Sekretaris Pribadi Mr. Arogan

Sekretaris Pribadi Mr. Arogan
Ep.54 Menghabiskan Waktu Bersama


__ADS_3

Tidak tahu kapan dan bagaimana kini wajah mereka tak menyisakan jarak lagi, Zee memposisikan tangannya di depan dada bidang dan keras Max itu dengan tangan pria itu yang berada di pinggangnya menahannya agar tak berjauhan.


Zevana memejamkan matanya saat merasakan bibir pria itu tiba di bibirnya, tak ingin nantinya menyesal atau ini akan berakhir Zevana dengan segera mengalungkan tangannya di leher pria itu dan menggerakkan bibirnya selaras dengan Max. Ia merasakan jika Max meminta untuknya membuka mulut memberinya akses masuk, sejenak ia terhenti dan berpikir untuk melepaskan ciuman ini tapi mulutnya justru terbuka memberikan akses pada Max.


Mereka saling ******* dengan Zevana yang mengeratkan tangannya di leher Max lalu kini tangan pria itu sudah berpindah bertumpu pada bokongnya. Beberapa detik kemudian Max melepaskan tautannya lalu beralih ke rahang lalu berakhir di leher Zevana dan mulai bermain dan membuat beberapa tanda merah keunguan di sana.


“Lompat” bisik Max dengan suara paraunya tepat di telinga Zevana.


Zevana menatap Max kebingungan “Um?”


Max tak memberikannya jawaban dan Zevana hanya mengikuti perintah Max lalu melompat dan pria itu menangkap tubuhnya kini Max menggendongnya seperti koala dengan kakinya yang melingkar di pinggang Max dan tangannya berada di belakang kepala Max. Dan Max menahan tubuhnya dengan tangan di bokongnya lalu mereka bergerak bahkan Max memintanya untuk membukakan pintu kamar dan pria itu kembali bermain di setiap sisi lehernya.

__ADS_1


Zevana mengerang frustasi, sepertinya ia sudah kehilangan akalnya. Kini ia bahkan mendongakkan kepala Max untuk menatapnya lalu mencium bibir pria itu dan ia memulai memimpin permainannya, ia bahkan bisa merasakan jika kini pria itu menyeringai di bibirnya.


Entah apa yang terjadi padanya, ia memindahkan salah satu tangannya di leher turun ke bawah kemeja Max dan memasukkan tangannya ke bawah, kini giliran dirinya yang menyeringai saat mendengar prianya itu mengerang.


Tautan mereka kembali terlepas saat Max merebahkan tubuh Zevana di kasur dan dengan cepat kini pria itu sudah berada di atas Zevana yang bersungut mundur namun tubuhnya kembali di rebahkan oleh Max. Ia kembali menyerang leher Zevana dan saat yang sama wanitanya itu menggerakkan jarinya ke tubuhnya membantunya melepaskan jasnya bahkan kemejanya sekaligus.


Dalam beberapa detik kini baju mereka sudah terlepas dan berserak di lantai bawah karena di lempar satu sama lain, kini Max mulai menurunkan celananya kemudian mulai menurunkan rok ketat Zevana dan kembali menyerang bibir Zevana.


“Y-ya” jawab Zevana dengan suara yang sedikit bergetar, mungkin karena jantungnya yang berdegup kencang dan hasratnya yang sudah memuncak membuat suaranya jadi bergetar.


Setelah melepaskan ****** ***** wanitanya, ia juga melakukan hal yang sama. Ia menyeringai saat melihat wanitanya itu terkejut saat melihat *miliknya “Apa setelah ini masih berpikir bahwa ini layak untuk dipotong?” tanya Max menjahili Zevana.

__ADS_1


Dan benar saja kini wanitanya itu tersentak kaget karena pertanyaannya dan seketika wajahnya semakin memerah bersemu karena malu. Max tersenyum menahan tawanya saat melihat reaksi Zevana lalu mengacak pelan rambut panjang Zevana dan kini ia sudah berada di antara dua paha Zevana melakukan aksinya mengecup bagian paha dan *milik wanitanya itu.


Zevana menggeliat tak tentu arah lalu beberapa menit kemudian ia tersentak dan menjerit karena Max tiba-tiba memasukkan miliknya ke bawah sana tanpa pemberitahuan sebelumnya.


“Kau masih perawan?” tanya Max saat miliknya sudah masuk ke dalam sana.


Zevana yang awalnya menutup matanya karena menahan sakit di bawah sana karena sobekan langsung membuka matanya saat mendengar pertanyaan Max yang entah kenapa terdengar kaget dan penuh kekhawatiran.


“Y-ya, tolong perlahan karena itu sangat sakit” ucap Zevana lirih dan menatap dalam Max.


Maxime terlihat ragu namun ia tak mungkin mengeluarkan miliknya dari bawah sana ia bahkan ia sudah mengambil keperawanan wanita di bawahnya itu. Max bergerak perlahan sesuai keinginan Zevana, ia tak ingin menjadikan pengalaman pertama wanitanya itu menjadi tak menyenangkan dan perlahan gerakan semakin menyesuaikan dan setelah beberapa saat mereka pun saling menikmati satu sama lain.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2