Sekretaris Pribadi Mr. Arogan

Sekretaris Pribadi Mr. Arogan
Ep.40 Kursi Goyang


__ADS_3

Setelah makan malam mereka semua hanya duduk-duduk bersama seluruh keluarga termasuk orang tua mereka, semua duduk di sofa ruang tamu dan para pria kini tengah bercerita tentang mobil dan perusahaan sedangkan para wanita hanya menyimak pembicaraan pria sebelum akhirnya mendapat bahasan untuk di bicarakan.


“Akhir pekan ini kami akan mengadakan acara amal apa kalian ingin bergabung?” tanya nyonya Abiezer pada Zevana dan ibunya.


“Dalam rangka apa?” Tanya ibu Zevana


“Mengumpulkan uang untuk membantu anak yatim piatu dan panti asuhan”


Kini ruang tamu terbagi dua antara para wanita dan pria, para wanita berada pada sisi kanan sofa dan pria pada sisi kiri sofa sedangkan Zevana berada di antara mereka duduk pada kursi goyang yang setengah berbaring itu sembari asyik menggoyangkan kursinya itu.


Zevana sangat amat menyukai ini, kursi goyang itu membuatnya gila! Ia menjadi terobsesi dengan kursi itu dan terus bergerak maju mundur, rasanya sangat enak tapi kemudian tidak tahu mengapa ia justru merasa pusing. Namun ia tetap menggoyangkan kursi itu dan setelah beberapa saat kemudian ia menghentikan kursi tersebut hanya untuk beberapa menit dan saat pusing di kepalanya hilang ia kembali menggoyangkan kursi itu.


Kini entah sudah ke berapa kalinya ia melakukan hal yang sama sampai akhirnya ia menarik perhatian calon ibu mertuanya itu.


“Nak, apa yang kau lakukan?” tanya nyonya Abiezer menghentikan niat Zevana untuk kembali menggoyangkan kursinya itu.


Zevana mendongak menatap nyonya Abiezer “Y-ya? Aku tidak melakukan apa pun” ucapnya kemudian tersenyum canggung.


Apalagi yang mungkin ia lakukan tentu saja kini ia tengah sibuk dengan kursi goyangnya, mungkin calon ibu mertuanya itu mengetahui bahwa ia tidak mendengarkan pembicaraan mereka mungkin itu sebabnya ia bertanya padanya.


“Nak, kau akan pusing jika menggoyangkan kursi selama itu” ucap nyonya Abiezer.


Zevana melirik ke sekeliling dan benar saja kini semua arah pandangan semua orang tertuju padanya “Ah maaf, karena aku tak memperhatikan” ucapnya.

__ADS_1


“Tidak apa tan, dia memang seperti itu selain hidangan penutup dia juga sangat-sangat menyukai kursi goyang bahkan perosotan juga” ucap Zack membuka rahasia adiknya itu.


“Jika dia menyukai sesuatu maka dia akan jadi terobsesi karena itu meskipun kepalanya sudah pusing sejak tadi ia tetap melakukannya, karena menurutnya itu menyenangkan” jelasnya lagi sembari tertawa


Yang lainnya pun ikut tertawa mendengar penjelasan Zack namun tidak dengan Zevana yang kini tengah menatap horor kakak kandungnya itu, ia sempat menyangkalnya namun ayahnya malah ikut membenarkan hal itu.


Tuan Jeffry tak bisa menahan tawanya jika mengingat kelakuan kekanakan putrinya itu “Itu semua benar, karena itulah kenapa dia masih terlihat seperti bayi dimataku” ucapnya.


“Pa, hentikan!” ucap Zevana ngambek karena ayahnya itu malah ikut meledeknya.


“Tidak apa nak, mereka harus terbiasa dengan sikapmu itu atau tidak kau akan membuat mereka terkejut dengan sikapmu itu” jelas ayahnya


Tawa kembali memenuhi ruang tamu itu, Zevana yang awalnya cemberut karena dirinya yang menjadi bahan tawaan itu pun mulai ikut tertawa dengan yang lainnya. Pembicaraan mereka masih berlanjut hanya saja kini sudah berganti topik dan kini sasarannya adalah Maxime.


Zevana yang mendengar itu mengalihkan pandangannya ke Maxime yang kini tampak bingung dan salah tingkah karena di sebut oleh ibunya.


“Apa masih terasa tidak nyaman nak dengan kami?” tanya ibu Zevana lagi.


Maxime tersenyum dan menggelengkan kepalanya “Ah tidak, bukan seperti itu” ucapnya.


Emily tersenyum hangat ke arahnya “Nak, jika sulit memperlakukan kami sebagai orang tua Zevana lalu perlakukanlah kami sebagai orang tua Zack. Sepertinya kau akan jauh lebih nyaman seperti itu” ucapnya ramah.


Maxime tak bisa membantah hal itu karena jujur saja ia masih merasa canggung karena orang tua temannya kini sebentar lagi akan menjadi mertuanya, namun ia juga tak bisa mengiyakan hal itu.

__ADS_1


“Tidak ma, aku baik-baik saja. Maaf jika terkesan seperti itu” ucap Maxime tersenyum mencoba mengembalikan suasana bahagia.


“Iya tan, biasanya juga Max bukan pria yang pendiam mungkin karena sudah terlalu lama meninggalkan perusahaan jadi dia sedikit stres karena itu” ucap Miller sembari tertawa.


Sebenarnya ucapan Miller itu ada benarnya juga karena ia tidak pernah meninggalkan kantor dan pekerjaannya selama ini terlebih hanya untuk berlibur seperti ini. Memikirkan berapa banyak pekerjaan yang akan menunggunya setelah liburan ini berakhir dan berapa banyak uang yang sudah terbang begitu saja karena ia tak bekerja sukses membuat pikirannya menumpuk.


“Kau akan tambah stres ketika nanti sudah resmi menikah” celetuk Marchel.


Semua orang terlebih para perempuan menatapnya penuh tanda tanya dan rasa penasaran “Maksudku setelah menikah kau akan menghadapi wanita datang bulan setiap bulannya dan kau akan merasakan stres yang sesungguhnya” jelasnya sembari menatap istrinya.


Para pria yang sudah menikah tertawa mendengar itu begitu juga para perempuan yang jauh lebih mengerti bagaimana perasaan pria di posisi itu.


“Pengalaman pribadi kau sangat menyentuh sekali, bro” ledek Miller yang tentunya juga pernah merasakan hal yang sama.


“Dari situ kau akan menjadi orang paling sabar di dunia karena saat tak melakukan apa pun kau salah, saat ingin menjelaskan pun kau tetap salah bahkan ingin marah pun tak akan bisa karena kau yang terlebih dulu akan jadi sasaran” sambung Mathew penuh penghayatan.


Semua orang di sana tertawa karena mendengar penjelasan Mathew yang penuh penghayatan itu, ternyata ketiga pria itu sudah pernah merasakan hal yang sama.


Ah ya, tentang yang terjadi tadi siang Zevana memutuskan untuk tak mempedulikan hal itu bahkan ia sudah bisa di bilang melupakannya (jika tidak diungkit lagi) karena selain kejadian buruk itu hari ini hari-harinya telah dipenuhi dengan kebahagiaan dan tawa.


Malam itu mereka habiskan dengan penuh tawa dan akhirnya berpisah untuk kembali ke kamar masing-masing, kini masih ada beberapa hari lagi sebelum akhirnya mereka kembali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2