Selingkuhan Om Tiri

Selingkuhan Om Tiri
Bab 89


__ADS_3

"Aku tunggu di luar,," Kata Davina dengan suara datar. Dia langsung menuju kursi yang ada di depan ruang VIP itu dan duduk di sana tanpa mengikuti langkah Farrel lagi.


"Yakin nggak mau masuk.?" Farrel menatap Davina yang terlihat semakin malas, bahkan sejak dia membelokkan mobilnya ke rumah sakit.


"Siapa tau ini hari terakhirnya, jangan sampai kamu menyesal." Dia menakut-nakuti Davina agar saudara tirinya itu mau melihat keadaan Dave walaupun hanya sebentar saja.


Sebenarnya dia tak mau itu campur, tapi melihat Rave yang sepertinya sangat merindukan Davina, rasanya dia perlu mempertemukan mereka berdua. Mungkin saja setelah melihat Davina, bisa membuat kondisi Dave jauh lebih baik.


Karna selain tak menjaga pola makan dan kesehatannya, sakit yang di alami oleh Dave juga bisa di sebabkan oleh perasaan rindunya pada Davina, serta cemas memikirkan kelanjutan hubungan mereka yang sudah berada di ujung tanduk.


"Kak Farrel sudah janji hanya memberikan baju saja, setelah itu langsung mengantarku pergi. Sebaiknya jangan lama-lama di dalam." Bukannya menjawab pertanyaan Farrel, Davina malah berpesan padanya untuk cepat-cepat mengantarkan baju milik Dave.


Hal itu membuat Farrel menghela nafas, rasanya tak akan mungkin dia bisa membujuk Davina untuk menjenguk Dave.


Entah karna kerasnya hati Davina, atau karna luka di dalam hatinya terlalu dalam hingga sulit untuk bertemu dengan Dave.


Farrel masuk ke dalam, di sana hanya ada Dave seorang diri. Pria itu tengah bersender dengan selang infus di tangannya. Wajahnya terlihat lebih pucat dari terakhir kali dia melihatnya.


Dave menoleh begitu mendengar pintu terbuka, yang ada di pikirannya saat ini ketika melihat Farrel datang seorang diri adalah Davina.


"Bukannya kamu mau mengantar Davina.? Kenapa membiarkannya pergi sendiri.?!" Nada bicara Dave meninggi karna cemas. Ingat pada pesan Farrel yang mengatakan akan mengantar dan menemani Davina ke pesta ulang tahun temannya.


"Ngapain masih mikirin orang lain, pikirin aja diri sendiri bagaimana caranya biar cepat sembuh. Menyusahkan sekali,," Seru Farrel ketus. Dia sudah mau datang untuk membantu Dave, tapi Om nya itu malah lebih mementingkan Davina disaat sedang sakit seperti itu. Sedangkan Davina saja terlihat acuh dan tak mau tau dengan kondisi Dave.


"Kau.!! Awas saja nanti." Dave melotot lantaran Farrel menjawab ketus.


"Lagian siapa yang biarin Davina pergi sendiri." Ujarnya sembari meletakkan tas berisi baju di atas ranjang Dave.


"Noh dia ada di luar, nggak mau masuk.!" Tegasnya dengan menatap ke arah pintu. Memberi tau Dave jika Davina berada di depan.


Penuturan Farrel tentu sedikit memberikan rasa sesak di dadanya. Merasa sedih bercampur penyesalan saat tau bahwa Davina tak mau masuk untuk bertemu degannya di saat seperti ini.


Kini Dave mengerti bagaimana rasanya tak di anggap keberadaannya.

__ADS_1


Sebelum semua ini terjadi, Dave pernah merasa jika keberadaan Davina tak terlalu berarti untuknya karna saat itu di hati dan pikirannya masih ada Sisy.


"Ya sudah, sebaiknya kamu antar dan temani Davina. Dia pasti sudah terlambat datang,,"


"Makasih udah bawain bajunya." Ucap Dave.


