Sekretaris Pribadi Mr. Arogan

Sekretaris Pribadi Mr. Arogan
Ep.62 Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Zevana tersentak lalu mendongakkan kepalanya sembari tersenyum manis saat melihat calon ibu mertuanya berdiri di depan meja kerjanya, kedatangan calon mertuanya itu tak lain tak bukan adalah karena hari ini mereka berencana untuk pergi bersama mempersiapkan beberapa hal untuk pesta nanti.


“Tunggu sebentar, ma” ucapnya


Lalu dengan sedikit terburu-buru ia menyimpan data-data yang sudah ia edit tadi dan mematikan komputernya lalu dengan cepat mengemas barang-barangnya ke dalam tasnya. Saat baru saja ia bangkit dari duduknya perhatian mereka teralihkan karena Maxime yang baru saja keluar dari ruangannya.


“Hai ma” sapanya sembari menutup kembali pintu ruangannya.


Ibunya tersenyum hangat melihat kehadiran putranya itu “Oh, halo sayangku” sapanya balik dan mendekat menepuk bokong putranya itu.


Zevana yang melihat bagaimana calon ibu mertuanya itu memperlakukan Max tak dapat menahan tawanya dan kini ia mendapat tatapan tajam dari pria itu, seorang pria arogan yang tak peduli pada siapa pun itu diperlakukan bagai anak bayi oleh ibunya.


Zevana mendekat ke arah sepasang anak dan ibu itu dan di detik yang sama bakal calon mertuanya itu langsung mengapit lengannya sembari tersenyum manis.


“Ayo kita pergi, sudah lama sekali sejak terakhir aku menemani Sylva menyiapkan pernikahannya” ucap Jessica terlihat bersemangat “Ini akan sangat menyenangkan” ucapnya lagi meyakinkan calon mantunya itu.


Zevana tertawa pelan melihat calon ibu mertuanya itu sangat bersemangat, baru saja mereka akan melangkah dan kembali dihentikan oleh Max dan perkataan terakhirnya membuat Zevana sedikit merinding dan juga tersipu malu.


“Berhati-hatilah, ibu jangan biarkan istriku terlalu lelah karena malam ini kami punya urusan yang membutuhkan banyak tenaga” ucap Max mengedipkan sebelah matanya.


Zevana hanya tersipu malu mendengar itu sedangkan ibunya juga tersipu malu diiringi dengan tawa yang cukup menggelegar “Baiklah, tapi Max dia belum resmi jadi istrimu” ledek ibunya.


Setelah mengatakan itu Jessica langsung menarik tangan Zevana agar segera menjauh dari sana menuju lift meninggalkan Maxime yang tersenyum sendiri di depan ruangannya itu namun ketika pintu lift itu tertutup Max kembali memasang wajah datarnya kemudian masuk ke dalam ruangannya.


Ia kembali ke meja kerjanya dan meraih ganggang telepon dan menekan nomor yang menyambungkan ke meja sekretarisnya.


“Siapkan ruang rapat sekarang” perintahnya

__ADS_1


“Baik tuan” jawab sekretarisnya itu dan Max langsung mematikan sambungan tersebut setelah menerima jawaban.


Di sisi lain, begitu keluar dari lift dan sampai di lantai bawah para pegawai yang berada di lantai bawah menunduk hormat saat bertemu pandangan dengan dirinya dan ibu mertuanya yang notabenenya istri presdir itu dan jujur saja Zevana yang berada di sebelahnya merasa tidak nyaman dengan perlakuan hormat seperti itu.


Mereka keluar dari gedung mewah tersebut dan langsung masuk ke dalam mobil mewah Mercedes Benz berwarna hitam itu, mereka duduk di kursi belakang karena ibu mertuanya itu datang dengan sopir pribadinya. Begitu pintu mobilnya tertutup mereka langsung jalan meninggalkan kawasan perusahaan dan pergi ke salah satu toko kue yang bisa membuat kue pernikahan.


Meskipun menggunakan jasa W.O tapi setidaknya untuk dress dan cake ia ingin mengurusnya sendiri agar pernikahan ini terasa sedikit nyata untuknya meskipun ia sangat paham kalau ini hanya sekedar sandiwara saja, biarpun begitu ia ingin melakukan hal seperti ini untuk dirinya sendiri.


