Selingkuhan Om Tiri

Selingkuhan Om Tiri
Bab 71


__ADS_3

"Aku mau belajar memasak Om."


"Bukankah istri yang baik harus bisa menyiapkan makanan yang enak untuk suaminya.?" Tanya Davina dengan wajah yang berbinar sembari menoleh kebelakang untuk menatap Dave.


Laki-laki yang tengah memeluknya nampak terdiam.


"Kemari,," Dave membalik tubuh Davina, menggandeng tangan wanita itu dan membawanya ke meja makan.


Davina mengikuti Dave, bahkan saat Dave duduk lebih dulu dan menariknya untuk duduk di pangkuan.


"Jangan sekarang Om, aku mau coba memasak dulu,," Kata Davina. Dia berfikir kalau Dave akan mengajaknya untuk mengulangi percintaan panas tadi pagi. Karna Dave terus menatap lekat wajahnya.


Dave mengulum senyum gemas lantaran Davina salah mengira.


Tapi meski Davina langsung memberikan penolakan sebelum di minta, setidaknya Davina sudah paham akan tugasnya sebagai seorang istri. Paham kalau dia memang harus melayani suami.


"Sampai kapan kamu akan memanggil saya Om.?" Nada protes Dave begitu lembut. Dia merapikan rambut panjang Davina ke belakang, kemudian mengusap belakang kepala hingga punggung dengan pandangan mata yang tak lepas dari wajah Davina.


Dave memperlakukan wanita dalam pangkuannya itu layaknya anak kecil yang sedang di manja.


Davina menggelengkan kepala tanda tidak tau.


"Lalu aku harus panggil apa.?" Tanya Davina bingung.


"Aku sudah nyaman panggil Om." Tuturnya. Dengan sedikit malu-malu, Davina memberanikan diri untuk melingkarkan kedua tangannya di leher Dave. Pria yang masih sangat wangi walaupun baru saja pulang dari kantor.


"Apa saja asal jangan Om." Pinta Dave.


Davina terlihat diam untuk berfikir. Mencari panggilan yang nyaman dan cocok untuk Dave.


"Eemm,, bagaimana kalau Mas saja.? Sama seperti panggilan Mama Sandra ke Papa." Usul Davina. Walaupun dia belum pernah memanggil teman atau orang terdekat dengan sebutan Mas, tapi menurutnya cukup nyaman kalau memanggil Dave dengan sebutan Mas.


Dengan ekspresi wajah yang terlihat tidak suka, Dave langsung menggelengkan kepala karna tidak setuju.


"Apa nggak ada pilihan lain.? Panggil sayang saja," Kata Dave datar.

__ADS_1


"Ckk.!" Davina langsung berdecak. Untuk apa Dave memintanya mengubah panggilan kalau ujung-ujungnya Dave sendiri yang menentukan.


"Untuk apa Om Dave memintaku mengganti panggilan kalau akhirnya Om sendiri yang menentukan." Bibir Davina mencebik. Bukan karna dave menolak di panggil Mas, tapi karna Dave menyerahkan padanya tapi ujung-ujungnya harus mengikuti permintaan Dave.


Dave hanya terkekeh kecil mendengar kekesalan Davina dengan wajah yang mencebik.


"Apanya yang lucu.!" Protes Davina. Dia ingin turun dari pangkuan Dave, tapi pria itu menahannya.


"Mau kemana.? Aku buru-buru pulang karna ingin ingin melihatmu." Kata Dave. Dia malah memeluk erat pinggang Davina, membuat wanita itu tidak bisa lepas dadi pangkuan Dave.


"Aku.?" Gumam Davina. Dia sedikit terkejut mendengar Dave menyebut dirinya sendiri dengan sebutan aku. Itu terdengar lebih santai, daripada saat Dave menyebut dirinya dengan kata saya.


Terlalu formal untuk ukuran suami istri.


"Aku lebih suka Om menyebut aku daripada saya."


Ujar Davina. Senyum di bibirnya mengembangkan, sorot matanya berbinar, Davina jadi merasa kalau hubungannya dengan Dave sedang mengalami kemajuan yang baik. Walaupun hanya karna merubah panggilan saja.


"Dan aku lebih suka kamu memanggilku sayang." Bisik Dave. Tangan dan bibirnya mulai tidak terkendali. Dave mengendus leher dan meninggalkan kecupan, serta tangannya yang meraba punggung Davina di balik baju.


Dave sudah berusaha menahan diri untuk tidak bercinta sebelum menyampaikan hal penting pada Davina. Tapi berdekatan dengan Davina dalam posisi seperti itu membuatnya gila karna menahan sesuatu yang bergejolak.


"Bagaimana kalau Om ajarin aku masak dulu.?" Tawar Davina.


Karna dia benar-benar ingin bisa memasak demi Dave.


"Sayang, panggil aku sayang.!" Tegas Dave mengingatkan. Dia tak menghiraukan penolakan Davina dan kembali membenamkan wajah di leher jenjang Davina.


"Ok Sayang, stop it,,!" Pinta Davina dengan nafas memburu. Ulah Dave sampai membuatnya panas dingin.


"Oh, come on Baby. Nikmat bukan.?" Tanya Dave, dia menatap Davina dengan tatapan mata yang sudah di penuhi gairah.


"Aku akan mengajarimu memasak, tapi setelah kamu membayarnya dengan kepuasan."


Dave semakin memberikan rangsangan pada semua titik sensitif Davina, membuat tubuh wanita itu menegang.

__ADS_1


Sentuhan demi sentuhan membuat Davina tak punya kekuatan untuk menolak lagi. Dia malah menikmati percintaan di ruang makan sampai tidak sadar meloloskan ******* berulang kali saat Dave menyess sap kedua bukitnya secara berganti-ganti.


Tubuh Davina sudah setengah telanjang. Hanya meninggalkan rok di atas lutut, itupun tanpa celana da l am karna Dave sudah melepaskannya.


Dave kemudahan mengangkat Davina, mendudukkan istrinya itu di atas meja makan.


Nafas Davina terlihat memburu, begitu juga dengan Dave. Sambil melepas kain ya g tersisa di badannya, Dave terus menatap wajah Davina ya g semakin cantik dalam keadaan sedikit berkeringat dan dalam kondisi bergairah.


Dave memposisikan diri dan mulai melakukan penyatuan, keduanya semakin hanyut dalam percintaan yang penuh kenikmatan.


Menjadikan meja makan itu sebagai tempat merengkuh nikmat dunia.


"I love you,," Bisik Dave di telinga Davina sembari memeluk erat tubuhnya.


Nafas keduanya tersenggal setelah melakukan pelepasan bersama.


Davina hanya bisa mengangguk dan balas memeluk Dave. Melingkarkan kedua tangannya di punggung polos Dave dengan posisinya yang masih duduk di atas meja dan Dave yang masih berdiri.


Cukup lama keduanya saling memeluk, sampai akhirnya Davina melepaskan pelukannya karna teringat sesuatu.


"Ada apa.?" Tanya Dave lantaran Davina seperti buru-buru melepaskan pelukannya.


"Kapan Om Dave akan menjelaskan tentang tato ini.?" Tangan Davina menyentuh punggung bawah Dave, tepat dimana tato bunga daisy itu berada.


...***...


...Jangan lupa mampir ke novel :...



Dijodohkan Dengan CEO (akun : Clarissa icha)


Penyesalan Balas Dendam (akun: Clarissa icha)


Cinta Sendiri (akun : AYi)

__ADS_1


Nikah Muda (akun : Ratna Wullandarrie)



__ADS_2