Sekretaris Pribadi Mr. Arogan

Sekretaris Pribadi Mr. Arogan
Episode 84


__ADS_3

Kedua insan yang sudah saling mengungkapkan isi hati satu sama lain itu kini sedang dalam perjalanan menuju suatu tempat yang masih dirahasiakan oleh Max. Setelah sarapan dan membereskan sedikit kamar dan dapur kakaknya itu, Max mengajaknya untuk kembali ke penthouse mereka dan bersiap-siap karena akan pergi ke suatu tempat yang tidak ia ketahui dimana itu.


Mereka sudah berjalan cukup jauh dari penthouse mereka dan ini sudah hampir satu jam tapi Max tetap tidak ingin memberi tahu tujuan mereka sebenarnya meskipun Zevana sudah memaksa dan mendesaknya untuk memberitahukannya. Mungkin ia harus melakukan sesuatu agar prianya itu ingin mengatakannya dan satu-satu solusi yang terlintas di pikirannya adalah dengan menggoda suaminya itu karena ia tahu bahwa suaminya itu sangat menyukai hal-hal yang berbau mesum.


Zevana memajukan tubuhnya mendekat ke arah Max dan menatap penuh gairah sembari menggigit bibir bawahnya karena Max hanya meliriknya sekilas dan kembali fokus pada jalanan Zevana pun tak menyerah dan memutuskan untuk duduk di pangkuan suaminya itu, meskipun ia tahu ini tindakan berbahaya tapi ia tidak bisa menyerah begitu saja dengan rasa penasarannya itu.


Maxime menaikkan sebelah alisnya mempertanyakan tindakannya itu tapi Zevana tidak menggubris itu lalu mendekatkan bibirnya ke leher Max dan mulai menghujaninya dengan ciuman lembutnya.


"Sayang, sebenarnya kemana kita akan pergi?" tanyanya setengah berbisik di leher Max dan tangannya bergerak naik turun perlahan di dada prianya itu.


Maxime mengerang frustasi “Apa kau sedang menggodaku sayang?” ucapnya menyeringai “Ini kejutan sayang jadi aku tidak bisa memberitahumu”


Zevana merengut mendengar ucapannya itu dan ia perlahan mulai mengencangkan cengkeramannya di pinggang istrinya itu dan menghela nafas sebelum berbicara “Jika itu hal lain aku akan memberitahumu tetapi bukan hal ini, kau harus menunggu karena ini kejutan” jelasnya lagi.


Maxime menghentikan mobilnya saat tangan Zevana bergerak nakal di tubuhnya, ia menatap sembari menghela nafasnya kasar “Sayang, kita harus bergegas bukankah kau ingin tau kemana aku akan membawamu” ucapnya lagi.


Ia membuka sabuk pengamannya dan mengangkat kembali Zevana ke kursinya sembari menatap hangat wanitanya itu “Ini kejutan pertamaku untukmu jadi aku tak ingin mengacaukannya” ucap Max lagi.


Zevana yang tadinya memasang wajah cemberut perlahan mulai tersenyum namun ditahannya, prianya itu sangat manis dan ia tidak tahu harus bagaimana lagi. Jika begini ia jadi tak bisa terus mendesak prianya itu untuk memberitahu kemana mereka akan pergi.


“K-kenapa kau bersikap manis seperti itu” ucap Zevana sembari menghela nafasnya pelan.

__ADS_1


Max menampilkan senyuman di wajahnya “Karena aku mencintaimu” ucapnya.


Max meletakkan jari telunjuknya di bawah dagu Zevana dan memiringkannya lalu perlahan ia mendekatkan bibirnya ke bibir wanitanya itu dan memberikan sebuah ciuman penuh gairah dalam waktu singkat itu.


Max mengatur duduknya dan mulai menjalankan mobilnya lagi “Sebentar lagi kita akan tiba, bersabarlah hem?” ucapnya dan diangguki oleh Zevana.


Dan benar saja selang beberapa menit mobil itu kembali berhenti, Zevana menatap ke arah Max dan pria itu hanya tersenyum sembari menganggukkan kepalanya seakan tahu arti dari pandangan yang ia berikan itu. Dengan penuh semangat Zevana keluar dari mobil itu diikuti dengan Max dan betapa terkejutnya ia dengan pemandangan di depannya itu.


