Selingkuhan Om Tiri

Selingkuhan Om Tiri
Bab 74


__ADS_3

"Akhirnya kamu keluar juga,!" Farrel terlihat kesal menatap Davina yang baru saja membuka pintu kamar


"Gara-gara kamu, aku batal senang-senang di apartemen Serly." Ujarnya menggerutu.


Meluapkan kekesalannya karna batal pergi akibat permasalahan Davina dan Dave.


"Kenapa menyalahkan ku.?" Davina mengerutkan keningnya. Heran pada Farrel yang tiba-tiba memarahinya tanpa memberikan alasan yang jelas.


"Kamu pura-pura nggak tau atau memang nggak tau.?!" Geram Farrel.


"Buruan turun, kamu harus makan malam.!" Farrel menarik tangan Davina, menggandeng wanita itu untuk menuruni tangga.


"Iissh,,! Lepasin kak, aku nggak mau makan.!" Davina sedikit membentak sembari menarik tangannya dari gandengan Farrel.


"Tapi kami harus makan.! Kalau nggak, aku akan mendapatkan masalah."


Farrel memaksa Davina duduk di depan meja makan. Dia sampai mengambilkan piring, menyendokkan makanan ke dalam piring Davina.


"Kalau nggak mau, setidaknya pura-pura sedang makan karna aku harus mengambil fotomu." Pintanya.


Kebingungan Davina semakin bertambah. Entah apa sebenarnya maksud dan tujuan Farrel yang memarahinya sekaligus memaksanya untuk makan.


"Astaga Davina, kenapa malah bengong." Tegurnya.


"Om Dave menyuruhku untuk memastikan kamu makan malam. Dia sampai meminta fotomu saat sedang makan, jadi sebaiknya cepat pura-pura makan kalau memang kamu nggak mau makan.!" Keluh Farrel, dia menyodorkan sendok yang sudah berisi makanan pada Davina.


"Kalau sampai aku nggak bisa kirim foto kamu saat sedang makan, singa itu pasti akan memakanku hidup-hidup." Tuturnya. Kali ini Davina baru paham kenapa Farrel bersikap seperti itu. Rupanya karna Dave sedang memantaunya lewat Farrel.


"Siapa yang mau pura-pura.?! Aku memang lapar.!" Tegas Davina. Setelah menerima sendok dari Farrel, dia langsung memasukkan makanan itu ke dalam mulut, mengunyahnya dengan lahap.

__ADS_1


"Tadi aku ke tiduran. Aku pikir masih sore, ternyata sudah malam." Ujar Davina sambil menyendokkan makanan ke dalam mulutnya lagi.


"Sebenarnya kalian berdua kenapa.?" Tanya Farrel. Dia sudah selesai memotret Davina dan mengirimkan hasilnya pada Dave untuk di jadikan bukti kalau dia sudah berhasil membujuk Davina makan malam.


"Kalian berdua.? Maksudnya siapa dan siapa.?" Davina balik bertanya.


"Siapa lagi kalau bukan kamu dan Om Dave."


"Kalau nggak ada apa-apa, mana mungkin kamu tiba-tiba pulang dan Om Dave sampai menyuruhku seperti ini."


Davina mengukir senyum tipis.


"Aku baik-baik saja, tapi nggak tau dengan Om Dave. Tanyakan sendiri saja padanya." Jawab Davina santai. Dia kembali melanjutkan makan walaupun sebenarnya tidak ingin makan.


"Apa Om Dave berbuat kasar lagi padamu.?" Farrel menatap serius, dia jadi menarik kursi dan duduk di depan Davina. Laki-laki itu penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi antara Dave dan Davina.


"Apa Om Dave berselingkuh.?" Tebak Farrel. Karna jawaban Davina seolah mengatakan bahwa perbuatan Om Dave lebih buruk dari sekedar memperlakukan Davina dengan kasar.


Davina mengangkat kedua bahunya acuh. Tidak tau tapi tak mau menyangkal tebakan Farrel.


"Aku bilang juga apa, kamu itu masih terlalu lemah untuk seseorang yang sudah dewasa." Ujar Farrel. Dia mengingatkan kembali ucapannya tempo hari saat tau bahwa Davina dan Dave akan menikah.


Farrel sudan menyuruh Davina agar berfikir dua kali untuk menikah di usainya yang masih sangat muda. Tapi saudara tirinya itu terlalu yakin bisa menjalani asam pahitnya sebuah pernikahan.


"Aku nggak lemah.!" Tegas Davina.


"Kalau nggak lemah, kenapa harus pulang saat ada masalah.?" Cecar Farrel tak percaya. Dia beranggapan kalau Davina tak bisa menghadapi permasalahannya dengan Dave dan memilih untuk menghindar.


"Justru karna aku nggak lemah, itu sebabnya aku pulang." Davina menjawab datar.

__ADS_1


Jika Farrel tau kalau Davina mengancam Dave sebelum meninggalkan apartemen, dia pasti akan mengacungkan jempol atas keberanian Davina membuat seorang Dave tidak bisa berkutik.


...****...


Siang itu Davina buru-buru meninggalkan kampus karna tidak ingin pulang bersama Farrel. Jika saat berangkat dia masih mau satu mobil dengannya, kali ini dia memilih pulang sendiri karna takut Farrel tidak membawanya pulang ke rumah, melainkan membawanya ke apartemen Dave.


"Ya ampun kak Farrel,," Davina langsung bersembunyi di balik dinding saat melihat Farrel berjalan ke arahnya.


Benar dugaannya, Farrel terlihat buru-buru menuju kelas untuk mencarinya.


Begitu Farrel melewati tempat persembunyiannya, Davina langsung berlari keluar kampus. Ternyata ada untungnya dia tidak membawa ponsel yang waktu itu diberikan oleh Dave. Kalau tidak, Farrel pasti sudah menelfonnya sejak tadi.


Sampainya di halaman depan kampus, langkah Davina terhenti karna melihat mobil milik Dave terparkir di sana.


"Sial,,! Aku harus bagaimana,," Umpatnya sembari mencari tempat untuk bersembunyi lagi. Dia tidak mau Dave melihatnya dan membawanya paksa ke apartemen. Sekalipun Dave tidak akan membawanya ke apartemen, Davin tetap ingin menghindar dari Dave karna enggan bicara dengan pria itu sebelum Dave benar-benar membuang perasaan cintanya pada wanita itu.


Cukup lama Davina bersembunyi. Dia mulai mengintip untuk memastikan apakah Dave masih berada di sana atau tidak.


Tapi apa yang dia lihat justru membuatnya penasaran. Karna Dave sedang berbicara dengan seseorang yang sangat dia kenal. Yang tak lain adalah Nabila.


Keduanya sedang terlibat obrolan serius, membuat Davina penasaran apa yang sedang mereka obrolkan.


Dan entah bagaimana Dave bisa mengenal Nabila, karna seingat Davina, Dave tidak pernah tau kalau dia dan Nabila berteman.


Lalu untuk apa Dave berbicara dengan gadis itu.


Davina terus memperhatikan keduanya, sampai akhirnya Nabila terlihat membungkuk sopan dan pergi dari sana.


__ADS_1


__ADS_2