Sekretaris Pribadi Mr. Arogan

Sekretaris Pribadi Mr. Arogan
Ep.57 Ajakan Makan Malam Bersama


__ADS_3

Di sore hari menjelang malam Zevana dan Maxime menghabiskan waktu mereka dengan bersantai di rumah, kini keduanya terlihat tengah berbaring santai di sofa sembari menonton televisi hingga akhirnya perhatian mereka teralihkan karena ponsel Maxime yang berdering. Max meraih ponselnya dan di sana tertera bahwa ibunya sedang menelepon, Zevana mengecilkan suara TV agar Maxime bisa mengangkat telepon tersebut tanpa harus bergerak jauh.


-Mom❤️ In Call-


“Halo nak, apa kau sedang sibuk?” tanya ibunya


“Tidak ma, ada apa?” Maxime balik bertanya.


Suara ibunya terdengar sedikit ragu “Um... Sebenarnya malam ini mama, papa dan kedua calon mertuamu ingin mengajak kalian makan malam. Hanya kita berenam, apa kalian bisa?” tanyanya.


“Aku bisa saja tapi aku harus menanyakannya pada Zee dulu. Akan kukabari lagi nanti” ucap Max.


“Baiklah, jangan terlalu lama ya nak. Mama harus reservasi tempat” ucapnya tertawa pelan.


“Ya, bye ma” ucap Max lalu mematikan sambungan ponsel tersebut.


-Mom❤️ End Call-


Zevana sedari tadi memandang ke arah Max sejak namanya di sebut saat Max dan ibunya sedang berbincang di telepon, ia terlihat sedikit lemas karena kurang lebih ia sudah dapat mengetahui apa isi percakapan Max dan ibunya itu.


“Mama mengajak kita untuk makan malam bersama dengan orang tuamu juga. Apa kau akan baik-baik saja?” ucap Max menatap Zee khawatir.

__ADS_1


Zevana menghela nafasnya lalu menundukkan kepalanya “Iya, tidak apa. Aku juga tidak bisa menghindari mereka terlalu lama” ucapnya lirih.


“Tidak apa jika kau belum bisa, aku akan cari alasan lain” ucap Max memastikan keadaan Zevana.


Zevana menatapnya lalu menggelengkan kepalanya “Tidak perlu lakukan itu, ayo kita temui mereka” ucapnya tersenyum tipis.


“Kau yakin? Aku akan mengabari mama” ucap Max dan Zevana hanya menganggukkan kepalanya pasti sebagai tanggapan.


Saat Max kembali menghubungi ibunya, Zevana dengan perasaan yang campur aduk merebahkan tubuhnya di sofa itu dan menarik selimutnya hingga menenggelamkan seluruh tubuhnya dibalik selimut itu.


Max melihat itu baru saja hendak meraih selimut Zevana, wanita itu seakan tahu dan menghentikannya “Tidak apa, aku baik-baik saja. Aku ingin tidur jadi jangan ganggu aku” ucapnya.


“Kau yakin baik-baik saja? Apa kau tidak bisa tidur?” tanya Max ragu hendak membuka selimut itu atau tidak.


Zevana kembali menghela nafasnya “Bagaimana aku bisa tidur kalau kau masih di sini” ucapnya berbohong.


“Tidur saja, aku tidak akan mengganggumu” ucap Max tertawa pelan mendengar alasan wanita itu, ia tidak akan mungkin meninggalkan Zevana tidur sendirian di sini.


“Dengan kau masih di sini saja sudah sangat menggangguku” ucap Zevana ketus.


Maxime hanya tersenyum sembari menahan tawanya mendengar itu, ia meraih remote dan mematikan televisinya lalu setelahnya ia bangkit dan mengangkat tubuh Zevana yang masih terselubung selimut itu menuju kamarnya.

__ADS_1


“A-apa yang kau lakukan?” pekik Zevana histeris sembari membuka selimutnya untuk menampakkan wajahnya.


Max kembali memperlihatkan wajah datarnya “Tubuhmu akan sakit jika terus-terusan tidur di sofa” ucapnya.


Zevana memutar bola matanya jengah “Mana mungkin, sofa itu hampir saja empuknya dengan kasur di apartemenku” ucapnya.


“Mungkin karena itu kau tak pernah tidurnya senyenyak di rumahku” ucap Max sombong.


Zevana berdecih tak suka “Hey! Aku selalu tidur nyenyak jika di rumahku” protesnya.


Max tak menanggapi celotehan Zevana, ia merebahkan tubuh wanita itu di atas kasur mahalnya lalu ikut berbaring di samping Zee dan sebelum wanita itu sempat bangkit dari baringnya Max lebih dulu menahan pinggangnya dan menarik tubuh Zevana untuk lebih mendekat kepadanya.


Max memeluk pinggang Zevana “Tidurlah, aku akan menemanimu tidur” ucapnya


“Terima kasih niat baikmu tapi aku lebih nyaman jika sendiri” ucap Zevana hendak meloloskan diri namun gagal karena pria itu mengeratkan pelukannya.


“Jangan terlalu banyak memprotesku dan tidurlah atau kau tidak akan bisa tidur sama sekali nantinya” ucap Max yang entah kenapa terdengar ambigu ditelinga Zevana.


Zevana tak henti-hentinya berceloteh di dalam pelukan Max dan pria itu hanya tersenyum gemas mendengar celotehan gadis itu dengan sabarnya, hingga akhirnya mereka perlahan mulai terlelap dan masuk ke alam mimpi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2