Sekretaris Pribadi Mr. Arogan

Sekretaris Pribadi Mr. Arogan
Ep.18 Kenapa Kau Tak Menolakku Saat Itu


__ADS_3

Zevana menggeliat kemudian bangun dari tidurnya ketika mendengar suara-suara bising yang sayup-sayup terdengar di telinganya, ia membuka matanya malas kemudian terdiam sejenak saat melihat langit-langit kamarnya berbeda.


Kamar? Zevana seketika membelalakkan matanya bagaimana bisa ia berada di sini padahal tadi ia berada di mobil dalam perjalanan pulang setelah pertemuan keluarga bersama Maxime.


“Ah pria itu” gumam Zevana pelan kemudian bangkit dari baringnya menuju pintu kamarnya dan keluar.


Langkah kakinya terhenti tak jauh dari dapur seperti deja vu kini ia kembali disuguhkan punggung lebar seorang pria yang sedang duduk di meja makan hanya saja kini punggung lebar itu terbungkus dengan baju kaos.


“Kau sudah bangun? Baguslah, kita perlu bicara” ucap Maxime tanpa membalikkan badannya.


Kini Zevana tahu bagaimana bisa Maxime menyadari keberadaannya bahkan dari tempatnya berdiri ia bisa melihat pantulan dirinya di kaca lemari tempat Maxime menyimpan minuman beralkoholnya.


Zevana dengan langkah pasti mendekat ke arah Maxime dan duduk di sampingnya “Bisa berikan aku segelas?” pinta Zevana saat melihat Maxime tengah menuang wine.


Maxime menuangkan wine lagi ke gelas Zevana setelahnya ia tak mengatakan apa pun dan hanya menatap wanita itu dalam diam, entah apa yang dipikirkannya.


Zevana meminum sedikit demi sedikit wine miliknya hingga habis, ia sedikit heran dengan Maxime yang hanya diam sembari menatap tajam dirinya padahal tadi pria itu mengatakan ada yang ingin dibicarakan tapi sekarang hanya berdiam diri saja.


Ia menggeliat di bawah tatapan tajam yang diarahkan Maxime padanya “Kenapa kau tidak memberitahuku jika kau adik Zacky?” tanya Maxime akhirnya bersuara.


Zevana kembali menuangkan wine di gelasnya karena ia tahu pembicaraan ini akan memakan waktu yang sangat panjang.


“Karena kau tak pernah bertanya” jawab Zevana santai


“Tidakkah menurutmu akan lebih baik untukku mengetahui jika perempuan yang akan kunikahi adalah adik sahabatku” ucap Maxime yang perlahan mulai kesal.

__ADS_1


Zevana menghela nafasnya pelan, ia pikir nama belakangnya sudah menjelaskan siapa dirinya namun ternyata tidak bagi Maxime. Bahkan pria itu tak mengetahui tentang keluarganya setelah dengan seringnya memanggil dirinya dengan sebutan Mrs. Afsheen.


Maxime sama sekali tak pernah terpikirkan bahwa Zevana Afsheen adalah anak perempuan dari keluarga Afsheen karena menurutnya tidak mungkin orang setinggi keluarga Afsheen bekerja untuk orang lain terlebih sebagai bawahan.


Tentang Maxime yang tidak mengenali Zevana itu sangat bisa dimengerti karena setelah beranjak dewasa Zevana tak pernah lagi muncul di media pers bersama keluarganya karena menurutnya setelah ia beranjak SMP kelas tiga hidupnya sangat butuh privasi. Mungkin banyak orang yang tahu tentang siapa dirinya tapi kemungkinan lainnya lebih banyak orang yang tak mengetahu bagaimana penampilannya.


“Seharusnya kau cari tahu tentangku lebih banyak bahkan kau bisa bertanya padaku langsung tentang keluargaku sebelum kau memutuskan mengumumkan pernikahan itu” ucap Zevana


Zevana meneguk sedikit winenya “Maksudku itu salahmu karena tak menanyakan tentangku lebih banyak, jadi jangan menyalahkanku untuk itu”


“Tapi kau tau siapa aku bukan?” tanya Maxime kesal


Zevana menghela nafasnya kasar “Tentu saja aku mengetahui siapa dirimu tapi kau tidak bisa menyalahkanku untuk itu”


“A-aku... M-maaf aku kira k-kau sudah tau tentang latar belakangku” ucap Zevana gagap ketakutan


Maxime menjambak rambutnya frustrasi “Ya! Ini salahku karena tidak mencari tahunya terlebih dahulu!” ucapnya penuh penekanan seakan tak terima disalahkan.


