
Judul Penyesalan Balas Dendam. Jangan lupa mampir😊
...**...
Nisa terus menangis, duduk memberingsut di atas sofa dengan melipat lututnya dan memeluknya erat. Badannya bergetar hebat, merasakan kehancuran dalam dirinya. Nisa merasa kehilangan sesuatu yang paling berharga. Sesuatu yang sudah di ambil dan tidak akan kembali lagi. Kebencian yang mendalam terpancar di matanya. Menatap sosok laki - laki yang sudah menghancurkan masa depannya.
"Kau b*j*ngan,,,!!! Aku akan melaporkanmu pada polisi,,,!!" Teriak Nisa histeris dengan suara yang bergetar. Meskipun dia takut, namun Nisa masih berusaha untuk mengancam Andreas.
Andreas terkekeh kecil, laki - laki biadab itu sedikitpun tidak merasa bersalah sudah merenggut kesucian Nisa. Setelah memakai kembali celananya, Andreas duduk disofa. Hal itu membuat Nisa bergeser menjauh.
"Kau pikir siapa dirimu,,?! Laporkan saja jika kau yang ingin masuk penjara." Ujar Andreas meremeh. Dia memang salah satu orang yang berkuasa. Andreas bisa memainkan hukum dengan kekuasaan dan kekayaan yang dia miliki. Bahkan tempat karaoke yang dia kelola, tidak pernah di usik oleh jajaran kepolisian meski terkenal akan prostitusinya.
Nyali Nisa menciut, dia sadar betul apa yang di katakan oleh Andreas. Dia sudah banyak tau tentang Andreas yang merupakan orang berkuasa. Dia bahkan dengan mudahnya bisa lepas dari jerat hukum.
"Kamu tidak punya hati Andreasss,,,!!! Kamu sudah menghancurkan masa depanku.!! Kau br*ngs*k,,,,!!" Nisa terus meracau, mengeluarkan kekesalannya pada Andreas. Jika saja dia tega, mungkin saat ini dia sudah berusaha untuk melenyapkan laki - laki biadab itu.
"Kamu hanya kehilangan keperawanan, bukan kehilangan nyawa.!!" Bentaknya.
"Berapa yang kamu inginkan,,? Seratus juta.? Lima ratus juta.? Satu milyar.? Katakan saja, aku akan memberikan berapapun yang kamu minta,,,!" Tegas Andreas dengan gaya sombongnya. Dia mengambil rokok dan menyalakannya. Laki - laki berwajah tampan itu sama sekali tidak menyadari kesalahan terbesarnya. Kesalahan yang sudah membuat Nisa begitu hancur.
"Aku tidak menginginkan uang.! Aku hanya ingin kau mati,,,!! Laki - laki biadab sepertimu tidak pantas hidup,,,!!" Teriak Nisa, dengan menutupi tubuh bagian atasnya yang berbalut pakaian kerja yang sudah robek, Nisa turun dari sofa dan mengambil botol vodka yang sudah kosong. Pikirannya sudah buntu, dia terlalu benci pada bosnya itu.
"Kau ingin melenyapkanku dengan botol itu.?" Kata Andreas dengan tawa yang mengejek.
__ADS_1
"Aku hanya akan masuk rumah sakit, tapi kau akan mendekam dipenjara seumur hidupmu." Jelasnya santai, lalu menyesap rokoknya tanpa memperdulikan Nisa yang sudah berdiri di depannya dengan tatapan mematikan.
Pyaaaarrrr....!!!!
Nisa meleparkan botol itu pada dinding.
"Aaaaaarrrrrggh,,,,!!!" Nisa berteriak histeris, tubuhnya ambruk di lantai. Dia terus memukul perutnya berulang kali. Ada ketakutan tersendiri dalam dirinya. Nisa takut perbuatan bejad Andreas akan menumbuhkan benih kehidupan dalam rahimnya. Bukan hanya sekali Andreas melakukannya, dia mengurung Nisa dalam ruangan VIP itu hingga berjam - jam lamanya.
Tentu saja Nisa khawatir akan hal itu.
"Apa yang kau lakukan,,? Kau takut mengandung anakku.?" Tanyanya santai.
"Ya.!! Aku tidak sudi mengandung keturunan dari iblis sepertimu.!!" Teriaknya.
Kedua manik matanya di arahkan kebawah untuk mencari kunci yang sudah dibuang oleh Andres. Laki - laki itu hanya memperhatikan gerak - gerik Nisa. Dia masih duduk santai di sofa sambil menghisap batang rokok di tangannya.
Nisa menemukan kunci itu di sudut ruangan, dia segera mengambilnya dan langsung berjalan menuju pintu.
"Terima kasih untuk kenikmatan malam ini. Aku tidak percaya kamu memberikannya secara cuma - cuma padaku,," Ucap Andreas dengan suara lantang hingga menggema di ruangan itu. Nisa mengepalkan kedua tangannya, kebenciannya pada Andreas semakin membara. Tanpa menghiraukan ucapan Andreas, Nisa membuka pintu dan segera meninggalkan ruangan itu.
Nisa berjalan tertatih menuju ruang make up. Dia bahkan terus menangis tanpa mengeluarkan suara.
"Nis,, lu kenapa.?" Tegur Antoni yang berpapasan dengan Nisa. Nisa terus menunduk dan memeluk tubuhnya sendiri.
__ADS_1
"Tanya aja sama laki - laki b*j*ngan itu,,,!!" Ketus Nisa, dia menunjuk ruang VIP yang baru saja dia tinggalkan. Antoni membelalakan mata. Kini dia mengamati penampilan Nisa yang terlihat kacau. Di tambah dengan jas milik Andreas yang terbalut di tubuh Nisa.
"Nggak mungkin Nis, si bos nggak bakal nyentuh wanita disini,,," Kata Antoni, dia menyangkal apa yang ada dalam pikirannya.
"Tapi b*j*ngan itu sudah merenggutnya,,,!!!" Teriak Nisa histeris. Dia kembali ambruk di lantai. Nisa terlihat syok pada kejadian buruk yang baru saja menimpanya.
Kini Antoni baru meyakininya. Melihat Nisa yang begitu terpuruk dan hancur, sudah dipastikan jika Andreas benar - benar mengambil kesucian gadis cantik itu.
Antoni membangunkan Nisa, dia menuntun Nisa masuk ke dalam ruang make up. Mendudukan Nisa di sofa panjang yang ada di sana.
"Lu tunggu disini, jangan pulang sendirian. Gue yang akan anterin lu pulang nanti,,," Pesan Antoni, dia menepuk pelan bahu Nisa sebelum keluar dari ruang make up.
"Gila,,," Seru Antoni.
"Jadi lu beneran perk*s* gadis itu,,,?" Tanyanya memastikan.
"Lu nggak denger tadi gue ngomong apa,," Ujar Andreas.
"Iya gue denger. Masalahnya gue nggak percaya aja lu bisa maen sama wanita disini. Dia juga masih virgin bro.! Parah lu,,," Cibir Antoni.
"Awalnya gue nggak sadar. Gue pikir dia Irene. Baru sadar pas ngerasa punya gue susah masuknya," Jelasnya.
"Lu udah sadar tapi kenapa masih dilanjutin.?!" Cecar Antoni sedikit kesal.
__ADS_1
"Tanggung bro, udah nggak tahan. Kapan lagi dapet yang masih segelan." jawab Andreas dengan santainya. Antoni hanya menggelengkan kepalanya. Bos sekaligus sahabatnya itu terlampau gila.