
Davina menunggu Farrel di depan kelasnya. Selain ingin buru-buru pulang, dia juga ingin menanyakan sesuatu pada kakak tirinya itu.
"Kak.!!" Panggil Davina. Matanya melotot tajam saat melihat Farrel keluar dari kelasnya sembari beriringan dengan teman sekelas Farrel yang sudah pasti berjenis kelamin perempuan.
Wanita itu terlihat sangat menempel pada Farrel.
Davina sampai berdecak kesal melihatnya. Geram sudah pasti. Karna Davina sudah sering melihat Farrel berdekatan dengan banyak wanita yang berbeda-beda.
Dan yang membuat Davina heran, wanita-wanita itu mau saja dekat dengan Farrel padahal tau kalau Farrel hanya bermain-main saja tanpa mau serius menjalani hubungan.
"Pulanglah,," Kata Farrel pada wanita yang baru saja merangkul lengannya di depan Davina. Membuat Davina tersenyum kecut.
"Tunggu aku di apartemen mu nanti malam,," Bisik Farrel, tapi suaranya masih bisa di dengar oleh Davina karna jarak mereka cukup dekat.
Senyum di wajah wanita itu langsung mengembang. Dia mengangguk kemudian pamit pergi pada Farrel.
Davina sampai menatap heran.
"Jangan macam-macam kak.! Atau aku adukan pada Mama.!" Ancam Davina. Farrel sudah kelewat batas. Pasti banyak mahasiswi di sini yang sudah di permainkan oleh Farrel dengan mengandalkan wajah tampan dan uangnya.
"Memangnya cuma kamu yang bisa mengancam,?" Ujar Farrel meledek.
"Kau juga bisa mengadukan pada Papa kalau kamu dan Om Dave tinggal bersama." Farrel tersenyum puas. Dia yakin setelah ini Davina akan mengurungkan niatnya untuk tidak mengadukan perbuatannya pada Mama Sandra.
"Dasar menyebalkan.!" Pekik Davina. Dia tak bisa berkutik lagi karna sama-sama melakukan kesalahan yang bisa dijadikan alasan untuk saling mengancam.
"Ayo buruan antar aku pulang." Pintanya sembari berjalan mendahului Farrel karna geram pada laki-laki itu.
Farrel terkekeh puas melihat kekesalan Davina.
Dia segera mengikuti langkah Davina menuju parkiran.
"Aku nggak mau yah Kak Farrel deketin Nabila lagi.!" Gerutu Davina saat Farrel masuk ke dalam mobil.
"Nabila itu masih polos, dia mana kenal sama laki-laki, apalagi yang model kayak Kak Farrel gini." Davina melirik kesal pada Farrel.
Farrel hanya diam saja mendengarkan ocehan Davina yang mirip dengan buru beo. Dia sibuk menyalakan mobil dan melajukan mobilnya keluar dari halaman parkir.
"Lagian yah kalau kak Farrel deketin Nabila, Kak Farrel nggak bisa bilang 'Tunggu aku di apartemen mu nanti malam'." Davina menirukan ucapan Farrel dengan nada bicara yang dibuat menjengkelkan untuk meledek Farrel.
__ADS_1
"Karna Nabila tinggal di kos-kosan, kak Farrel bisa di gerebek kalau malam-malam datang ke kosan Nabila.!" Geram Davina dengan bibir yang mencebik.
"Hahahaha,,,,"
Farrel tertawa terbahak-bahak. Bukan tertawa karna nada bicara atau ekspresi wajah Davina, tapi tertawa membayangkan dia di gerebek saat sedang berduaan bersama wanita.
"Malah ketawa.! Emang ada yang lucu.!" Ketua Davina.
"Lucu kalau orang do -doh yang ngomong,,," Ledek Farrel sembari mengacak rambut Davina.
"Lagian marah-marah mulu dari tadi.!" Keluhan Farre.
"Memangnya semalam kekurangan jatah main di ranjang sama Om Dave.?" Dia sengaja menggoda Davina. Wanita polos itu pasti akan terpancing ucapannya. Dengan begitu, dia bisa tau apakah Om Dave dan Davina sudah melakukan hubungan suami istri atau belum.
"Apa hubungannya marah-marah sama kurang main di ranjang.?" Tanya Davina. Dia terlihat penasaran sekaligus kesal karna Farrel menghubungkannya dengan kegiatan panas itu.
"Lagian apanya yang kurang kalau sampai 3 kali, bahkan tadi pagi,,," Davina langsung menutup mulutnya. Dia sadar kalau Farrel sedang mengerjainya. Apalagi saat melihat tatapan mata Farrel yang seakan tidak sabar mendengar ceritanya.
"Tadi pagi apa.?" Farrel mulai penasaran.
"Kalian main lagi pagi-pagi.?" Godanya.
...****...
Setelah membersihkan diri dan mengganti baju, Davina segera menuju ke dapur.
Dia membuka lemari pendingin, mengambil bahan makan yang ada di dalam untuk di olah menjadi masakan.
Ya, ini alasan Davina kenapa dia ingin buru-buru pulang. Dia mau belajar memasak agar bisa menjadi istri yang baik untuk Dave dengan menyiapkan sarapan dan makan malam untuk suaminya itu.
Karna tidak mungkin dia terus mengandalkan Dave untuk membuat sarapan.
"Semangat Davina, kamu pasti bisa,,!" Serunya untuk menyemangati diri sendiri.
Dia sudah menatap bahan makanan di atas meja. Lalu membuka ponselnya untuk melihat tutorial memasak lewat youtube. Ini pertama kalinya Davina akan belajar memasak. Walaupun dia tidak yakin akan berhasil menghidangkan makan malam yang enak untuk Dave, tapi setidaknya dia sudah berusaha untuk belajar.
"Kelihatannya sangat mudah, tapi aku nggak yakin akan enak kalau aku yang buat,," Dia terkekeh sendiri.
"Apanya yang nggak enak.?" Suara berat Dave mengagetkan Davina. Dia handak berbalik badan, tapi ternyata terhalang badan Dave yang sudah berdiri di belakangnya. Bahkan kini pria itu melingkarkan tangannya di perut Davina. Memeluk erat istrinya itu.
__ADS_1
"Om,,? Tumben pulang lebih awal." Tanya Davina.
Biasnya Dave akan pulang sore, tapi sekarang baru pukul 2 siang dan dia sudah kembali.
"Saya hanya ingin melihat kamu,," Jawab Dave.
"Kamu mau memasak.? Pesan saja kalau mau makan,," Dave memperhatikan semua bahan yang sudah tertata rapi di depan Davina.
Davina menggelengkan kepala.
"Aku mau belajar memasak Om."
"Bukankah istri yang baik harus bisa menyiapkan makanan yang enak untuk suaminya.?" Tanya Davina dengan wajah yang berbinar sembari menoleh kebelakang untuk menatap Dave.
Laki-laki yang tengah memeluknya nampak terdiam.
...***...
...Pengumuman Pemenang Giveaway Ke 11...
Selamat untuk ke 4 pemenang yang mendapat pulsa masing-masing 20k. Silahkan DM ke Instagram r.wulland1
Jangan lupa screenshot akun novel kalian masing-masing untuk bukti.
Nama pemenang :
1. Fae Tae Kook
2. Fitria Agustina
3. My We
4. Juni Delya
__ADS_1