Sekretaris Pribadi Mr. Arogan

Sekretaris Pribadi Mr. Arogan
Ep.6 Pria Arrogant+Mesum


__ADS_3

Maxime yang berdiri di samping Zevana mengambil langkah untuk menekan tombol lantai yang akan mereka tuju dan saat itu Zevana tersentak kaget dan berjalan mundur menjauh dari Maxime membuat pria itu mengernyitkan keningnya sembari menahan tawanya.


“A-apa yang Anda lakukan? K-kenapa merangkul pinggangku” ucap Zevana tak terima


“Aku hanya membantumu berjalan karena kau diam membatu di sana” jawabnya santai.


TIGA PULUH MENIT YANG LALU


Kini jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi, di dalam sebuah ruangan ganti yang mewah, besar dan di penuhi dengan barang branded ada seorang pria yang tengah memasang dasi di lehernya siap-siap akan berangkat kerja.


Saat memilih jam tangan yang akan ia kenakan terdengar suara helaan nafas kasar memenuhi ruangan hening itu, ia benar-benar tidak ingin berangkat kerja karena mulai hari ini ia akan melihat seorang wanita gila di kantornya. Jujur saja setelah kejadian semalam rasa kesalnya belum hilang sedikit pun terhadap wanita gila itu karena baginya perkataan jujur wanita itu sama dengan penghinaan untuknya.


Memang kata-kata seperti itu bukan pertama kalinya ia dengar karena itu juga sering dikatakan oleh keluarganya dan teman dekatnya atau beberapa dari wanita yang pernah tidur dengannya, hanya saja konteksnya berbeda karena wanita gila itu pertama kali bertemu dengannya dan tak mengenal satu sama lain bahkan rasanya saling berpapasan pun tidak pernah tapi dengan mudahnya mengatakan semua itu tentang dirinya.


Maxime kembali berjalan ke arah kamar tidur mengambil kunci mobilnya dan memutuskan untuk pergi ke kantor, entah apa yang ada di pikirannya saat ini padahal ia tidak ingin ke kantor tapi malah pergi sepagi ini.


Setelah dua puluh lima menit berkendara akhirnya ia sampai di depan gedung mewah yang sangat ia banggakan itu Maxmillions Company, meskipun ia tidak membangun perusahaan itu di awal namun ia mempunyai sejarah besar dengan perusahaan keluarganya itu karena berkat dirinya kini perusahaan ini di kenal banyak orang dan tentunya menjadi perusahaan besar di negaranya ini.


“Selamat Pagi Tuan” sapa penjaga pintu menyapa penuh hormat kepadanya dan Maxime membalasnya dengan anggukkan kecil dan senyuman ramah.

__ADS_1


Tentu saja di pagi seperti ini sebuah senyuman sangat wajib agar harinya terasa menyenangkan. Saat berjalan memasuki bangunan megah itu matanya tertuju pada seseorang yang ia kenal pasti sedang berdiri berbincang dengan Molly di meja resepsionis, ah daripada berbincang lebih terlihat seperti berargumen dan Maxime pun memutuskan untuk menghampiri dua wanita itu.


Maxime tahu pasti apa yang sedang dua wanita itu bicarakan dan saat sampai di sana ia pun menjelaskan pada Molly si wanita resepsionis itu dan memintanya agar memberikan akses pada wanita di hadapannya ini karena wanita itu adalah sekretaris pribadinya yang baru Zevana Afsheen.


Maxime yang menyadari bahwa ada seorang pria yang mengintai wanita di hadapannya ini karena wanita itu tidak bergerak sedikit pun dari tempatnya Maxime pun memilih untuk menarik wanita itu segera menuju lift, bukan menarik lengannya Maxime justru menarik wanita itu dengan tangan yang ia lingkarkan di pinggangnya.


Dan sebelum akhirnya wanita itu menyadari apa yang baru saja ia lakukan, wanita gila itu sedikit menggemaskan di saat seperti ini tapi setelah mendengarnya meledak wanita itu benar-benar menyebalkan.


