Sekretaris Pribadi Mr. Arogan

Sekretaris Pribadi Mr. Arogan
Episode 92 -END-


__ADS_3

Hari ini bertepatan empat bulan sejak kelahiran babygie ke dunia ini dan masuk mewarnai kehidupan pasangan suami istri Max dan Zee yang awalnya biasa saja kini bertambah menjadi harmonis dan mesra. Hal yang bahkan tidak pernah terlintas atau terbayangkan oleh kedua insan itu kini terjadi di kehidupan pernikahan mereka dan membuat mereka merasakan kebahagiaan yang tiada tara.


Zevana dan babygie berada di rumah mereka tanpa Maxime karena pria itu sedang berada di kantor, ini sudah tiga bula lebih Maxime kembali ke perusahaannya dan untuk Zevana ini sudah hampir empat bulan ia tak masuk kerja dan cuti.


Meskipun keinginannya untuk kembali bekerja sangat kuat ia tidak mungkin meninggalkan putra kecilnya begitu saja dan Maxime juga tidak memperbolehkannya untuk meninggalkan putra mereka begitu saja dan ia juga tak mempermasalahkan dengan Zevana yang cuti terlalu lama dari perusahaannya.


Zevana kini tengah sibuk di dapur berniat untuk membuat makan siangnya sedangkan babygie berada di ruang keluarga sedang tertidur di dalam boxnya yang sebelumnya Zevana keluarkan dari kamar namun setelah beberapa menit berperang dengan masakannya di dapur, suara tangisan nyaring menyeruak masuk ke dalam indra pendengar Zevana dan dengan secepat kilat ia meninggalkan kegiatannya dan berlari ke arah putra kecilnya itu berada.


“Uluu tayang mama” ucapnya ketika akan mengangkat keluar putranya itu dari box tidurnya.


“Uuu tayang, maaf ya mama ninggalin kamu sendirian” ucap Zevana mulai berbicara pada putra kecilnya itu.


Zevana mulai bercerita pada putra kecilnya itu “Saat Gie tidur mama beresin rumah terus di dapur masak buat makan siang, mama sampai lupa kalo anak ganteng mama ini tinggal sendirian. Maafin mama ya sayang” jelasnya.


Zevana duduk di sofa dengan babygie di pangkuannya dan ia pun mulai memberi asi pada putranya itu yang perlahan tangisannya mulai berkurang “Uluuu tayang mama” ucapnya.


Ia menyusui putranya itu hingga terlelap kembali dan sesaat setelah putranya itu terlelap ia meletakkan kembali babygie ke dalam box tidurnya dan kemudian berlari menuju kamarnya lalu mencari ponselnya.


Zevana membuka log panggilan dan langsung menghubungi nomor yang paling atas dan tidak butuh waktu lama untuknya menunggu panggilan tersebut pun tersambung.


“Halo sayang, ada apa?” sapa Max dari seberang sana.


“Halo Max, um.. apa kau sibuk?” tanya Zee ragu


”Tidak ada hal mendesak yang harus kulakukan lagi, ada apa? Kau perlu sesuatu?” tanya Max.


“Benarkah? Um.. apa kau bisa kembali? Aku ingin memasak untuk makan siang tapi babygie tidak bisa di tinggal dia terbangun” jelasnya.


“Baiklah, aku akan kembali” ucap Max dengan sepenuh hati “Apa kau ingin sesuatu? Aku akan membelikannya dalam perjalanan pulang nanti” tanya Max.


“Um.. kurasa tidak, kembalilah dengan selamat” ucap Zevana

__ADS_1


“Baiklah sayang, aku mencintaimu” ucap Max sebelum mengakhiri panggilannya tersebut.


Saat panggilan itu terputus Zevana hanya menggelengkan kepalanya karena Maxime selalu suka memutuskan sambungan tepat setelah mengatakan cinta bahkan Zevana tidak pernah berkesempatan untuk membalas ucapan cinta itu.


Setelah menghubungi suami tercintanya itu Zevana kembali ke ruang tengah tempat babygie berada dan benar saja putra kecilnya itu tidak sedang tertidur melainkan tengah bermain dengan tenangnya. Merasa putranya itu tidak sedang mengantuk Zevana yang tidak tega pun kembali mengeluarkan putra kecilnya itu dari box tidur dan membawanya ke dalam pangkuannya dan mulai berceloteh dan bermain bersama babygie.


Saat sedang asik bermain dengan putra kecilnya itu ponselnya pun berdenting menandakan bahwa ada sebuah pesan masuk dan saat ia membukanya, ia pun tersenyum melihat isi pesan itu.


[Husband✨] – Aku akan melewati supermarket, kau ingin sesuatu?


[Husband✨] – Buah? Sayuran? Apa makanan babygie masih banyak?


Zevana membalas pesan itu dengan senyuman di wajahnya, Max selalu melakukan hal ini dan mendapat perhatian kecil seperti ini membuatnya sangat senang.


“Papa sebentar lagi akan pulang” ucap Zevana bersemangat sembari memangku putra kecilnya itu.


