Sekretaris Pribadi Mr. Arogan

Sekretaris Pribadi Mr. Arogan
Episode 76


__ADS_3

“Apa kau benar-benar tertidur?”


Yang di tanya hanya berdehem sebagai jawaban menandakan bahwa ia tidak tidur, ia hanya berbaring sembari memejamkan matanya karena ia tak membawa kacamata hitamnya ia terpaksa memejamkan matanya meskipun sudah dilindungi payung besar di atasnya tetap saja sedikit ia bisa merasakan silaunya matahari.


“Apa artinya hem itu? Ya atau tidak?” tanya Max lagi.


Zevana mendengus kesal lalu membuka matanya dan menoleh ke arah Max “Apa orang tidur bisa menjawab pertanyaan” kesalnya


“Bisa saja kau mengigau” celetuk Max


Zevana tertawa sebagai jawaban dan Max yang mendengar itu tak bisa menahan senyumannya “Aku melupakan kacamata hitamku, ini sangat silau” jelasnya.


Max melepas kacamata hitamnya lalu memberikannya kepada Zevana “Gunakan saja ini” ucapnya.


“Seharusnya kau sudah memberikannya dari tadi” ucapnya tak tau malu lalu tertawa karena ucapannya itu.


Tawa wanitanya itu sangat menular kau tidak akan bisa menahan senyumanmu setelah mendengarnya tertawa dan akhir-akhir ini semua perasaan yang ia alami adalah perasaan bahagia, hari-harinya berlalu dengan kebahagiaan.


Dan yang paling menghibur akhir-akhir ini setelah mereka hidup bersama adalah ketika ia pulang kerja dengan lelah karena kerja yang menumpuk tapi begitu masuk ke rumah dan berjalan ke arah dapur ia melihat wanitanya itu menunggunya dan menyiapkan makan malam untuknya rasa penatnya itu hilang begitu saja atau di saat ia lapar wanitanya itu akan siap sedia untuk membuatkannya makanan.


Max kini menatap Zevana intens karena ia pikir yang ditatap tak menyadari itu karena tengah menggunakan kacamata hitamnya “Berhenti menatapku!” ucap wanitanya itu.


Max tersentak “Kau terlalu percaya diri, sayang” ucapnya.

__ADS_1


“Tapi itu fakta” ucap Zee lagi.


Max hanya tertawa pelan dan mengalihkan pandangannya namun pandangan matanya menangkap sosok wanita yang tak asing untuknya Ashley, wanita malam yang biasanya selalu menjadi teman seksnya sebelum Zevana mengambil alih perhatiannya dan hanya melakukannya dengan wanitanya itu saja.


Dan sialnya pandangan mereka bertemu, wanita yang bernama Ashley itu pun tersenyum senang sembari melambaikan tangannya dan ia yakin wanita itu pasti akan menghampirinya.


Dan ya sekali lagi tebakannya benar “Hai honey, apa yang sedang kau lakukan di sini? Apa kau sendiri” ucapnya dan tatapannya yang tertuju pada Max.


Zevana yang mendengar sapaan manis itu pun segera membuka mata dan kacamata hitamnya untuk melihat siapa yang berbicara dengan nada menggoda itu kepada Max, karena tatapan tak suka dari Zevana akhirnya wanita itu menyadari keberadaannya dan balik menatapnya tak suka.


“Siapa dia honey, apa dia jalangmu yang baru? Apa karena dia kau tidak pernah menghubungiku lagi? I miss you, honey” ucap wanita itu lagi.


Max tetap santai mendengar itu semua berbeda dengan Zevana yang kesabarannya sudah memuncak, ia sangat geli dan jijik mendengar wanita itu terus memanggil Max dengan kata ‘honey’ terlebih ‘I Miss You’ wanita itu benar-benar sakit jiwa.


“Hey, perhatikan ucapanmu! Aku istrinya bukan wanita jalang sepertimu” ucap Zee yang merasa kesal karena kata-kata dan kehadiran wanita itu.


“Tentu saja, untuk bertemu denganmu honey” ucapnya


Itu bohong, bagaimana mungkin orang yang bahkan tidak tahu Max sudah menikah bisa mengetahui ke mana Max akan pergi berbulan madu. Wanita itu kemari bersama salah satu pelanggannya dan yang sebelumnya mereka lihat melakukan hubungan intim di tempat terbuka itu adalah Ashley dengan pelanggannya.


Max tidak menjawab karena ia tahu pasti alasan kenapa Ashley bisa ada di sini “Omong-omong, apa kau benar-benar menikah dengan gelandangan ini sayang?” tanya wanita itu lagi.


“Hello! Kau pikir siapa yang gelandangan, dasar pelacur!” umpat Zevana yang rasa kesalnya semakin memuncak.

__ADS_1


Max menyeringai saat mendengar ucapan wanitanya itu, Ashley tampak sedikit ciut dan ia harus mengakui bahwa wanitanya itu sangat luar biasa untuk membuat orang tak bisa berkata-kata. Ia sangat menyukai wanitanya yang tidak takut dari siapa pun itu saat sedang perang mulut, ini adalah salah satu daya tariknya.


“K-kau!”


“Honey, listen! Aku bukan pelacur sepertimu aku ini istrinya bahkan kami sudah melakukan upacara secara resmi. Dan tentang ‘suamiku' yang tidak pernah menghubungimu lagi mungkin karena kau tidak bisa memuaskannya seperti yang aku lakukan” ucap Zevana tanpa tau malu lagi, ia akan urus rasa malunya itu nanti.


“FUCK, WHO ARE YOU?! Kau sangat jelek, apa kau pikir pria akan betah dengan wanita jelek sepertimu?” ucap Ashley yang perlahan mulai kesal “Jangan terlalu bangga, kau hanya tidur beberapa kali dengannya tapi aku setiap malam selalu bersamanya” ucapnya sombong.


“Ya, ya, ya.. itu bisa saja terjadi. Sepertinya ‘suamiku’ ini membuat kesalahan di masa lalunya dengan memilih pelacurnya” sindir Zevana lagi.


Max tidak bisa menahan senyumannya dia terlihat santai memperhatikan kedua wanita itu bertengkar sedangkann Ashley sekarang sangat marah karena kata-kata yang dilontarkan Zevana untuknya.


“Kau pikir semua itu akan bertahan lama? Kau lihat saja dia akan kembali padaku lagi!” ucap Ashley lalu beranjak pergi dari sana tapi sebelum itu ia menyempatkan untuk mengecup pipi dan bibir Max singkat.


Sedangkan Zevana masih hanyut dengan perasaannya yang baru saja mendengar kata-kata itu rasanya seperti tertampar oleh kenyataan dan untungnya wanita itu telah pergi jika tidak mungkin ia akan kebingungan harus menanggapi apalagi karena kata-kata wanita itu benar bahwa ini tidak akan bertahan selamanya.


“That’s Was Cool” puji Max


Zevana pun tersadar dari lamunannya dan mulai menatap Max tajam “Apa kau yang membawanya kesini?” tanyanya yang entah kenapa merasa kesal.


“Tentu saja tidak, untuk apa aku melakukan itu?” tanya Max balik.


Wanitanya itu terlihat seperti sedang menahan amarahnya tapi kenapa ia harus marah, bukankah tadi ia tidak bermesraan atau melakukan hubungan dengan Ashley kenapa wanitanya itu terlihat begitu marah.

__ADS_1


“Aku ingin pulang” ucapnya menuntut penuh penekanan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2