Meski Davina ada di luar, Dave tidak berani meminta wanita itu untuk masuk menemuinya.


Dia mencoba untuk mengerti, mungkin Davina masih butuh waktu untuk menenangkan diri dengan tidak bertemu dengannya.


"Ya, aku pergi. Lagipula Davina sudah marah-marah karna terlambat,,"


"Dimana Om Raka.?" Tanya Farrel. Dia harus memastikan kalau ada orang yang akan menemani Om nya itu di rumah sakit.


"Dia sedang keluar sebentar,," Jawab Dave.


Raka memang sedang menemani Dave, bahkan dia yang membawa Dave ke rumah sakit ini saat melihat kondisi Dave memburuk.


Jika Raka tidak datang ke apartemen untuk meminta tanda tangan, mungkin Dave akan tetap memilih berada di apartemen.


...***...


"Selamat malam Nona." Raka membungkuk hormat pada istri bosnya itu.


"Kenapa menunggu di luar.? Apa sedang ada dokter yang memeriksanya.?" Dia menatap heran lantaran Davina memilih duduk di luar.


"Aa,,aaku hanya,,


"Ayo Davina,," Farrel tiba-tiba datang menghampiri Davina.


"Om,, dari mana saja.?" Perhatiannya kini tertuju pada Raka yang baru kembali.


"Jangan tinggalin Om Dave sendirian terlalu lama, bagai kalau dia kenapa-kenapa," Protesnya.

__ADS_1


Walaupun Farrel terlihat kesal di depan Dave, tapi sebenarnya dia mengkhawatirkan kondisi Om satu-satunya yang dia miliki.


"Maaf Mas Farrel, saya hanya makan sebentar." Jawab Raka. Dia perlu mengisi perutnya agar bisa menjaga Dave nanti.


"Permisi,," Seorang perawat perempuan lewat di tengah-tengah mereka.


Dia membawa baju yang biasa di pakai oleh semua pasien disini.


Perawat itu kemudian masuk ke ruangan Dave.


"Sepertinya perawat itu mau membersihkan tubuh Om Dave dan menggantikan bajunya." Gumam Farrel sambil terus menatap ke arah pintu, padahal perawat itu sudah masuk ke dalam.


"Sebaiknya Om Raka masuk, bahaya kalau mereka dibiarkan berduaan." Kata Farrel. Raka mengangguk paham.


Sementara itu, Farrel langsung menggandeng tangan Davina yang sejak tadi terdiam saat perawat itu lewat dan masuk ke ruangan Dave.


"Kita harus pergi sekarang, kamu sudah terlambat kan.?" Kata Farrel sembari mengajak Davina pergi dari sana dengan menarik tangannya.


"Kenapa berhenti.?" Tanya Farrel karna Davina tiba-tiba menghentikan langkah.


"Aku ingin bicara sebentar dengannya." Ujarnya lalu melepaskan tangan Farrel dan berjalan ke arah pintu ruangan itu.


"Mau bicara atau mau mengawasi perawat yang akan menggantikan baju Om Dave.?" Tanyanya menggoda.


"Kamu nggak rela tubuh kekar Om Dave di sentuh wanita tadi.?" Ujarnya lagi.


Davina hanya menghentikan langkah sejenak tanpa menjawab pertanyaan Farrel, dia lalu berjalan cepat masuk ke ruangan setelah Raka juga masuk ke dalam.


"Cinta memang gila.!" Gumam Farrel. Dia heran dengan pasangan itu yang bahkan ikut membuatnya menjadi gila.


...***...


Makasih banyak votenya🙏🏻 jadi nambah semangat ekstra. 💪

__ADS_1


Tapi karna kesibukan di dunia nyata, alhasil hari ini telat up. Semalam nggak kuat begadang jadi nggak nulis. Baru sempat nulis sekarang.


__ADS_2