Itu adalah sebuah rumah yang besar, yah sebuah rumah yang sangat besar hampir sama besarnya dengan mansion milik keluarga Abiezer dan di saat yang bersamaan Zevana juga dibuat bingung dengan kejutan yang diberikan Maxime untuknya itu, ini benar-benar indah tapi untuk apa dia membawanya ke sini?


“Wah ini sangat indah” puji Zevana membalikkan tubuhnya menatap Max kagum.


Max membalas senyumannya dan berkata “Benarkan, syukurlah kalau kau juga berpikiran sama denganku” ucapnya.


Max melingkarkan tangannya di pinggang Zee “Ini rumah kita”


Zevana kaget dengan ucapan Max itu "Apa maksudmu ini rumah kita?"


Maxime menarik tubuh Zevana ke depannya lalu memeluk pinggang istrinya itu dan menjatuhkan kepalanya di bahu kanan istrinya itu “Aku membeli ini saat dua hari sebelum pernikahan, aku melihatnya di forum jual beli dan kupikir akan lebih bagus jika kita tinggal di rumah daripada penthouse” jelasnya.


“Sebelum pernikahan? Kenapa bisa kepikiran untuk membeli rumah jika tau akan berpisah setelah satu tahun bahkan baru kemarin kita menghilangkan perjanjian itu?” tanya Zevana lirih.

__ADS_1


Max mengeratkan pelukannya itu “Saat itu kupikir jika sudah waktunya kita berpisah setidaknya aku bisa memberikanmu rumah ini sebagai kenang-kenangan” ucapnya lalu menghela nafasnya kasar.


Ia melepaskan pelukannya namun tangannya masih berada di pinggang wanitanya itu dan menatapnya hangat “Untunglah itu tidak akan pernah terjadi karena itu mari hidup bahagia bersama di rumah ini” ucapnya lagi.


Zevana terharu dan tersenyum senang mendengar ajakan Max untuk hidup bahagia bersama itu tanpa aba-aba ia bergerak mencium pipi kanan prianya itu dan Max menjadikan kesempatan itu untuk mencium bibirnya.


“Aku mencintaimu” ucap Max


Zevana sedikit tersentak mendengar itu karena ia belum terbiasa dengan sikap Max yang seperti ini “A-aku, aku juga sangat mencintaimu” ucapnya lalu menenggelamkan wajahnya di dada suaminya itu.


Maxime membawa tubuh istrinya itu untuk bergerak ke masuk ke dalam rumah mewah itu, mereka memasukinya dan melihat seisi rumah itu yang terdapat perabotan lengkap yang kebetulan rumah tersebut dijual lengkap dengan isinya.


“Jika kau tidak suka desainnya atau furniturnya kau bisa mengubahnya dan kita akan pindah jika kau sudah siap” ucap Max pada wanitanya itu yang tengah sibuk mengagumi rumah itu.


“Um, apa maksudnya?” tanya Zevana yang kurang menyimak perkataan Max tersebut.


“Maksudku kau bisa menghias ulang rumahnya sesukamu” jelasnya.


Zevana berjalan lebih mendekat ke arah Max dengan memanyunkan bibirnya “Tapi aku harap kita bisa menghiasnya bersama itu pasti lebih menyenangkan” ucapnya menghela nafas kasar.


Max tersenyum dan mengusap pelan puncak kepala Zee “Kurasa akan lebih baik jika kau yang melakukannya sendiri karena aku sangat payah dalam urusan mendekor tapi jika kau butuh bantuanku dengan senang hati aku pasti akan membantumu” ucapnya.

__ADS_1


Kini giliran Zevana yang tersenyum setelah mendengar ucapan Max barusan ia menjadi lebih senang, entah kenapa tapi rasanya prianya itu terlihat seperti playboy dengan gombalan-gombalan maut mereka dan itu hal yang baru untuknya. Zevana menggandeng tangan suaminya itu dan mengajaknya untuk mengelilingi rumah tersebut bersama lebih banyak lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2