
Kini sudah satu minggu berlalu sejak persalinan anak pertama pasangan Zevana dan Maxime, kini kedua pasangan itu berada di rumah keluarga besar Abiezer dan sudah satu minggu juga mereka berada di sini.
Malam ini kamar mereka terasa sedikit tenang karena babygie sudah tertidur beberapa menit yang lalu dan kamar mereka tidak pernah sepi karena saat babygie terbangun saat itu juga kamar mereka dipenuhi anggota keluarga lainnya.
Zevana sangat bersyukur karena anaknya dan Maxime di cintai banyak orang, ini suatu karunia yang indah yang bahkan tidak pernah ia bayangkan akan terjadi saat awal memutuskan untuk menikah dengan Maxime dan ia sangat-sangat bahagia karena kini hidupnya sudah sangat sempurna dengan adanya Maxime dengan segala cintanya dan babygie dengan segala keberkahannya.
Di saat babygie telah terlelap kedua pasangan suami istri itu masih terlihat berbincang di tempat tidur mereka.
“Aku tidak tau jika anak kecil yang baru lahir akan menangis sebanyak itu” ucap Maxime
Zevana tertawa geli mendengar ucapan suaminya itu “Semua bayi yang baru lahir akan seperti itu karena mereka tidak bisa melakukan hal lain selain menangis” ucapnya.
“Kenapa begitu?” tanya Max dengan wajah bingungnya.
“Karena mereka tidak bisa melakukan apa pun seperti saat lapar atau popok mereka penuh mereka tidak bisa melakukan apa pun selain menangis” jelas Zevana sungguh-sungguh “Jika mereka menangis itu tanda terjadi sesuatu yang membuat mereka risih” ucapnya.
“Apa kau juga begitu waktu kecil?” tanya Maxime lagi
Zevana kembali tertawa “Tentu saja, semua anak kecil termasuk kau juga” jelasnya.
__ADS_1
“Aku tidak mungkin menangis sebanyak itu” gumam Maxime pelan namun bisa di dengar oleh Zevana.
Zee mengeratkan pelukannya pada Max “Ayo tidur sebelum babygie terbangun” ajaknya.
Maxime menganggukkan kepalanya mengerti “Tapi sayang, apa kau yakin akan baik-baik saja jika kita kembali besok?” tanyanya.
“Apa kita mencari pengasuh saja dulu baru kembali ke rumah?” tanya Maxime lagi.
Zevana menggelengkan kepalanya dalam pelukan Max “Tidak perlu, aku akan mencoba untuk menjaganya sendiri. Lagi pula kan kita berdua akan menjaganya” ucapnya.
“Aku tidak yakin akan membantumu atau menambah pekerjaanmu nantinya” ucap Max terdengar ragu.
Zevana tertawa pelan “Tidak apa-apa, ayo tidur” ajaknya.
Kini waktu sudah menunjukkan pukul dua pagi dan di dalam box tempat tidur itu babygie terlihat gelisah dalam tidurnya dan keheningan itu buyar karena tangisan melengking babygie yang keluar dari tubuh mungil itu, entah dari mana kekuatan itu berasal tapi itu tangisan yang sangat nyaring.
Zevana dengan naluriah keibuannya langsung terbangun dari tidurnya meski hanya tertidur sebentar saja begitu juga dengan Maxime yang terbangun karena terganggu dengan tangisan putra kecilnya itu meskipun terganggu namun ia tidak kesal karena hal itu.
Zevana langsung turun dari tempat tidurnya mengambil babygie dan membawanya ke tempat tidur, saat ia berada di tempat tidur Max pun ikut duduk di samping Zevana melihat putra kecilnya itu yang sudah terdiam dan sedang menyusu.
__ADS_1
“Tidurlah, kau sudah bekerja sangat keras seharian ini menjaganya” ucap Zevana menatap iba suaminya itu.
Maxime menggelengkan kepalanya “Tidak apa, aku baik-baik saja” ucapnya sembari memperhatikan Zevana dan putra kecilnya itu.
“Bukankah lebih baik jika kau berbaring saja? Apa tidak lelah jika menyusui sambil duduk seperti itu” tanya Max karena melihat Zevana terlihat tidak nyaman dengan posisi itu.
“Benarkan? Apa kau bisa mengambilnya sebentar, aku akan berbaring lebih dulu” ucap Zevana dan membiarkan Maxime mengambil babygie.
Babygie merengek di dalam gendongan Max karena kegiatan menyusunya terhenti, Maxime terlihat panik meskipun tidak telaten dalam mengurus anak tapi ia terlihat sangat sabar menghadapi putra kecilnya itu.
“Kemarikan” ucap Zevana saat sudah berbaring di posisi ternyamannya dan Maxime pun meletakkan babygie di dekat Zevana.
Maxime merebahkan tubuhnya kembali tepat di belakang babygie dan memperhatikan putranya itu “Dia kecil sekali” ucapnya.
“Biarkan saja dia tidur di sini malam ini” ucap Maxime meyakinkan Zevana “Aku akan berjaga-jaga” ucapnya lagi.
Setelah beberapa menit berlalu baik Zevana atau babygie sudah terlelap bersama namun tidak dengan Maxime yang sejak tadi memperhatikan gerak gerik putra kecilnya itu dan Zevana takut-takut jika putranya tertindih oleh Zevana bahkan saat ini ia berada di ujung tempat tidur karena tak ingin mengganggu gerak putranya itu.
Tidur Zevana aman hingga jam lima pagi karena mengetahui bahwa Maxime tidak tertidur lagi sejak terakhir kali Zevana pun menyuruh Maxime untuk segera tidur dan ia yang akan menjaga babygie.
__ADS_1
Hingga pagi menyapa Zevana tidak tertidur kembali karena babygie sudah bersemangat sejak tadi meskipun kesusahan ia tidak membangun Max karena prianya itu sudah bekerja sangat keras menjaga putra mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...