
“Hey come on, honey. Apa karena Ashley? Apa kau akan membiarkan bulan madu kita rusak hanya karenanya?” tanya Max yang entah kenapa mulai sedikit kesal bahkan nada suaranya sedikit tinggi.
“Aku ingin pulang, Max!” ucap Zevana yang sedikit meninggikan suaranya juga.
“Kau serius ingin mengakhiri bulan madu kita hanya karena wanita itu?” tanya Max kesal.
“Tidak! Kau yang merusak semuanya, kau merusaknya karena kebutuhan **** sialanmu itu”
Max menatap tak suka Zevana, bagaimana mungkin ini bisa jadi salahnya ia benar-benar tidak tahu bagaimana Ashley bisa tiba di sini “Apa kau baru saja menyalahkanku?”
“Ya, ini salahmu! Kalo seandainya kau tidak pernah berhubungan dengannya mungkin bulan madu kita tidak akan berantakan dengan kehadiran jalang itu!”
Max menghela nafasnya kasar “Come on Zee, dia masa laluku bahkan jauh sebelum aku mengenalmu aku sudah tidur dengannya”
“Kau tau apa-“ ucap Zee terhenti lalu ia menghela nafasnya kasar “Terserah kau saja, lakukan apapun yang kau suka. Aku sudah selesai dengan semua omong kosongmu itu”
“Apa maksudmu? Aku hanya menjelaskan yang sebenarnya, kenapa semuanya menjadi salahku?” tanya Max tak habis pikir.
__ADS_1
“Kau selalu saja menyakitiku dengan kata-katamu itu dan kau tidak pernah mendengarkanku. Satu-satunya yang kau inginkan dariku hanyalah ****, **** dan **** tapi sekarang sudah cukup aku tidak akan diam dan menuruti keinginan seksualmu itu lagi”
“Kembali saja pada jalangmu itu jika kau butuh ****!” ucap Zee menekankan kata ‘jalang’ dan ‘seks’ saat berbicara.
Maxime menahan emosinya sembari mendengarkan semua kata-kata yang sangat mengganggu di telinganya itu, semua yang dikatakan Zevana itu tidak benar seiring berjalannya waktu ia mulai jatuh cinta padanya tapi ia tidak bisa mengungkapkan semua itu. Ia tidak ingin terlihat seperti orang bodoh karena Zevana menolak cintanya dan tidak memiliki perasaan yang sama untuknya, dan itu sangat mungkin karena selama ini merek ma bersama hanya karena sebuah perjanjian.
Meskipun ia tahu ini tidak benar untuk melawan wanitanya itu tapi tetap saja ia tidak akan menyerah karena dirinya tidak salah apa pun.
“Lalu kau mau aku bagaimana lagi?” ucap Max masih dengan nada tingginya.
Zevana bangkit dari tempatnya “Bawa aku pulang!” perintahnya.
Zevana mengentakkan kakinya dengan sengaja lalu berjalan ke depan Max dan menatap tajam wajah pria itu “Ya, aku akan mengatakan semuanya. Aku akan mengatakan pada ayah dan ibumu bahwa jalangmu kembali padamu karena itu kita pulang lebih awal!” ucapnya
Setelah mengatakan semua yang ingin ia katakan Zevana berjalan mendahului Max untuk kembali ke kamar mereka, sepeninggalan Zevana ia menghela nafasnya kasar juga mengusap kasar wajahnya lalu berjalan mengikuti wanitanya itu dari belakang.
Zevana berjalan dengan cepat hingga ia berada di kamar lebih awal dan begitu tiba ia langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan Max yang baru saja tiba dan mendengar suara pancuran air itu pun kembali menghela nafasnya lalu berjalan ke arah lemari mengambil pakaiannya dan kembali berjalan keluar kamar menuju kamar mandi umum untuknya membersihkan tubuh, karena jika menunggu Zevana lebih lama lagi badannya mungkin akan terasa gatal.
__ADS_1
Wanita sangat sulit untuk dipahami padahal mereka bersenang-senang sebelumnya bahkan rasanya mereka seperti pasangan yang memang menikah karena saling mencintai dan mengenal satu sama lain sejak lama tapi begitu wanita jalang itu tiba dan menyapa Max semua jadi hancur berantakan.
Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi Max kembali ke kamarnya dan ia sudah melihat kopernya dan koper Zevana di atas tempat tidur, koper itu sudah diatur oleh Zee bahkan ia juga sudah mengemas semua barangnya. Dan wanitanya itu kini terlihat di sofa duduk bersila bermain ponselnya dan wanitanya itu terlihat sangat rapi dan sepertinya bulan madunya akan berakhir di sini.
Max berjalan ke arah Zevana berdiri di depannya lalu menghela nafasnya dengan kasar “Kau yakin harus melakukan hal seperti ini?”
Maxime frustasi ia benar-benar ingin menghabiskan waktu berdua dengan Zevana menciptakan suasana baru agar mereka tidak canggung lagi dan terbiasa satu sama lain dan siapa tau selama perjalanan bulan madu ini ia bis membuat wanitanya itu jatuh cinta padanya.
Zevana menatap Max datar “Apa aku terlihat bercanda sekarang dan sebelumnya?”
Max kembali menghela nafasnya kasar sebelum akhirnya ia keluar dari kamar tersebut untuk mengurus semua kepulangan mereka dan ia juga menghubungi jet pribadinya untuk bersiap dan mereka masih harus menunggu dua puluh menit lagi untuk bisa menyeberang ke daratan.
Ia kini berada di kamarnya dan tengah duduk di depan wanitanya itu yang masih fokus dengan ponselnya sejak tadi yang entah apa yang sedang ia lakukan dengan ponsel sialannya itu. Dan tak lama kemudian pintu kamar mereka diketuk Zevana terlebih dahulu membuka pintu kamar lalu mereka berdua pun keluar dari kamar dan barang-barang mereka dibawakan oleh petugas resor.
Wanita itu benar-benar terlihat seperti orang yang bersemangat untuk pulang berbeda dengannya yang frustasi karena rencana bulan madunya gagal total.
Setelah menaiki kapal untuk menyeberang ke daratan lalu menggunakan mobil untuk ke bandara dan kini di sinilah mereka. Max menunggu Zevana berniat untuk membiarkan wanitanya itu masuk lebih dulu tapi begitu wanitanya itu berada di dekatnya bukannya ucapan terima kasih atau senyuman yang ia dapatkan justru sebuah tatapan sinis dan wajah cemberut yang ia tampilkan.
__ADS_1
Apa-apaan itu! Padahal ia berusaha untuk bersikap baik tapi apa balasan yang ia dapatkan itu. Sepanjang perjalanan tidak ada hal istimewa atau hal menyenangkan yang terjadi karena sejak tadi mereka hanya saling diam tanpa mengatakan sepatah kata pun baik Max maupun Zevana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...