“Kenapa Anda menempatkan tangan Anda di pinggang saya? Bukankah Anda tidak menyukai saya? Sebenarnya apa masalah Anda?” teriak Zevana meledak.


Maxime menghela nafasnya kasar “Dengar ini pertama jangan berteriak di hadapanku, kedua di larang berkata kasar bukankah kau juga mengerti tata krama terhadap seorang atasan? dan ketiga aku tidak tertarik padamu jadi simpan saja pemikiran itu untukmu sendiri” ucapnya dingin.


“Jangan membantah. Yang ke empat jangan membantahku cukup dengarkan dan turuti saja perkataanku, aku rasa jawabanku tadi sudah cukup jelas nona Afsheen”


“Tidak satu pun dari yang Anda katakan menjawab pertanyaan saya, apa Anda bahkan tidak bisa membedakan jawaban dan perintah? Anda hanya memerintah saya”


Maxime bisa gila menghadapi wanita ini selain menyebalkan dia juga sangat keras kepala “Karena kau karyawan baru mungkin kau tidak mengetahui hal ini, di sana ada pria yang bernama Blake yang sedang memperhatikan kau dan Molly asal kau tau saja reputasi pria itu sangat buruk dan terkenal suka meniduri karyawan perusahaan ini dan karena itu tak sedikit wanita yang waswas karena itu”


Zevana mengernyitkan keningnya tak percaya bahkan ia tidak melihat siapa pun di sekitarnya tadi “Mungkin ini terdengar konyol untukmu tapi aku tidak bisa memecatnya karena tidak ada bukti dan hanya laporan terlebih pria itu sangat kompeten dalam pekerjaannya” ucap Maxime

__ADS_1


“Dan lagi pula itu urusan pribadi mereka jadi tidak terlalu menggangguku tapi kau adalah asisten pribadiku jika kau yang mengalaminya mungkin aku harus mencari pengganti yang baru lagi karena aku rasa kau akan mengundurkan diri dari sini, aku tidak ingin repot dan membuang banyak waktuku lagi hanya karena harus mencari penggantimu” jelasnya lagi


Zevana mendengar itu dengan saksama ia mengerti dan mempercayai ucapan Maxime karena itu terdengar serius, ia menjadi merasa sedikit bersalah karena sudah berteriak bahkan ingin berterima kasih setelah semua ini membuatnya malu.


“Jadi tidakkah seharusnya kau berterima kasih padaku yang sudah menyelamatkanmu? Aku bahkan membawamu naik ke lift pribadiku” ucapnya sombong penuh kemenangan.


“T-terima kasih Tuan, m-maaf karena sudah berteriak” ucap Zevana menunduk sembari merutuki dirinya, harga dirinya benar-benar telah hilang.


Maxime memasukkan kedua tangannya di saku celananya “Jika aku tidak menyelamatkanmu mungkin kau, wah bahkan memikirkannya saja membuatku tidak akan bisa tidur” ucapnya sombong.


Zevana menatap Maxime penuh tanda tanya “Bagaimana mungkin ada pria searogan ini?” batinnya.


“Sekali lagi terima kasih karena sudah menyelamatkan saya Tuan, Anda sangat LUAR BIASA” ucap Zevana menekankan kalimat akhirnya.


Maxime tertawa pelan dan mendekat ke arah Zevana dan merendahkan kepalanya kemudian berbisik tepat di telinga wanita itu “Ya aku sering mendengarnya terlebih saat berada di lift”


Setelah mendengar perkataan yang baru saja keluar dari mulut pria itu Zevana mengangkat kepalanya dan menatap tajam ke arahnya. Maxime yang melihat itu pun menyeringai kemudian melangkahkan kakinya menjauh bersamaan dengan pintu lift yang terbuka dan meninggalkan Zevana di dalam sana terperangah dan masih menatapnya tajam.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2