Sekretaris Pribadi Mr. Arogan

Sekretaris Pribadi Mr. Arogan
Ep.27 Aku Punya Dia Disampingku


__ADS_3

Zevana membalik tubuhnya was-was menghadap ke arah pria itu, ia perlahan mundur ketika Steven memantapkan langkahnya maju mendekat ke arahnya hingga akhirnya langkah Zevana pun terhenti saat tubuhnya sudah mentok ke pinggiran wastafel.


Tidak lagi, ia tak boleh berhubungan dengan pria ini lagi “Steven, t-tolong hentikan ini”


“Kau tau sayang meski kau sudah bertunangan dengan Maxime sekalipun hal itu tidak membuatku menyerah untuk mendapatkan apa yang aku inginkan” ucap Steven menyeringai, suasana di antaranya sangat tidak bagus.


Pria itu sekarang berdiri tepat di depannya hanya ada jarak satu inci di antara mereka, Steven menggerakkan kepalanya ke leher Zevana sampai ia bisa merasakan nafas pria itu di lehernya.


Ia rasa air matanya akan segera jatuh “Please, jangan lakukan ini Steven. Kumohon” ucap Zevana memohon pada pria itu.


Zevana merasa tak berguna memohon karena Steven sama sekali tak mendengarkannya “K-kau tak akan pernah bisa mendapatkan apa yang kau inginkan dulu maupun sekarang karena kini aku punya Maxime di sampingku, kau tak akan pernah bisa”


Steven hanya menyeringai sembari tertawa pelan meremehkannya “Jika Maxime tau tentang ini kau akan kehilangan kesepakatan dengannya”


Zevana berusaha mengancam Steven untuk mematahkan semangat pria itu dan menggagalkan rencananya, ia juga sangat tahu Maxime tidak mungkin membiarkan kesepakatan mereka hilang hanya karena masalahnya yang bahkan tak ia ketahui sama sekali.

__ADS_1


Steven tak menghiraukan ucapannya itu mungkin pria itu sangat tahu Maxime bukan tipe pria yang lebih mementingkan wanita karena pekerjaannya jauh berada di atas di antara yang lainnya.


Steven meletakkan tangannya di samping tubuh Zevana mengurung wanita itu dalam kurungannya “Terakhir kali ada adikmu yang menyelamatkanmu tapi sekarang tidak ada siapa pun yang akan menyelamatkanmu” ucapnya remeh.


“Maxime? Apa kau sebegitu yakin jika pria itu akan datang untuk menyelamatkanmu? Bukankah kau yang paling tahu kalo dia bukan pria seperti itu” entah bagian mana yang lucu tapi pria itu sedang tertawa saat ini di hadapannya.


Zevana tak bisa membantah itu karena Maxime seperti itulah orangnya tapi saat ini ia benar-benar sedang tak baik-baik saja, tubuhnya menggigil dan ia tak bisa mengatasi ini “Kamu, t-tidak kau salah. Aku punya Maxime sekarang”


Memang benar kalo pria itu tak peduli padanya meski hanya sedikit saja tapi setidaknya saat ini ia bisa menggunakan nama pria itu untuk mengancam bajingan di depannya ini.


Kalah telak, meskipun ia ingin menyangkalnya tapi tak bisa diabaikan karena ia sangat tahu tentang itu. Steven meraih dan mencengkeram erat pinggangnya secara paksa kini Zevana berakhir dalam pelukan pria itu, saat ia membuka mulut untuk mengatakan sesuatu Steven sudah terlebih dahulu menempelkan bibirnya pada bibir Zevana serta lidahnya yang menerobos masuk dan terjadilah ciuman secara sepihak dari Steven.


Zevana menempatkan tangannya di dada Steven berniat untuk menjauhkan tubuhnya kungkungan pria itu namun sia-sia, tak banyak ruang untuknya bergerak karena Steven mencengkeram erat pinggangnya namun dengan semua kekuatannya dan tekadnya ia berhasil mengangkat lututnya dan mengarahkannya pada kejantanan pria itu.


Ia tak mengulur waktu lebih lama lagi saat Steven meringis terjatuh dengan memegang kejantanannya, ia mendorong kuat tubuh Steven dan berlari menuju pintu saat hendak menggapai ganggang pintu tersebut tubuhnya justru terjatuh karena kakinya yang tak sengaja saling terpaut, entah apa yang terjadi sesudahnya tapi kini Steven sudah berada tepat di atas tubuhnya.

__ADS_1


Matanya menahan amarah dan penuh tekad itu sangat mengerikan, Zevana meletakkan tangannya di dada Steven mencoba mendorongnya tetapi itu tidak ada gunanya.


"Kau baru saja memperburuk keadaan, sayang” bisiknya, itu sangat menyeramkan.


Kini bibir Steven berakhir di leher mulus Zevana, ia bahkan bisa merasakan kulitnya dihisap bajingan itu dan ia tak menyukainya sedikit pun, ia bisa merasakan air matanya jatuh saat memikirkan tentang apa yang akan terjadi.


Tolong jangan biarkan itu terjadi. Ia terus mencoba berontak dan berteriak agar Steven berhenti tapi dia justru menggenggam tangan Zevana dan menggunakan tangan yang lain untuk meredam teriakan Zevana.


Sekali lagi ia hanya bisa terdiam saat tangan Steven menjalar dan meremas-remas payudaranya namun saat ia merasakan tangan itu menjalar menuju pahanya seketika beban di atas tubuhnya hilang dan dengan penasaran ia pun membuka matanya untuk melihat apa yang terjadi.


Maxime, itu benar-benar Maxime. Zevana bernafas lega ia tak bisa menahan air matanya lagi dengan cepat ia langsung berlari ke belakang tubuh Maxime dan menangis tersedu-sedu di sana.


Dengan gemetar ia menyeka air matanya saat Maxime berjalan ke arah bajingan itu “Ini tidak seperti yang kau pikirkan, Max” bantah Steven.


Apa yang bajingan itu coba lakukan sekarang???

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2