
"Cantik,,," Kata Davina sembari mengusap tato milik Dave. Ada 2 tangkai bunga Daisy yang tergambar di punggung bawah Dave.
Ternyata memang benar, tato itu sedikit pudar meski masih sangat jelas bentuk gambarnya. Mungkin karna sudah terlalu lama bertengger di tubuh Dave.
"Om suka bunga Daisy.?" Tanya Davina. Kini dia menggosok bagian tato itu dengan spons mandi di tangannya.
Sebenarnya Davina merasa aneh dengan tato bunga di tubuh Dave. Melihat penampilan Dave yang terlalu maskulin disertai sikap dinginnya, aneh rasanya kalau Dave menyukai bunga Daisy bahkan sampai mengukir tubuhnya dengan gambar bunga itu. Kecuali jika ada alasan tertentu hingga tato bunga itu ada di tubuh Dave.
"Selesaikan dulu mandinya, nanti saya jelaskan,," Kata Dave. Dia mengambil spons mandi dari tangan Davina, kemudian membalik tubuh Davin dan mulai bergantian menggosok punggung istrinya.
"Om, jangan iseng.!" Tegur Davina ketika satu tangan Dave sibuk menggosok punggungnya, sedangkan tangan lainnya menyusup ke depan dan memainkan dua benda kenyal miliknya.
"Main dulu sebentar,," Bisik Dave. Dia jadi kecanduan merengkuh kenikmatan bersama Davina. Setiap kali berada di samping Davina selalu membuatnya on. Apa lagi saat ini tubuh dia dan Davina tak memakai apapun. Di tambah tubuh Davina yang basah dan licin karna sabun, semakin membakar gairahnya untuk kembali menyerang Davina dengan miliknya yang sudah tegak.
"Tapi sudah siang Om, aku juga belum sarapan. Bagaimana kalau aku terlambat ke kampus." Ujar Davina. Tak ada niatan untuk menolak, tapi memang kondisinya yang tidak memungkinkan untuk melakukan penyatuan.
Walaupun Dave bilang hanya sebentar, tapi Davina tak yakin bisa sebentar. Semalam saja sepertinya lebih dari 30 menit.
"Saya sudah buatkan sandwich, kamu bisa sarapan di mobil." Jawab Dave.
Jawaban yang menyimpulkan bahwa Davina tak akan terlampau karna sarapan sudah di siapkan bahkan sebelum Davina bangun. Davina hanya perlu membawanya agar memakannya di dalam mobil. Dan hal itu tak akan membuat Davina terlambat ke kampus meski harus melakukan ronde ke 3.
Dan percintaan panas itu kembali terjadi. Wastafel dan bathtub menjadi saksi bisu sekaligus tempat mereka ber cinta.
Davina dibuat kewalahan, mungkin ini yang dimaksud oleh Farrel kemarin. Farrel mengatakan serangan Dave sepertinya sangat kuat. Dan memang terbukti sangat kuat.
__ADS_1
...*****...
"Katanya Om Dave jelasin soal tato bunga daisy itu, aku mau tau,,," Ucap Davina antusias. Dia mengubah posisi duduknya dengan sedikit menyamping ke arah Dave agar bisa menatap pria itu. Sambil memasukkan sandwich buatan Dave kedalam mulut.
Dave menoleh sekilas, lalu kembali fokus ke depan karna saat ini dia sedang menyetir.
"Kita bicarakan nanti di apartemen. Saya sedang menyetir, bukannya kamu juga buru-buru ke kampus,," Jawab Dave. Pria itu enggan menjelaskan, padahal saat mandi sudah berjanji akan menjelaskannya setelah selesai mandi.
"Memangnya nggak bisa kalau sambil cerita.?" Tanya Davina. Sebenarnya mudah saja kalau Dave memang ingin menjelaskan, dia hanya perlu berbicara sambil fokus menyetir tanpa harus menatap Davina.
"Waktunya terbatas,," Kata Dave. Tak hanya waktunya saja yang terbatas, tapi dia juga harus memastikan Davina akan baik-baik saja setelah mendengarkan penjelasan darinya. Dave tidak mau penjelasan itu membuat konsentrasi belajar Davina di kampus akan terganggu. Jadi sebaiknya dia bicarakan nanti kalau sudah kembali ke apartemen.
"Apa sangat panjang penjelasannya.? Bagaimana kalau intinya saja.? Aku sangat penasaran,,," Davina terus mendesak dan membujuk Dave untuk mengatakan sesuatu tentang tato itu, tapi Dave tetap pada pendiriannya. Sedikitpun tak mengatakan apa-apa tentang tato itu sampai mereka tiba di kampus.
"Nanti langsung pulang. Saya sudah menyuruh Farrel untuk mengantarkan kamu ke apartemen." Ucap Dave begitu menghentikan mobilnya.
"Hati-hati di jalan Om tampan,,," Davina memberanikan diri mencium sekilas bibir Dave, setelah itu bergegas keluar dari mobil dengan wajah yang merona.
Dave tersenyum tipis sembari menatap Davina yang lari buru-buru ke dalam kampus.
Disaat seperti ini, muncul kembali penyesalan dalam diri Dave karna pernah memperlakukan Davina dengan buruk.
Harusnya dia tak berbuat kasar pada gadis polos nan menggemaskan itu.
Semua ini menjadi pembelajaran yang berharga bagi Dave. Apalagi dengan diberi hukuman untuk tinggal terpisah dengan Davina.
__ADS_1
Ke depan, Dave pasti akan berfikir ribuan kali untuk tidak mengulangi hal bodoh itu lagi.
Dave menarik nafas dalam. Mengingat seseorang yang ada kaitannya dengan tato di punggungnya.
Dia berharap Davina tak akan kecewa padanya setelah mendengarkan penjelasan darinya.
Meski Dave memiliki ketakutan tersendiri karna tau semua itu tak akan mudah untuk di terima.
...****...
Mau promosi lagi nih, jangan bosan ya 😁🤣,
Tolong mampir juga ke novel-novel yang ada di bawah 👇
Penyesalan Balas Dendam (Di Akun : Clarissa icha)
Cinta Sendiri (Di Akun : AYi)
Nikah Muda (Di Akun : Ratna Wullandarrie)
__ADS_1