Sekretaris Pribadi Mr. Arogan

Sekretaris Pribadi Mr. Arogan
Ep.55 Pemandangan Tak Asing


__ADS_3

Zevana mengerjap-kerjapkan matanya saat tubuh lelahnya itu merasa cukup untuk terus tertidur dan perlahan matanya pun terbuka sempurna, ia melirik ke samping namun tak menemukan Max di sana dan saat melakukan perenggangan di bagian bawah sana terasa nyeri. Ternyata kejadian tadi malam bukan sekedar mimpi seketika wajahnya kembali bersemu, tadi malam pikirannya benar-benar sangat kacau bahkan beberapa kali ia yang memulai permainan.


Ia merutuki dirinya di tempat tidur setelah beberapa menit ia pun tersadar dan dengan cepat meraih ponselnya, betapa terkejutnya ia saat melihat jam yang sudah menunjukkan hampir pukul sebelas siang. Pantas saja Max tidak ada di sampingnya pria itu pasti sudah pergi ke kantor sejak tadi pagi, ia menghela nafasnya kasar lalu berjalan pelan menuju kamar mandi dan berendam di dalam bath up.


Setelah menyelesaikan urusannya Zevana pun berjalan keluar kamar menuju dapur berniat untuk mengisi perut kosongnya mengingat ini sudah hampir siang, ia sama sekali belum mengisi perutnya sejak pagi. Langkahnya terhenti saat melihat pemandangan tak asing baginya itu, matanya menangkap sosok pria yang tengah berkutat di dapur dan meskipun Max mengenakan pakaian entah kenapa Zevana bisa menerawang punggung lebar pria itu. Sepertinya pikirannya menjadi sangat mesum setelah kejadian tadi malam.


“Oh, kau sudah bangun?” tanya Max berpaling saat menyadari keberadaan Zevana “Kemarilah, aku sedang membuat makan siang. Pasta untuk sekarang tidak apa bukan?” tanyanya lagi.


Zevana menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju meja bar dan duduk di sana “Apa kau tidak bekerja?” tanyanya memulai pembicaraan.


Max menatapnya sekilas “Tidak, aku kesiangan dan aku tidak mungkin meninggalkan sekretaris pribadiku sendiri di sini” ucapnya.


“Kenapa tidak? Kan masih ada sekretarismu, apa kau tidak bisa bekerja tanpa sekretaris pribadimu?” ucap Zevana.

__ADS_1


“Pikirkan saja yang kau mau. Tunggulah, ini akan selesai” ucap Max memilih untuk mengabaikan pertanyaan Zevana.


Satu jam sebelumnya...


Max mengerang dalam tidurnya dan beberapa menit kemudian ia pun terbangun, sudah lama sekali rasanya ia tak tidur selama ini. Karena dapat merasakan jika sekarang hawanya siang hari Max pun langsung bangkit dari baringnya, ia melihat ke samping dan wanitanya itu masih tertidur sangat lelap. Ia membiarkan saja Zevana tetap terlelap bagaimana pun ia tak mungkin membiarkan Zevana masuk kerja setelah kejadian tadi malam karena itu yang pertama baginya.


Max tiba-tiba menatap dalam Zevana sembari memikirkan kenapa sebelumnya saat di vila wanita itu mengatakan bahwa ia sudah melakukannya beberapa kali, apa dia malu mengakui bahwa dia masih perawan hingga saat ini? Ah maksudnya sebelum kejadian kemarin malam.


Ia mengusap puncak kepala Zevana pelan lalu bangkit dan berjalan keluar kamar kembali ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya. Setelah menghabiskan kurang lebih lima belas menit di kamar mandi ia pun memutuskan untuk ke dapur memasak sesuatu untuk di makan, mengingat waktu sudah hampir siang ia sudah sangat kelaparan.


-Jamie In Call-


“Halo, selamat siang Pak. Ada yang bisa saya bantu?” tanya wanita bernama Jamie di seberang sana.

__ADS_1


“Undur semua pertemuan hari ini, aku dan Zevana tidak masuk hari ini” ucap Max monoton


“Kalau boleh tau kenapa ya pak? Karena hari ini ada beberapa pertemuan yang harus di lakukan” tanya Jamie yang terdengar seakan protes.


“Lakukan saja perintahku!” ucap Max sedikit kesal lalu mematikan sambungan itu segera.


-Jamie End Call-


Ia sangat tidak menyukai sekretarisnya itu, entah kenapa rasanya semua yang ada di Jamie itu penuh kepalsuan karena itulah kenapa ia lebih suka bekerja dengan sekretaris pribadinya maupun itu Emma ataupun Zevana.


Kenapa tidak di pecat? Tidak ada yang salah dengan cara kerja Jamie, ia hanya tak menyukai sifat wanita itu jadi ia tak punya alasan pasti untuk memecatnya. Lagi pula ia sudah memiliki sekretaris pribadi yang bisa mengurus pekerjaannya dan menemaninya ke mana pun jadi tak masalah baginya tentang Jamie yang masih menjabat sebagai sekretarisnya.


Dan setelahnya barulah ia bergegas membuat pasta untuk makan siangnya dan setelah itu barulah ia berniat untuk membangunkan Zevana namun sebelum ia selesai memasak wanitanya itu sudah lebih dulu menghampirinya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2