Setelah setengah jam di perjalanan akhirnya mereka pun sampai di toko kue yang mereka tuju, sesampainya mereka langsung masuk ke dalam toko tersebut.


“Selamat siang, nona dan nyonya. Ada yang bisa saya bantu?” tanya salah satu karyawan toko tersebut.


Zevana tersenyum ramah “Selamat siang, saya ingin memesan kue pernikahan” ucapnya.


“Kalau boleh tau untuk kapan ya?” tanya pelayan itu lagi


Karyawan toko tersebut tampak bingung “Maaf sebelumnya, apa Anda sudah membuat janji?” tanyanya lagi.


Zevana memasang wajah seperti melupakan sesuatu dan hal itu membuat calon ibu mertuanya itu sedikit panik “Ah, ya tentu. Itu dibuat atas nama Zevana Afsheen” ujarnya tertawa pelan.


Jessica ikut tertawa lega begitu pula dengan karyawan toko tersebut karena tenggat waktu pernikahan tidak lama lagi dan cake dalam sebuah pernikahan sangat penting menurutnya.


“Kalau begitu silakan duduk dulu nona, nyonya. Saya akan panggilkan manajer dulu” ucap karyawan itu lalu bergegas menuju ruangan manajer toko tersebut.


Tak lama kemudian manajer toko tersebut datang menghampiri mereka dengan beberapa buku katalog di tangannya “Halo, selamat siang Ms. Afsheen dan halo Ny. Abiezer” sapanya ramah.


Zevana sedikit kaget terheran-heran dan menerka-nerka bagaimana manajer toko tersebut bisa mengetahui ibu mertuanya itu dan begitu pula dengan Jessica yang memikirkan hal yang sama bahkan ia pikir mungkin manajer toko tersebut salah satu teman sekolahnya dulu.

__ADS_1


“Bagaimana Anda tau dengan ibu mertua saya?” tanya Zevana yang tak bisa menahan rasa penasarannya.


Manajer toko tersebut tertawa pelan “Tentu saja tahu, saya tidak yakin ada wanita seusia saya yang tidak mengenali nyonya Abiezer” jelasnya.


Mendengar itu Zevana hanya menganggukkan kepalanya setuju dan ikut tertawa pelan bersama ibu mertuanya serta manajer toko itu. Kembali ke topik pertemuan, manajer tersebut memperlihatkan dua katalog yang satu bertema estetik dan yang satu bertema glamor.


Jessica mengambil katalog yang bertema glamor dan menyuruh Zevana untuk melihat-lihat cake di katalog tersebut dan benar saja di setiap lembar katalog tersebut kue-kuenya sangat mewah dan pastinya dengan harga yang mahal.


Bukan pelit atau perhitungan tapi untuk cake yang hanya di makan beberapa potong itu rasanya sangat sayang sekali untuk menghabiskan uang tiga-empat ribu pound sterling untuk satu kuenya.


Setelah melihat hingga habis katalog tersebut ia tidak ada melihat kue dengan harga seribu pound sterling di sana meskipun kue itu sangat cantik-cantik tapi tetap saja itu sangat tidak realistis untuk dirinya.


“Um.. apa Anda memiliki tema yang sederhana dan simpel?” tanya Zevana ragu.


Manajer toko tersebut sedikit kaget dengan pertanyaan Zevana sebelum akhirnya menjawabnya “Oh tentu, saya akan ambilkan terlebih dulu” ucapnya.


Manajer toko tersebut tidak membawa katalog bertema sederhana dan simpel karena pikirnya keluarga kaya seperti Afsheen dan Abiezer tidak mungkin tetarik dengan kue sederhana.


Jessica melirik ke arah calon menantunya itu sembari mengernyitkan keningnya padahal saat melihat katalog tadi banyak kue yang dikagumi oleh Zevana “Kenapa sayang? Apa tidak ada yang kau suka dari sini?” tanyanya penasaran.


Zevana menggelengkan kepalanya pelan “Tidak ma, itu sangat cantik tapi terlalu glamor” ucapnya.


“Sayang, kau tidak perlu memikirkan harganya karena di saat seperti ini kau harus menghabiskan semua uang priamu” ucap Jessica dengan serius.


Zevana yang mendengar hal tersebut tak bisa menahan tawanya “Tapi ma, itu terlalu mewah dan itu sangat-sangat heboh sekali” ucapnya jujur, meskipun yang jadi masalah nomor satunya itu adalah di harganya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2