merindukan tempat ini meskipun Maxime mengacaukan sedikit kenangannya di sini tapi menghabiskan waktu bersama dengan yang lainnya sangat menyenangkan.


Sangat menyenangkan berlibur dengan keluarga besar seperti ini, Zee sedikit iri karena semua orang berlibur, tertawa dan selalu di samping orang yang dicintainya sedangkan dirinya justru sebaliknya. Terlebih lagi Zack dia benar-benar sendiri di sini tapi ia harus bersyukur karena tidak ada yang membuatnya merasa tersisih dan selalu ada di mana pun setiap pasangan berada, meskipun itu terdengar lebih buruk tapi dia benar-benar harus bersyukur.


Sangat-sangat disayangkan karena liburan mereka akan berakhir dua hari lagi. Kini semua orang akan pergi ke pusat kota untuk membeli bahan makanan karena stok yang ada sudah habis, sebenarnya tidak harus semua orang ikut ke kota untuk membeli bahan makanan tapi sepertinya mereka membutuhkan sesuatu sehingga ingin ikut pergi bersama juga.


Mereka semua juga berencana untuk menonton film bersama di bioskop, itu pasti akan sangat menyenangkan tapi Zee tidak bisa ikut karena merasa tidak enak badan “Apa kau yakin tidak mau ikut, nak?” tanya Tuan Abiezer.


Zevana tersenyum tipis “Iya, tidak apa. Kalian hati-hati di jalan dan bersenang-senanglah” ucapnya tulus.

__ADS_1


Tuan Abiezer menatapnya khawatir “Ya sudah, kalau terjadi sesuatu cepat hubungi kami ya nak. Oh ya, Cleaning Service akan datang sekitar jam satu dan kami akan pulang sekitar jam empat” ucapnya.


Zevana mengangguk mengerti “Baik pa”


Zevana pergi keluar untuk melihat mereka semua pergi namun ia tak melihat Max dan Zack di rombongan tersebut mulai dari saat bangun pun ia sudah tidak melihat Max dan Zack mungkin ia masih tidur.


Ia memutuskan untuk kembali ke ruang keluarga duduk di sofa sembari menonton drama Korea ‘Vegabond!” tentang badan inteligen dan agen-agen sejenis, ugh gosh! Pemerannya sangat tampan.


Setelah habis dua episode seperti yang dikatakan Tuan Abiezer sebelumnya tim Cleaning Service benar-benar datang. Zee keluar untuk membukakan pintu dan mempersilahkan mereka masuk karena semuanya adalah pria Zevana memutuskan untuk naik ke kamar saja, tatapan pria-pria itu sangat menyeramkan dan membuatnya jadi tak nyaman mengingat hanya dia yang ada di rumah ini.


Di kamar Zevana kembali lanjut menonton dramanya, waktu berlalu dengan cepat kini sudah dua jam berlalu dan ia sudah menghabiskan empat episode. Karena sudah dua jam berlalu Zevana memutuskan untuk turun ke bawah untuk mengambil beberapa camilan, sebenarnya sudah dari tadi ia merasa lapar tapi karena mengingat tim pembersih ada di bawah ia pun menundanya.


Ia berjalan menuju ruang tamu sambil melihat ke bawah ke arah mangkuk keripik dan memakannya di sepanjang jalan, tetapi tiba-tiba ia ditarik dan dibanting ke dinding dan mangkuknya jatuh ke lantai dengan bunyi yang cukup nyaring.


Kini ia berada di bawah kukungan seorang pria dan tangannya ditahan di letakkan di samping tubuhnya dengan tangan pria itu yang menahannya, ketika ia melihat ke atas itu adalah salah satu dari tim pembersih.


Kenapa masih ada yang tertinggal? Ia bahkan tidak melihat tim yang lainnya “A-apa yang k-kau lakukan?” Tanya Zevana ketakutan.

__ADS_1


Bukannya menjawab pria berambut pirang dan bermata keabu-abuan itu justru menyeringai menatap intens dirinya seakan ingin segera menelanjanginya. Zevana memberontak dengan keras mencoba untuk melepaskan cengkeraman pria itu meski ia tahu itu tidak berguna karena perbedaan kekuatan dan fisiknya yang sangat mungil di banding pria itu.


Ia meringis kesakitan saat pria itu mengencangkan cengkeraman di pergelangan tangannya “J-jangan lakukan ini, t-tolong lepaskan aku” ucap Zevana memohon pada pria asing itu.


“Kenapa aku harus melepaskan wanita seksi di depan mataku ini? Di saat aku bisa menggunakannya untuk memuaskanku” ucapnya sembari menyeringai, suara beratnya membuat rasa takut Zevana meningkat.


“Lepaskan ini, tolong” ucapnya lirih, ia sangat ingin memaki saat ini namun ia tahu itu hanya akan memperkeruh keadaan.


Bahkan sebelum ia bisa memohon lebih jauh, pria itu terlebih dulu menempatkan bibirnya ke bibirku. Zevana semakin kuat memberontak mencoba mendorongnya, bajingan itu mencoba membuka bibirku dengan lidahnya tapi aku tidak akan mengizinkannya. Berharap itu akan menghentikannya dan tinggalkannya sendiri, bukannya berhenti pria itu justru pindah dan mulai mencium leher mulusnya.


Zevana tak henti-hentinya memberontak, mendorong pria itu dan memintanya untuk berhenti. Kini ia bisa merasakan air matanya jatuh membasahi pipinya "TOLONG HENTIKAN!!” teriak Zevana histeris saat pria itu mulai mengisap lehernya dan menggerakkan tangannya dari pergelangan tangannya turun pinggangnya.


Dengan tangan yang sudah terbebas dari cengkeraman pria itu Zevana berusaha mendorong sekuat tenaga tubuh pria itu meskipun ia tak berguna ia tetap berusaha menjauhkan pria itu dari tubuhnya, semuanya menjadi buruk saat ia dapat merasakan tangan pria itu menjalar masuk di balik bajunya dan mengelus perutnya.


Zevana berteriak histeris “JANGAN!!” ia mencoba menjauhkan wajah pria itu dari lehernya namun itu tetap tidak berhasil.


“Kumohon hentikan” ucapnya terisak, nafasnya menjadi cepat saat merasakan tangan pria itu kini sudah berakhir di *********** bahkan pria itu meremasnya kuat.

__ADS_1


“APA YANG KAU LAKUKAN?!” teriak seseorang dari atas tangga dan menghentikan aksi pria yang justru sudah lari dari hadapannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2