Selingkuhan Om Tiri

Selingkuhan Om Tiri
Bab 65


__ADS_3

Davina hanya diam, dia tidak berani menggerakkan telapak tangannya di atas pisang besar itu. Karna hanya dengan menempelkan telapak tangannya saja, Davina sudah bisa merasakan betapa keras dan besarnya benda di balik kain itu.


Tiba-tiba mendadak cemas, tidak bisa membayangkan sesakit apa rasanya jika benda itu menyatu dengan tubuhnya. Davina sampai keringat dingin membayangkannya.


Apalagi teringat dengan salah satu penutur temenannya yang sudah pernah melakukan hubungan in-tim. Dia bilang sangat sakit meski pada akhirnya membuatnya ketagihan karna terlalu nikmat.


Sayangnya Davina lebih mencemaskan rasa sakit dibanding memikirkan seberapa besar nikmat itu.


"Jangan diam saja, dia juga butuh rema- san." Bisik Dave. Suara beratnya membuat buluk kuduk meremang. Davina merasakan hembusan nafas Dave yang terasa hangat di telinganya. Ditambah kedua tangan Dave yang mengusap punggung dan satu lagi mere- mas benda kenyal miliknya.


Davina langsung menggelengkan kepala, menolak permintaannya Dave karna tidak berani melakukannya. Ada perasaan takut dan malu karna baru pertama kalinya dia menyentuh benda pusaka milik laki-laki.


Dave hanya mengukir senyum tipis melihat ketakutan di wajah cantik istrinya. Dia lupa kalau istrinya itu berbeda dari kebanyakan wanita yang pernah dia temui.


Mengingat Davina yang tidak memiliki pengalaman, sepertinya butuh usaha keras bagi Dave untuk membuat Davina agresif di atas ranjang.


Untuk beberapa waktu ke depan, Dave yang akan paling banyak mendominasi permainan.


Dave kembali melu -mat lembut bibir Davina untuk mengusir kecemasan dalam raut wajah Davina.


Dia hanya ingin memberikan kesan yang indah dan menyenangkan dalam merengkuh kenikmatan yang pertama kalinya bagi Davina.


Dia akan membuat Davina terus mengingat malam ini, bahkan mungkin sampai Davina sendiri yang akan meminta untuk mengulang malam indah ini.


Tubuh bagian atas Davina sudah polos. Dave membuang baju dan penutup aset Davina ke sembarang arah.


Pria itu mulai mengabsen setiap inci leher hingga kedua benda kenyal itu dengan bibir dan lidahnya. Membuat tubuh Davina menegang dan reflek mengeluarkan des- sahan tertahan.


"Jangan di tahan, lebih keras lagi,," Bisik Dave. Dia ingin mendengar lebih jelas suara indah yang keluar dari bibir sensual Davina. Suara yang mampu membuatnya semakin bergairah.


Dave terus memberikan rangsangan pada semua bagian sensitif di tubuh Davina, termasuk memainkan sesuatu di balik celana milik Davina.

__ADS_1


Membuat tubuh gadis itu bergerak tak karuan dengan suara des-sahan yang semakin kencang.


Dave mulai membaringkan Davina saat merasa yakin kalau milik istrinya itu sudah siap menerima penyatuan. Karna milik Davina sudah basah akibat cairan kenikmatan itu.


Nafas Davina memburu. Dave mengusap lembut pipi Davina, mengukir senyum teduh penuh cinta pada istri kecilnya. Dia membiarkan Davina mengatur nafasnya lebih dulu sebelum benar-benar merasakan permainan yang sesungguhnya.


"Om,,," Davina menahan tangan Dave yang hampir melepaskan celana miliknya.


"Kenapa.?" Dave tidak jadi menurunkan celana Davina. Dia menatap wajahnya yang terlihat ingin mengatakan hal penting padanya.


"Aku mau fokus menyelesaikan kuliah dulu Om. Boleh nggak kalau menunda,,


"Tidak.!" Tegas Dave. Pria itu reflek memotong cepat ucapan Davina karna sudah tau apa yang akan di katakan oleh Davina setelah itu.


Raut wajah Dave yang awalnya teduh, seketika berubah tegas dan dingin setelah mendengar keinginan Davina.


"Saya justru akan membuat kamu hamil secepatnya." Kata Dave lagi. Dengan membuat Davina hamil, Dave tak perlu menunggu waktu 3 bulan untuk bisa tinggal bersama dengan Davina. Karna dia yakin Papa Edwin akan langsung menyuruhnya tinggal bersama Davina disaat istrinya itu mengandung.


Tak ingin melihat Dave marah dalam momen penting seperti ini, Davina memilih mengangguk dan setuju untuk hamil. Mungkin setelah ini dia akan mencari cara agar tidak hamil secepatnya.


Tubuhnya bergerak ke sana kemari saat Dave menyapu benda inti dibawah sana dengan lidahnya.


Davina menyuruh Dave untuk berhenti karna semakin tidak sabar ingin merasakan kenikmatan yang sesungguhnya.


Sekarang dia sudah siap melakukan penyatuan.


Rasa nyaman dan nikmat yang di berikan oleh Dave, telah mengusir rasa takut yang ada di benaknya tentang rasa sakit Penyatuan.


Dave mengukir senyum lebar. Menang ini yang dia tunggu-tunggu sejak tadi.


Pria itu lalu memposisikan diri, sebelum mengarahkan miliknya, dia lebih dulu mencium bibir Davina.

__ADS_1


"Tahan, mungkin akan sakit tapi hanya sebentar." Ucapnya lembut. Dia mengusap pipi Davina.


Gadis itu mengangguk paham.


Dengan susah payan dan butuh waktu yang sedikit lama, akhirnya Dave bisa membuktikan kalau dia satu-satunya pria yang pertama kali mengambil kesucian Davina.


Ini membuktikan kalau malam itu memang tidak terjadi sesuatu antara Davina dan Justin.


Dave Sudan bisa memacu tubuh Davina dengan cepat karna istrinya itu sudah tidak lagi merasakan sakit. Keduanya hanyut dalam kenikmatan yang memabukkan atas dasar cinta.


Ya, karna cinta semuanya terasa jauh lebih nikmat dan indah.


Malam itu benar-benar menjadi malam indah dan tak akan terlupakan oleh keduanya.


Meski sempat di iringi teriakan kesakitan, tapi Dave bisa mengatasinya hingga Davina cepat bisa merasakan nikmatnya penyatuan.


Setelah 4 hari menikah, sekarang Davina sudah bisa memberikan haknya pada Dave. Memberikan apa yang selama ini sudah dia jaga..


Walaupun harus dengan cara sembunyi-sembunyi dari orang tuanya.


Tapi justru dengan sembunyi-sembunyi seperti ini, menghadirkan perasaan yang berbeda karna terasa lebih menantang.


Erangan keduanya mengakhiri permainan panas itu. Suaranya sampai menggema di semua sudut kamar, menandakan betapa luar biasa. kenikmatan yang baru saja mereka rengkuh bersama-sama.


...****...


Sambil nunggu novel ini up lagi, mampir dulu yah ke novel " Cinta Sendiri ". Karya author AYi.


Jangan lupa langsung masukin ke daftar favorit 😊


Mampir juga ke novel " Nikah Muda ". Di akun kedua ku " Ratna Wullandarrie "

__ADS_1




__ADS_2