
Maxime bangun lebih awal tidak seperti hari-hari biasanya, hari ini perasaannya dalam keadaan baik bahkan hanya dengan membuka mata dan melihat Zevana yang masih tertidur lelap dalam pelukannya saja membuatnya jadi tak bisa menahan senyumannya.
Ia tidak pernah menyangka bahkan membayangkan jika hal-hal kecil seperti ini akan membuatnya bahagia. Dia sangat cantik mata coklatnya serasi dengan rambutnya yang panjang bergelombang halus dan tawanya bahkan senyumannya sekalipun bisa membuat harimu berubah.
Memang benar kata orang-orang jika ingin mengetahui lebih banyak tentang wanitamu maka pandangilah wajahnya saat kau bangun dan sebelum tidur. Ini memang bukan pertama kalinya mereka tidur bersama tapi ini pertama kalinya ia memperhatikan wanitanya itu dengan sangat detail.
Sebelumnya saat pertama kali bertemu mereka mendapat kesan yang buruk satu sama lain dan hal yang pertama terlintas di pikirannya adalah ‘dia wanita jalang’ ya anggap saja mungkin saat itu karena pertemuan pertama mereka tidak berjalan dengan baik. Dan ia pikir wanitanya itu hanya wanita manja yang akan menjadi beban keluarganya dan selalu harus mendapatkan apa yang ia inginkan tapi begitu mengenal lebih jauh Zevana sama sekali tidak seperti yang ia bayangkan.
Tentang fakta bahwa Zevana adalah keluarga Afsheen ia sama sekali tidak tahu tentang hal itu dan saat mereka bertemu di kantor Justin ia malah berpikir bahwa Zevana adalah teman tidur Justin karena itu ia jadi sedikit tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang wanitanya itu. Dan tentang ancaman yang pernah ia berikan itu hanya omong kosong bagaimana mungkin ia bisa mengancam keluarga wanitanya itu padahal ia sama sekali tidak mengenalnya tapi karena reaksi yang diberikan wanitanya itu ia jadi tahu bahwa wanita itu berada di keluarga yang berada tapi ia sama sekali tak berpikir bahwa itu keluarga Afsheen. Saat ia mengumumkan tentang pertunangan ia pikir itu menyenangkan karena ia menyukai setiap tanggapan yang diberikan wanita itu dan saat pertemuan keluarga terjadi ia benar-benar merasa tertipu karena fakta bahwa wanita itu adalah adik dari sahabatnya.
Meskipun awalnya hubungan mereka tidak berjalan lancar tapi beberapa minggu terakhir ini ia merasakan suatu yang aneh dengan dirinya terhadap wanita itu dan semakin mengenalnya ia semakin menyukai sisi baik, lembut wanitanya itu. Dan yang paling membuat hatinya berdebar-debar adalah meskipun ia sibuk sepanjang hari berlarian kesana kemari, merencanakan segalanya untuk pernikahan tapi ia tidak pernah mendengar wanita itu mengeluh sedikit pun kepadanya dan selalu kembali dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
Dan yang paling menakjubkannya lagi meskipun ia lelah ia tetap kembali dan membuatkannya makan malam padahal ia sudah mengatakan kepadanya beberapa kali bahwa mereka bisa makan di luar atau memesannya tetapi dia mengatakan bahwa tidak baik baginya untuk bekerja begitu keras sepanjang hari dan makan di luar. Wanitanya itu sangat-sangat menakjubkan!
__ADS_1
Ia berencana untuk merubah sifat dan perlakuannya selama ini kepada wanitanya itu dan ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa mulai hari ini ia akan memperlakukan wanitanya itu bagaikan ratu. Ia melihat ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan setengah tujuh pagi mereka tidur cukup lama, Max bangkit perlahan agar tak mengganggu tidur Zevana dan mengenakan pakaiannya lalu berjalan menuju kamar mandi untuk sekedar mencuci mukanya.
Setelahnya ia keluar dari kamar tersebut menuju dapur dan di sana ia melihat sosok pemilik apartemen yang tengah duduk santai dengan setelan jasnya sembari menyesap kopinya “Kau kembali? Wah kau memang sulit dipercaya” ucapnya menyapa Zack.
“Aku meninggalkan barang pentingku” ucap Zack sembari menunjukkan ponselnya “Lagi pula aku baru kembali tadi pagi dan kalian.. kalian sangat sulit dipercaya berada di rumah orang lain seharian terlebih saat pemilik rumah tidak ada” protesnya.
“Kau baru saja kembali?” tanya Max lagi
“Ya tentu saja, kau pikir aku akan kembali meski tau hal gila apa yang akan kalian lakukan” ucapnya.
Max melirik sekilas ke arah Zack yang sedari tadi menatapnya dengan kegelisahan yang terlihat jelas di matanya “Katakan saja, kau ingin mengatakan sesuatu padaku bukan?” tebaknya.
Zack menghela nafasnya kasar “Kau tau bukan sebelum dia bersamamu, aku selalu menjaganya bahkan saat dia tidak memiliki seorang teman pun di sampingnya aku selalu ada untuknya tapi sekarang dia sudah menikah dan ada kau di sampingnya. Mungkin aku sedikit terlambat untuk mengatakan ini tapi setelah kejadian kemarin kupikir aku harus mengatakannya dan melupakan sebentar tentang pertemanan kita”
__ADS_1
Max menghentikan kegiatannya dan membiarkan Zack melanjutkan perkataannya “Jangan sakiti adikku! Dia sudah melalui banyak hal buruk dalam hidupnya padahal dia wanita yang baik tapi aku tidak mengerti kenapa dia selalu disakiti. Aku hanya ingin dia bahagia karena dia berhak bahagia lalu jika kalian punya masalah tolong katakan padanya dengan baik buat dia paham agar dia tak tersakiti” ucap Zack lagi.
“Aku melihatnya, aku melihat wajahnya sedihnya yang seakan memohon padamu tapi kau pergi begitu saja. Dia tidak ingin keluar dari kamar setelah kau pergi, dia terlihat patah hati dan aku sangat tidak suka melihat adikku memasang wajah seperti itu karena kupikir karena ada kau dia akan bahagia karena kau pria pilihannya. Jadi karena itu aku mohon jangan pernah menyakitinya lagi apapun permasalahannya”
Pada akhirnya Maxime hanya bisa tertunduk malu, ia tahu kalau ia penyebab rasa sakit yang diderita wanitanya itu tapi saat itu ia benar-benar tidak mengetahuinya karena ia pikir wanitanya itu tidak mencintainya.
“Itu juga membuatku terluka. Aku berjanji padamu mulai dari sekarang aku akan lebih memperhatikan sikapku kepadanya dan aku akan membuatnya bahagia dan menjaganya dengan baik menggantikanmu” ucap Max meyakinkan sahabat sekaligus iparnya itu.
Zack bangkit dari kursinya sembari melihat ke arah jam tangannya lalu menghela nafasnya lega “Aku sudah mengatakan yang ingin kukatakan kalau begitu aku akan pergi dulu, tolong pastikan mengganti sepreiku” ucapnya diakhiri dengan tawa.
Beberapa menit setelah Zack pergi Max pun akhirnya menyelesaikan hidangan untuk sarapan mereka dan untuk yang terakhir ia menuangkan susu ke gelas untuknya dan Zevana, ia menata semuanya di satu nampan dan membawanya kembali ke kamar dan begitu sampai ia disuguhkan dengan pemandangan yang tenang karena wanitanya itu masih tertidur lelap.
‘Haruskah aku membangunkannya?’
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...