Selingkuhan Om Tiri

Selingkuhan Om Tiri
Bab 104


__ADS_3

Pagi itu Davina dan Dave sedang berada di meja makan untuk sarapan bersama. Davina membuat nasi goreng seafood untuk dirinya sendiri dan juga Dave.


Sekesal apapun Davina pada Dave, wanita itu tetap menyiapkan makanan untuknya.


Padahal semalam baru saja mengancam Dave dengan mengatakan tidak akan membuatkan makanan untuknya, lantaran Dave berani mencium bibirnya saat meminta es krim.


Tapi kenyataan saat Dave bangun tidur dan pergi ke dapur, Davina sedang memasak untuknya juga.


Davina meletakan sepiring nasi goreng di depan Dave, dan satu piring lagi untuk dirinya sendiri.


Duduk tenang di depan Dave, Davina mulai menyantap makanannya dengan lahap. Tadi begitu bangun tidur dan muntah-muntah, tiba-tiba ingin memakan nasi goreng sesudahnya. Itu sebabnya sekarang Davina memakan nasi goreng itu dengan lahap.


"Pelan-pelan makannya,," Tegur Dave lembut. Dia khawatir melihat cara makan Davina yang terkesan buru-buru, meski hanya memasukan sedikit demi sedikit nasi goreng itu ke dalam mulut. Dave takut hal itu akan membuat Davina tersedak.


"Iya." Hanya jawaban singkat yang keluar dari mulut Davina, itupun tanpa menatap Dave karna terlalu menikmati nasi goreng yang menggugah selera.


Sementara itu, Dave baru akan mulai menyantap nasi goreng miliknya. Sebelum memasukkannya ke dalam mulut, Dave menatap nasi goreng miliknya dengan seksama. Entah kenapa dia merasa nasi goreng miliknya tak menarik dan tidak menggiurkan seperti nasi goreng yang sedang di makan oleh Davina.


Nasi goreng milik Davina terlihat jauh lebih enak, meski itu adalah nasi goreng yang sama.


Dave mengurungkan niat untuk menyantap nasi goreng itu dengan meletakan kembali sendok di atas piring. Dia justru diam memperhatikan Davina hingga membuatnya menelan ludah berkali-kali. Rasanya ingin merebut nasi goreng milik Davina dan memakannya sampai habis.


"Davina,," Lirih Dave ragu.


Mendengar Dave memanggilnya, Davina langung menoleh.


"Kenapa.?" Tanyanya. Davina langsung menatap saat melihat tatapan Dave mengarah pada nasi goreng miliknya.

__ADS_1


"Jangan minta punyaku, Om sudah dapat bagiannya sendiri.!" Tegas Davina. Dia bisa tau apa yang ada di pikiran Dave hanya dengan membaca tatapan mata Dave saja. Tatapan mata yang seolah ingin meminta nasi goreng miliknya.


"Tapi Davina, kenapa nasi goreng ku terlihat tidak menarik." Keluhan Dave. Dia sedikit menyodorkan piring miliknya ke arah Davina.


"Tidak menarik.? Jadi maksud Om masakan ku tidak menarik.?" Kedua mata Davina membulat sempurna. Tentu saja dia tidak terima Dave menghina masakan yang sudah cape-cape dia buat. Bahkan dengan suka rela membaginya pada Dave, meskipun semua bahan makanan itu memang punya Dave. Tapi merasa sudah menjadi hak milik karna dia yang memasaknya.


"Tidak, bukan begitu." Dave menjawab cepat dengan wajah cemas.


"Maksudku, nasi goreng yang sedang kamu makan terlihat lebih enak. Aku ingin mencobanya." Sambil menahan malu, Dave menyodorkan nasi goreng miliknya yang masih utuh pada Davina.


"Bagaimana kalau tukeran. Kamu makan punyaku,," Kata Dave.


Davina menghela nafas, karna malas berdebat dan dia merasa tidak ada bedanya kedua nasi goreng itu, akhirnya Davina mau menukarnya dengan nasi goreng yang masih utuh.


"Aku tidak mau dengar Om minta tukeran lagi setelah ini.!" Keluhnya setelah menukar piring itu.


Dave mengangguk cepat, dia terlihat senang menerima nasi goreng bekas milik Davina. Bahkan dia sampai buru-buru menyendok nasi goreng itu.


"Sial.!! Kenapa bisa begini." Gumam Dave lirih. Dia terlihat frustasi sembari mengacak-acak rambutnya sendiri.


Rasanya sangat tersiksa, ingin makan saya melihat makanan Davina, tapi tiba-tiba hilang selera makan saat akan menyantap makanan miliknya sendiri.


Karna ingat dengan peringatan Davina, Dave memilih diam saja sembari memperhatikan Davina yang sedang fokus makan.


Kedua alis Davina bertautan melihat Dave yang terlihat kacau dengan wajah memelas. Nasi goreng yang baru dia tukar juga tak kunjung di makan.


"Ada apa.?" Tanya Davina. Sebenarnya dia malas untuk peduli, tapi lama kelamaan merasa kasihan melihat Dave yang belum juga makan. Sedangkan Davina hampir menghabiskan makannya.

__ADS_1


"Tidak,," Jawab Dave sembari mengulas senyum tipis.


Dave kemudian mengambil air minum dan meneguknya untuk mengganjal perutnya yang terasa semakin lapar karna sejak tadi menelan ludah melihat Davina makan dengan lahap.


Davina menatap piring Dave yang terlihat masih seperti semula saat dia menukarnya. Hal itu membuat Davina tau kalau Dave belum menyentuh makanannya sama sekali. Padahal tadi sampai memohon untuk menukar makannya, tapi setelah di ditukar tetap saja tidak di makan.


Ingat dengan ucapan Dave yang mengatakan kalau makanan miliknya terlihat lebih enak, Davina jadi berfikir kalau Dave kembali mengalami hal serupa seperti semalam yang memperebutkan makanan dan es krim miliknya sampai harus merasakannya dari mulut ke mulut.


"Buka mulutnya.!" Ketus Davina sembari mengarahkan sendok berisi nasi goreng pada Dave. Tidak mau Dave kembali menciumnya untuk merasakan nasi goreng yang sedang dia makan, akhirnya Davina memilih untuk menyuapi Dave saja.


Dave awalnya diam saja, bingung saat tiba-tiba melihat Davina akan menyuapinya.


Tapi ketika melihat nasi goreng itu, Dave langsung membuka mulut dan melahapnya.


"Ckk.!" Davina berdecak kesal.


"Bilang saja mau di suapi." Ujarnya sembari melirik malas.


Dave mengulas senyum tertahan.


"Tapi bukan aku yang memintanya. Apa kamu tidak merasa aneh padaku.?"


"Seiring mual saat mencium aroma-aroma tertentu, ingin memakan makanan yang sedang kamu makan. Aku seperti seorang suami yang istrinya tengah mengandung." Tutur Dave.


Mendengar hal itu, Davina memilih diam dan tak memberikan tanggapan apapun. Dia justru kembali menyiapkan nasi goreng ke mulut Dave.


Dia juga mengambil nasi goreng milik Dave dan menyuapinya lagi sampai dua piring nasi goreng itu dihabiskan bersama.

__ADS_1


...***...


Yang belum vote pada kemana ya.? 🤪


__ADS_2