Sekretaris Pribadi Mr. Arogan

Sekretaris Pribadi Mr. Arogan
Episode 79


__ADS_3

“I don’t know tapi ini positif” ujarnya dengan suara rendah lalu menggelar alat tes kehamilan itu ke atas meja untuk mereka liat.


Maxime mengambil satu alat tersebut dan semua itu benar-benar menyatakan bahwa Zevana positif hamil, ia syok dan tak menyangkanya.


“Ini tidak mungkin” kata yang pertama kali keluar dari mulut Max membuat Zevana menatap kearah Max “Kau meminum pilnya bukan? Lalu kenapa bisa hamil, ini tidak mungkin” ucapnya lagi.


Dari semua perlakuan dan perkataan kasar Max kepadanya, inilah yang paling menyakitkan untuknya. Ia juga tidak tahu kenapa semua ini bisa terjadi tapi apa harus menyangkalnya seperti itu?


“Nak, pil itu tidak bisa 100% dijadikan alat untuk mencegah kehamilan dan semua itu tergantung situasi dan kondisinya bahkan meski kau menggunakan pengaman setiap kali melakukannya itu tidak bisa membuat kalian aman seratus persen” jelas ibunya dengan lembut.


“Tapi itu pil terbaik” gumam Max lagi namun itu hanya bisa didengar oleh Zevana, ia terlihat seperti orang yang sangat kebingungan.


Zevana dengan ragu meraih jemari Max dan menatap prianya itu berharap agar Max melihat kearahnya, Max tidak bicara padanya dan itu membuat suasana ini menjadi lebih mencekam.


Bukankah dia seharusnya mengucapkan selamat untuknya padahal mereka berada di depan yang lainnya “Tolong katakan sesuatu, Max” lirihnya.

__ADS_1


Zevana terus berusaha agar membuat Max menatapnya, ia ingin melihat sesuatu di mata dan wajah Max seperti perasaan perhatian atau cinta tapi sebelum itu semua Max melepas tangannya begitu saja berdiri dan keluar dari sini.


Itu menyakitkan!


Begitu memastikan bahwa punggung itu sudah benar-benar menghilang dari sana Zevana yang rasa tak sanggup harus melihat wajah yang lainnya pun berjalan ke kamar Zack dan mengunci pintunya dengan segera.


Ia mendengar semua orang meneriaki namanya membujuknya untuk keluar tapi ia tidak bisa, tubuhnya terasa lemah kakinya lunglai hingga terduduk di depan pintu kamar tersebut dengan air mata yang terus mengalir.


Dia merusak segalanya bahkan sekarang tidak perlu menunggu setahun untuk mereka berpisah, jika ini semua tidak terjadi pasti ia masih memiliki banyak waktu bersama Max lagi tapi sekarang itu tidak mungkin melihat Max yang pergi meninggalkannya begitu saja setelah mengetahui berita kehamilannya itu.


Sialnya ia tidak bisa marah atau menyalahkan semua ini kepada Max karena dari awal pria itu sudah mengatakan bahwa ia tidak ingin memiliki anak. Zevana meletakkan tangannya di atas perut ratanya itu, ini adalah tanda cintanya dengan Max meskipun ia tidak bisa membuat Max jatuh cinta padanya bukan tidak bisa ia bahkan tak dapat melakukannya sebelum dapat memastikan cinta atau tidak Max kepadanya.


Dengan langkah yang berat dan lemah ia berjalan menuju tempat tidur, lalu berada di atasnya menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya dengan suara isak tangis yang perlahan terdengar sayup karena ia telah tertidur dengan lelapnya.


**

__ADS_1


Disisi lain kini Max berada di dalam mobilnya yang masih terparkir di basemen apartemen Zack, ia belum pergi jauh dari sana karena ia tidak tahu harus pergi ke mana dengan pikiran yang seperti ini.


Ia tahu seharusnya ia tidak keluar dari sana tapi ia sama sekali tidak tau harus berbuat apa dan jujur saja ia sangat tidak percaya jika Zee hamil, dokter itu menipunya.


Terlebih dari itu semua masalahnya ada pada dirinya, apakah ia siap untuk menjadi seorang ayah? Ia tahu bahwa itu butuh sembilan bulan lamanya sampai ia resmi menjadi seorang ayah tapi tetap saja apakah itu semua mungkin?.


Zevana sedang mengandung seorang bayi, maksudnya itu adalah anaknya dan juga Zevana anak mereka bersama dan ia tidak mungkin meninggalkan anaknya begitu saja.


Maxime menyeringai ketika sebuah ide bagus terlintas dikepalanya “Aku tidak percaya, ini adalah hal yang terbaik dalam hidupku” ucapnya.


Maksudnya dengan ini semua, ia bisa menjadikan anak mereka sebagai alasan agar tetap menahan Zevana disisinya dan ia yakin Zevana juga tidak mungkin menolak karena orang tua mana yang ingin anaknya hidup tanpa seorang ayah atau ibu disisi mereka.


Ia bukan hanya mendapatkan anak dari Zevana tapi ia juga mendapatkan ibu dari anaknya, ia mendapatkan sebuah keluarga kecil baru. Sekarang yang harus ia lakukan adalah menjaga dan meyakinkan Zevana untuk tetap di sampingnya meskipun tidak memungkinkan untuknya mengatakan cinta ia bisa menggunakan anak mereka sebagai tameng.


Selama ia bisa membuat Zevana terus di sampingnya apa pun itu alasannya tidak jadi masalah untuknya.

__ADS_1


Sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk kembali menemui istri dan calon bayinya itu Max memutuskan untuk pergi ke suatu tempat terlebih dahulu karena ia pikir di saat seperti ini ia harus memberikan hadiah sebagai ucapan terima kasih karena telah mengandung anaknya dan akan tetap bersamanya selamanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2