Selingkuhan Om Tiri

Selingkuhan Om Tiri
Bab 72


__ADS_3

"Mungkin akan sulit untuk di terima, berjanjilah jangan berfikir macam-macam padaku setelah ini." Ucap Dave.


Saat ini mereka sedang berendam di dalam bathtub setelah melakukan percintaan untuk kedua kalinya.


Dave mendekap tubuh Davina yang menyenderkan punggung dan kepala di dada bidangnya.


Davina mendongak, menatap wajah Dave yang semakin terlihat serius. Belum lagi pesan Dave sebelum menjelaskan tentang bunga daisy itu yang memintanya untuk tidak berfikir macam-macam pada Dave, justru malam membuat Davina berfikir ada hal besar yang akan berdampak pada kehidupan mereka setelah penjelasan tentang bunga daisy itu di ungkap oleh Dave.


"Memangnya kenapa.? Apa yang akan membuat berat dan apa yang bisa menyebabkan aku berfikir macam-macam.?" Davina menatap lekat wajah Dave. Jantungnya mulai gemuruh, perasaannya semakin tidak enak dan menunjukan kegelisahan.


"Itu hanya ketakutan ku saja." Jujur Dave. Dia merasa takut Davina akan berfikir macam-macam karna tato itu menunjukkan bukti betapa dulu dia sangat mencintai Sisy. Wanita yang begitu menyukai bunga daisy dan selalu meletakkan bunga daisy di apartemen yang dulu Dave sewakan padanya untuk tempat tinggal selama kuliah. Karna Sisy lebih memilih tinggal di kos kecil dari pada tinggal di apartemen jika Dave akan membelikan apartemen itu untuknya.


“Semua orang memiliki masa lalu. Meski masa lalu semua orang sudah pasti berbeda." Ucap Dave.


Davina memilih diam, mendengarkan kata demi kata yang keluar dari bibir Dave.


"Sama halnya kamu yang pernah memiliki cinta pertama di masa lalu, aku juga begitu." Ungkap Dave.


Ungkapan yang seketika mampu membuat detak jantung Davina bergemuruh.


Hanya mendengar Dave memiliki cinta pertama di masa lalu, perasaan Davina semakin tidak tenang.


Davina langsung paham kemana arah pembicaraan Dave, karna topik dalam pembahasan ini adalah tato di punggung Dave.


Sudah pasti cinta pertama Dave berkaitan erat dengan tato itu. Dan bisa jadi seseorang yang menjadi cinta pertama Dave bernama Daisy, itu sebabnya bunga daisy itu terukir indah di tubuh Dave. Mungkin seindah kenangan dengan cinta pertamanya.


"Bunga Daisy, apa cinta pertama Om Dave bernama Daisy.?" Tanya Davina.

__ADS_1


Hatinya mulai sesak. Harusnya dia bisa menerima cerita masa lalu Dave. Karna hanya sebuah masa lalu dan kini dia yang akan menjadi masa depan Dave. Tapi entah kenapa terasa berat.


"Bukan. Dia seseorang yang sangat menyukai bunga daisy." Jawab Dave.


Karna memang bukan daisy, melainkan Sisy.


Namun kata daisy bisa di artikan sebagai Dave dan Sisy. Semua itu bermula dari ketidak sengaja Sisy yang mengatakan daisy bisa di jadikan gabungan antara namanya dan Dave.


Dan mulai detik itu, Dave jadi seperti Sisy yang menyukai bungan daisy hingga mengukir 2 tangkai bunga daisy di punggungnya.


tato yang dia buat 1 tahun setelah menjalin hubungan dengan Sisy. Itu artinya sudah 10 tahun yang lalu tato itu melekat di tubuhnya.


"Om Dave sampai mengukir bunga kesukaannya sebagai tato.?" Tanya Davina.


"Dia sangat beruntung." Katanya kemudian tersenyum tipis.


"Lalu kenapa hubungan kalian berakhir.?" Davina bergeser, tak lagi menyenderkan tubuhnya pada Dave. Dia menyibukkan diri menggosok tubuhnya dengan spons mandi, semua itu dia lakukan untuk mengalihkan rasa sesak di dada yang terasa semakin menghimpit.


Dia bahkan bisa menyimpulkan betapa berharganya wanita itu bagi Dave.


"Dia menghilang 8 tahun yang lalu tanpa kabar." Jawab Dave. Mungkin sulit bagi Davina untuk menerima masa lalunya, tapi Dave hanya ingin mengungkapkan dengan kejujuran.


"Aku bukan laki-laki yang baik, Davina." Kata Dave.


"Aku pernah melakukan kekhilafan besar padanya." Dave menatap cemas, takut Davina semakin terluka mendengarnya.


"Kekhilafan yang seperti apa.?" Tanya Davina santai. Jelas sekali dia hanya pura-pura tenang, meski semakin sesak karna sebenarnya tau maksud ucapan Dave.

__ADS_1


"Aku tau kamu pasti mengerti maksudku." Kata Dave. Mana mungkin dia tega mengatakan langsung pada Davina kalau kekhilafan itu adalah dengan melakukan hubungan suami istri yang tak seharusnya mereka lakukan.


"Tapi aku benar-benar nggak tau,," Pancing Davina. Dia memberanikan diri menatap Dave, memasang ekspresi bingung padanya.


"Apa kekhilafan yang Om Dave maksud adalah memukul atau berbuat kasar padanya.? Sama seperti yang pernah Om Dave lakukan padaku.?" Davina mengukir senyum lebar. Senyum yang membuat Dave kembali merasa bersalah karna di ingatkan kembali oleh Davina akan keburukan yang pernah dia lakukan pada istrinya itu.


"Kalau hanya itu, kenapa Om Dave terlihat sangat bersalah padanya.?"


"Aku yakin dia memaafkan Om Dave, sama seperti aku yang begitu mudah memberikan maaf." Lagi-lagi Davina mengukir senyum. Dia kembali menggosok tubuhnya. Tak menghiraukan ekspresi wajah Dave yang terlihat terbebani.


"Tunggu dulu,!" Davina menoleh dengan raut wajah sedikit kaget.


"Tadi Om bilang kalau dia menghilang."


"Apa dia sudah kembali.? Ah bukan, maksudku bagaimana kalau sekarang dia kembali.?"


"Apa yang akan Om Dave katakan padanya.?" Davina sampai memutar badan agar bisa berhadapan dengan Dave.


"Dia memang sudah kembali." Jawab Dave cepat.


"Benarkan.? Aku ikut senang mendengarnya." Davina mengukir senyum kecut.


"Apa Om nggak ada niatan untuk menemuinya dan meminta penjelasan kenapa tiba-tiba dia menghilang.?" Davina begitu santai. Dia bahkan mengarahkan spons mandi ke bagian tubuh depan Dave. Menggosok dada dan bahu Dave dengan gerakan menggoda.


Dave terdiam, menatap lekat wajah Davina yang sedang fokus menatap dada bidangnya.


Walaupun Davina tidak menunjukkan kesedihan atau kekecewaan, tapi Dave yakin sikap tenang Davina hanya dibuat-buat untuk menutupi perasaan yang sebenar.

__ADS_1


...****...


...Jangan lupa Votenya🥰...


__ADS_2