Zevana dan babygie kembali bermain bersama hingga akhirnya suara mobil memasuki kawasan rumah pun terdengar, Zee mengambil babygie menggendongnya dan membawanya ke arah luar untuk menyambut kepulangan Maxime.


Mereka bertemu di ambang pintu masuk begitu bertemu Max langsung menghadiahi Zevana dengan sebuah ciuman di keningnya dan juga pada babygie.


Mereka berjalan masuk ke dalam rumah dengan babygie yang berada di dalam gendongan Max.


“Kau ingin berganti pakaian dulu?” tanya Zevana saat melihat Max sudah duduk memangku babygie di ruang keluarga.


“Tidak apa, aku akan melakukannya nanti saja. Masaklah terlebih dahulu” ucap Max


Zevana mendekat ke arah Max dan babygie dan duduk di samping mereka, ia mengambil alih babygie “Ganti dulu pakaianmu, kau membuatku risih” ucapnya.


Max bangkit dan bergegas menuju kamar dan mengganti pakaiannya menjadi pakaian yang lebih santai, tak perlu waktu lama kini ia sudah selesai dan kembali ke rumah keluarga untuk bermain dengan putra kecilnya itu.


Zevana kembali ke dapurnya dan kembali memfokuskan dirinya dengan kegiatan memasaknya, kini ia bisa fokus karena babygie sudah aman bersama Maxime. Kurang lebih satu jam akhirnya Zevana sudah selesai dengan masakannya dan kembali ke ruang keluarga untuk menidurkan babygie tapi sebelum itu ia menggantikan pakaian babygie yang sedikit kotor setelah di suapkan makan oleh Maxime.

__ADS_1


Setelah menyusui dan membuat babygie tertidur Zevana dan Max pergi ke dapur untuk makan siang, ini sangat terlambat dari waktu makan siang biasanya tapi mereka tidak mempermasalahkan hal itu karena babygie adalah hal utama bagi mereka.


Begitu selesai makan Maxime mendorong box tidur babygie kembali ke dalam kamar khusus babygie dan babygie berada di gendongan Zevana karena putra kecil mereka itu sudah terbangun dan mereka pun bermain bersama seperti keluarga-keluarga bahagia lainnya.


...****************...


Kecupan penghantar tidur Maxime berikan untuk putra kecilnya itu dan Zevana yang melihat itu hanya bisa tersenyum bahagia karena ia bahkan dapat merasakan seberapa besar tulusnya perasaan sayang Maxime pada putra kecil mereka itu.


Max memundurkan tubuhnya dan merangkul pinggang istrinya itu “Ayo kita tidur juga, kau sudah bekerja sangat keras hari ini” ucapnya.


Zevana mendongak menatap Maxime dan tersenyum penuh arti “Kau juga bekerja sangat keras hari ini” ucapnya ia segera menahan teriakannya saat Max tiba-tiba menggendong tubuhnya.


“Max” pekik Zevana tertahankan


Pria itu tidak menanggapinya dan hanya berjalan menuju ke arah kamar mereka begitu tiba ia langsung merebahkan istrinya di atas tempat tidur dengan tubuhnya yang mengukung di atas tubuh istrinya itu.


Mata mereka bertemu dan saling menatap beberapa menit hingga akhirnya Zevana yang memutus tatapan itu karena menutup wajahnya dengan kedua tangannya setelah mengecup singkat bibir Maxime.


Terkejut, Max terdiam sejenak kemudian tertawa pelan “Apa yang baru saja kau lakukan sayang, kau menciumku?” tanya Max menggoda Zevana.


Senyum Max benar-benar tidak lenyap dari wajahnya saat melihat Zevana yang masih menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, Max perlahan meyakinkan Zevana dan menyingkirkan tangan istrinya itu dari wajahnya dan Maxime pun memulai aksinya, ia menempatkan bibirnya di bibir Zee dan perlahan saling ******* satu sama lain.


“Aku yang akan memulainya” ucap Maxime


Hubungan penuh gairah itu pun terjadi kembali setelah beberapa lama tidak melakukannya karena merasa tidak enak pada Zevana yang selalu kelelahan setelah seharian menjaga putra kecilnya itu.


“Aku mencintaimu, Max” ucap Zevana


Senyum Max merekah dan kembali mendekap lebih erat lagi tubuh istrinya itu dan mulai menghadiahi wajah Zevana dengan beberapa ciuman, jika terus mendapatkan pengakuan cinta seperti ini di saat sebelum tidur dan bangun tidur mungkin ia akan menjadi gila karena cinta dan Zevana berbeda wanita itu terlihat sangat menggemaskan saat mengungkapkan cintanya.


“Aku lebih mencintaimu, sayang” ucap Max tulus.

__ADS_1


Sungguh, kini keluarga kecil mereka sudah sangat-sangat bahagia dan ia berharap kebahagiaan-kebahagiaan kecil seperti ini selalu datang menghampiri keluarga kecil mereka ini. Ia berharap keluarga kecil mereka ini terus bahagia dan selalu aman sampai maut menemui mereka lalu pastinya ke depannya keluarga mereka akan lebih bahagia dengan banyak anak-anak lagi di dalam rumah mewah mereka ini.


...~END~...


__ADS_2