Sekretaris Pribadi Mr. Arogan

Sekretaris Pribadi Mr. Arogan
Episode 78


__ADS_3

Kini mereka sudah kembali ke negara mereka dan sedang dalam perjalanan pulang ke penthouse lagi dan lagi seperti biasanya sepanjang perjalanan mulai dari keluar dari kamar mereka hingga saat ini tidak ada yang membuka mulutnya untuk sekedar berbincang satu sama lain. Tidak, lebih tepatnya saat Max mencoba untuk memulai pembicaraan Zevana selalu diam dan menatap datar dirinya seakan enggan untuk berbicara dengannya karena itu tidak ada pembicaraan lanjutan dari mereka.


Ia bisa mengerti kenapa Zevana marah padanya karena salah satu dari wanita jalangnya datang menghampirinya tapi semua itu bukan salahnya karena ia sama sekali tidak tahu menahu dan tak ada hubungannya dengan kehadiran wanita itu apalagi mengundangnya itu sangat tidak mungkin terlebih saat ia mulai tertarik pada Zee. Dan yang paling ia tidak sukai adalah fakta bahwa bulan madunya hancur dan wanitanya itu sangat marah padanya hanya karena seorang jalang.


Tak lama kemudian mobil yang mereka tumpangi pun sampai di depan apartemen mereka dan Max keluar lebih dulu sembari mengeluarkan barang-barang mereka dari bagasi dan saat ia sudah selesai mengemas semuanya, ia kembali berjalan menuju pintu mobil dan membukakan pintu untuk wanitanya itu.


Zevana menatap datar Max yang tengah menunggunya itu “Aku tidak mau ikut denganmu” ucapnya lalu dengan cepat menyambar pegangan pintu tersebut dan menutupnya dengan kasar.


Max sedikit tersentak karena pintu mobil itu tertutup dengan bunyi yang keras dan belum sempat melakukan apapun mobil itu kembali berjalan meninggalkannya di depan sana, ia menghela nafasnya kasar dan dengan ragu ia melangkahkan kakinya untuk kembali ke apartemennya dengan barang-barang mereka di kedua sisi tangannya.


**


“Zee, ap-” ucap kakaknya itu dengan nada dan tatapan prihatin namun terhenti karena ia bergerak merentangkan tangannya untuk mendapat pelukan dari kakaknya itu.


Zevana menangis dalam pelukan Zack terlebih saat kakak laki-lakinya itu tanpa bertanya banyak hal memeluknya dengan erat, ia mendongak ke atas untuk melihat kakaknya itu yang kini tengah menatapnya khawatir.


Zack mengajak adiknya itu untuk masuk dan saat tiba di dalam Zevana menatap kakaknya itu seakan meminta jawaban kenapa ada saudara-saudara Max di sini dan Zack pun menjelaskannya secara perlahan.


“Aku kaget karena kau tiba-tiba menghubungiku dan mengatakan kau sudah kembali karena kupikir mungkin terjadi sesuatu pada kalian dan aku menghubungi mereka karena kupikir itu lebih baik” jelasnya perlahan dan Zevana hanya mengangguk mengerti, tak mempermasalahkan hal itu.


Zack membawa adiknya itu untuk duduk di sofa bersama dengan yang lainnya “Kau baik-baik saja lalu di mana Max? Apa terjadi sesuatu pada kalian, kenapa kalian kembali secepat ini?” tanya Miller, ia tahu bahwa pria itu juga mengkhawatirkannya.


Zevana terlihat mempertimbangkan jawabannya, ia tidak bisa memberitahu mereka bahwa ia mencintai Max dan pria itu tidak mungkin mencintainya karena jika ia mengatakannya maka semua orang akan tahu bahwa pernikahan mereka itu sebuah kebohongan.

__ADS_1


“Salah satu wanita jalangnya datang kesana dan menghampirinya, aku sangat membencinya” ucap Zee disela isak tangisnya itu.


Miller berpindah tempat duduk ke sebelahnya lalu mengelus pundaknya sebagai bentuk sebuah perhatiannya “Aku tak menyukai itu” isaknya lagi.


