
“APA YANG KAU LAKUKAN?!” teriak seseorang dari atas tangga dan menghentikan aksi pria yang justru sudah terbirit-birit lari dari hadapannya.
Syukurlah! Syukurlah seseorang datang menolongnya dan menjauhkan bajingan itu dari hadapannya. Tiba-tiba tubuhnya menjadi ringan tanpa beban dan kakinya sudah tidak bisa menopang tubuh ringannya itu sehingga membuatnya terjatuh, terduduk lemas di lantai dengan air mata yang terus mengalir tak henti membasahi pipinya. Rasanya setengah nyawanya baru saja hilang.
Zevana tersentak saat kembali merasakan seseorang menarik tangannya dan dengan cepat ia menepis tangan itu, ketakutannya kembali membesar “Suttt, tenanglah Zee. Ini aku”
Isak tangisnya terhenti sejenak saat mendengar suara yang sangat ia kenali itu yang memberikan rasa aman pada dirinya itu, ia memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya dan melihat ke atas dan benar saja itu adalah Zack saudara laki-lakinya tapi bukannya berhenti menangis, tangisannya justru semakin pecah saat merasakan bahwa sekarang ia sudah aman.
“Kenapa selalu aku, Zack?” tanyanya lirih dengan air mata yang terus mengalir dan Zack langsung menarik adiknya itu ke dalam pelukannya.
Zack tidak harus mengatakan apa saat ini, ia hanya bisa menenangkan adiknya itu “Tidak apa, sekarang kau aman” ucapnya sembari menepuk-nepuk punggung Zevana pelan.
__ADS_1
Di detik berikutnya Zevana dapat merasakan bahwa kini tubuhnya berada di udara, saudara laki-lakinya itu kini sedang menggendongnya ala pengantin dan ia juga dapat merasakan bahwa kini Zack tengah membawanya menaiki tangga. Zevana menenggelamkan wajahnya di dada Zack dan masih menangis histeris di gendongan saudara laki-lakinya itu.
Zack terus membisikkan kata-kata yang dapat menghibur adiknya itu mencoba untuk menenangkannya namun itu tetap tidak berhasil. Zack menurunkan adiknya itu di sisi tempat tidur dan kini ia berada di lantai berjongkok sembari menggenggam mungil tangan adiknya itu dan sesekali menghapus air matanya.
“Aku kotor Zack” ucapnya histeris dan terus menangis “Dia menyentuhku, a-aku aku kotor
“Maafkan aku Zee, maaf” ucap Zack lirih.
Karena tadi ia lebih mementingkan Zevana, ia tidak mengejar pria yang sudah membuat adiknya itu jadi seperti ini karena di saat seperti ini ia tidak boleh meninggalkannya sendiri, mengingat ini bukan pertama kalinya Zevana berada di posisi mengerikan ini.
“Sudah hentikan” perintah Zack saat Zee menarik tangannya dari genggamannya kembali mencoba untuk mengusap kasar wajahnya.
__ADS_1
“Aku akan siapkan air hangat untukmu, mandilah bersihkan tubuhmu oke? Kau bisa melukai tubuhmu jika mengusapnya seperti itu” ucap Zack, tanpa menunggu jawaban dari Zee ia berjalan menuju kamar mandi dan mengisi air di bath up.
Zack sangat kebingungan banyak pertanyaan yang ingin ia ajukan pada Zevana tapi tak bisa mengingat kondisi Zee yang tidak memungkinkan saat ini. Sebenarnya ada di mana semua orang, kenapa hanya ada dirinya dan Zee di sini? Lalu Maxime, di mana sebenarnya pria itu kenapa dia meninggalkan Zee sendiri?!
Zack menghela nafasnya kasar ia bahkan tidak lantas untuk menyalahkan orang lain saat ini karena dia satu-satunya orang yang berada di rumah bersama Zee dan dialah orang yang seharusnya paling pertama berlari ke bawah saat mendengar suara bising sana. Sebelum mendengar suara jatuhnya mangkuk itu Zack sudah bangun namun masih bermalas-malasan di kasurnya dan suara itulah yang membuatnya bangkit dari kasurnya namun sialnya bukan langsung melihat apa yang terjadi ia justru membersihkan diri terlebih dulu. Dan betapa terkejutnya ia saat melihat apa yang terjadi di bawah sana.
“Masuklah, aku akan mencari Max untuk menemanimu” ucap Zack namun di tahan oleh Zee, ia tidak butuh Max saat ini. Ia hanya butuh seseorang menemaninya siapa pun itu tidak harus Max.
“Tidak bisakah kau menemaniku sebentar lagi? Setelah itu aku akan mandi” ucap Zee yang masih berlinang air mata, menatap sendu saudara laki-lakinya itu.
“Tentu saja, kemarilah” ucap Zack kemudian menarik Zee ke dalam pelukannya, Zevana memeluknya seakan hidup dan matinya bergantung pada pria itu.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...