“Sebenarnya apa masalahnya?” tanya Zevana yang masih sempat bertanya di saat suasana suram seperti ini.


Maxime menatapnya tajam “Apa masalahnya? Kau tanya apa masalahnya sekarang? Tentu saja ini jadi masalah besar Zevana! Jika kau dan aku ini berakhir itu akan mempengaruhi persahabatanku dengan kakakmu!” jelas Maxime yang hampir mencapai batas kesabarannya bahkan ia tak segan menunjuk Zevana tepat di depan matanya.


“Apa?” tanya Zevana dengan polosnya


Maxime yang sedari tadi mencoba meredam amarahnya menjadi kesal dan kembali menatap tajam Zevana “Kau tak berpikir bahwa aku akan menikahimu untuk selamanya kan?” ucap Maxime dengan arogannya.

__ADS_1


“T-tentu tidak, saya harap Anda menepati ucapan Anda itu” ucap Zevana yang tiba-tiba kembali berbicara dengan formal “Dan Anda tenang saja karena saya tidak berniat untuk menghancurkan pertemanan Anda setelah kita berakhir” ucap Zevana yang entah kenapa menjadi sedikit kesal.


Semakin dipikirkan semakin tidak adil baginya karena saat bangun tidur yang ia dapat hanyalah segelas wine dan menjadi tempat pelampiasan amarah Maxime.


“Lalu kenapa Anda berkata seolah saya akan menghancurkan pertemanan Anda dengan kakak saya? Apa hubungan pertemanan Anda dan Zacky, dengan saya?” tanya Zevana tak mengerti dan masih tak terima dijadikan tempat pelampiasan amarahnya saja.


“Karena kau bisa saja mengungkit tentang kebenaran hubungan kita saat semua ini berakhir sebelum aku bertemu mereka. Dan ingatlah jika di tengah pernikahan atau setelah bercerai ada yang tidak beres, aku akan membuat hidupmu terasa seperti di neraka!” ancam Maxime lagi yang tidak ada habisnya itu sambil menunjuk ke arah Zevana.


“Anda tidak perlu khawatir tentang itu karena sampai pernikahan ini selesai tidak akan terjadi apa pun di antara saya dan Anda, jadi tenang saja” ucap Zevana kembali mengingatkan batasan di antara mereka, bukan hanya kau saja yang tidak suka, aku pun sama.


“Aku pegang perkataanmu! Hubungan ini akan berakhir setelah satu tahun sebulan setelah pernikahan ini” ucap Maxime berdiri dari duduknya dan berjalan menuju wastafel meletakkan gelas kosongnya di sana.


Setelah mengatakan hal itu Maxime berjalan menjauh dari sana dan Zevana pun melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan Maxime namun setelah ia berbalik badan akan meninggalkan dapur Maxime yang sudah berjalan cukup jauh darinya menghentikan langkahnya dan menatap remeh Zevana.


“Padahal kau datang dari keluarga yang baik dan terpandang, kenapa kau tak mengatakan tidak saat aku memaksamu untuk menikah denganku” ucap Maxime remeh.


Zevana sangat kesal mendengar ucapan pria itu baru saja hendak menjawab Maxime kembali melanjutkan langkahnya sembari berbicara “Pakaianmu sudah ada di lemarimu begitu juga dengan barang-barangmu. Pastikan untuk bangun pagi besok” ucapnya berlalu pergi.


Ingin rasanya Zevana mengutuk pria itu bahkan melemparkan botol wine ke arah pria itu, apa dia pikir ia menyetujui pernikahan bodoh ini karena ia menyukai pria arogan seperti dia?! Yang benar saja, jika bukan karena ancaman itu ia tak akan sudi menikah dengan pria seperti Maxime dan jika ia tahu bahwa Maxime tak akan berani macam-macam setelah tahu ia bagian keluarga Afsheen ia akan menolak meskipun mendengar ancaman itu.


“Arggh!!” pekik Zevana frustrasi namun tertahankan.


Ia berjalan dengan mengentak-entakkan kakinya kesal menuju kamar tidurnya dan kemudian membersihkan tubuhnya lalu kembali tidur menuju alam mimpi.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2