“Zee, kau kan tau Max mencintaimu. Mungkin wanita itu salah satu dari masa lalunya dan mungkin juga bahwa dia tidak tahu bagaimana wanita itu bisa ada di sana” ucap Mathew bersuara.


“Aku tahu aku bersikap berlebihan tapi aku sangat tidak suka itu lagi pula itu salahnya sendiri siapa suruh dia punya banyak wanita di masa lalu” ucapnya terus-terusan menghapus air mata yang mengalir di wajahnya.


Mathew mengambil posisi di depannya untuk menatap matanya dan Zevana membalas tatapan itu “Aku.. aku hanya takut dia akan meninggalkanku” ucapnya kembali menangis.


Marchel datang memberikan segelas air putih untuknya agar dirinya tenang lalu kembali ke posisinya “Dia tidak mungkin meninggalkanmu karena dia mencintaimu” ucapnya.


“Padahal belakangan ini aku selalu menunjukkan sisi bahagiaku padanya, dia tidak tahu apa yang aku rasakan akhir-akhir ini” ucap Zee meluapkan semua keluh kesahnya.


Zevana menghapus air matanya lalu menatap kakaknya itu “A-aku tidak tau tapi belakangan ini kondisiku sangat tidak baik. Kadang aku kehilangan nafsu makanku bahkan jika aku memakan itu sekalipun aku pasti memuntahkannya dan suasana hatiku juga sangat buruk mungkin ini karena trauma sejak kejadian di Villa itu” jelasnya panjang lebar.


Zack terperangah “Kau serius, apa kau masih memimpikan kejadian itu? Itu sudah cukup lama sekali Zee, aku pikir kau akan baik-baik saja karena sudah ada Max di sisimu” ucapnya kaget.


Berbeda dengan Zack, Abiezer bersaudara itu saling menatap satu sama lain seperti menyatukan pendapat mereka lewat tatapan mata “Apa kau sering mual di pagi hari?” celetuk Miller.


“Ya, seminggu yang lalu” jawab Zee.


“Apa aku boleh mengatakan sesuatu?” tanya Miller tampak berhati-hati.

__ADS_1


“Ya, bukankah kau sudah bertanya tadi” celetuk Zevana.


Miller kaget dengan respons itu “Oh ya sorry, apa kau mau mencoba menggunakan alat tes kehamilan?” tanyanya dan mendapatkan tatapan tajam dari Zevana.


“Ah kan kemungkinan pasti ada, hanya saja siapa tahu kau sedang mengandung karena biasanya itu disebut Morning sickness yang akan terjadi pada wanita hamil” jelas Miller lagi.


“Untuk apa mencobanya? Itu tidak mungkin terjadi” bantahnya karena itu hanya akan membuatnya semakin berharap yang tidak-tidak saja.


“Bukankah kau harus mencobanya dulu baru bisa dipastikan?” ucap Miller mencoba untuk meyakinkannya.


“Tapi itu omong kosong, come on Miller”


Setelah beberapa saat kini Zevana sudah berada di dalam kamar mandi dengan beberapa alat tes kehamilan dengan merek yang berbeda yang sebelumnya sempat dipesankan oleh Miller lewat online shop.


Ia awalnya tak ingin melakukan semua ini karena itu hanya akan membuatnya berharap akan sesuatu tapi karena paksaan dan desakan dari kakak dan kakak iparnya itu mau tidak mau ia terpaksa melakukannya. Padahal ia mengonsumsi pil pencegah kehamilan bukankah hasilnya sudah pasti bahwa ia tidak mungkin hamil tapi pria-pria itu sangat keras kepala.


Dan kini sudah hampir dua puluh menit ia di dalam kamar mandi bahkan beberapa kali ia mendengar suara gedoran pintu menanyakan keadaannya dan menyuruhnya untuk segera keluar dari sana dan kini sepuluh alat itu sudah ia gunakan semuanya.


Ia menggenggam erat kesepuluh alat tes kehamilan itu ditangannya keluar dari kamar mandi itu dan berjalan menuju ruang tamu dan di sana ia melihat kehadiran ibu dan ayahnya juga mertuanya bahkan Maxime juga ada di sana, sepertinya ia menghabiskan waktu terlalu lama dikamar mandi.


“So, bagaimana hasilnya?” tanya Zack cemas


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2