
"Nabila,,! Tunggu aku,,," Teriak Davina. Dia berjalan cepat menyusul Nabila yang hendak masuk ke dalam kelas.
Sejak kemarin dia melihat Nabila berbicara dengan Dave, dia tidak sabar untuk menanyakan hal ini pada Nabila.
"Ya, ada apa kak.?" Tanyanya setelah Davina berhenti di depannya.
"Aku hanya ingin bertanya sesuatu padamu. Bisa ikut aku sebentar.?"
Nabila diam sejenak, sebelum akhirnya mengangguk dan mengikuti langkah Davina yang menjauh dari keramaian.
Keduanya duduk bersebelahan, memilih tempat yang lebih sepi.
"Kemarin aku nggak sengaja melihat kamu bicara dengan seseorang laki-laki di depan kampus."
"Apa dia tau kalau kamu berteman dengan ku.?"
Davina sangat penasaran, ingin tau apa yang di katakan Dave pada Nabila. Seandainya Dave memang tau Nabila berteman dengannya, Davina khawatir Dave akan menyuruh hal yang sama pada Nabila seperti Dave menyuruh Farrel untuk mengawasi setiap pergerakannya.
"Maksudnya Kak Dave.?" Nabila balik bertanya. Hal itu membuat Davina sedikit terkejut karna Nabila sampai tau nama Dave. Tapi bisa jadi Dave sendiri yang memperkenalkan dirinya pada Nabila.
"Iya, Om Dave,," Ucap Davina.
"Om Dave.?" Kening Nabila berkerut mendengar Davina menyebut Dave dengan sebutan Om.
"Apa dia,,,"
"Iya, dia Om ku." Devina menjawab cepat. Dia tak mungkin mengaku sebagai istri Dave karna semua teman-temannya tidak ada yang tau kalau dia sudah menikah.
"Ya ampun,, dunia sempit sekali," Gumam Nabila tanpa sadar.
"Maksudmu.?" Davina menatap bingung.
"Kak Dave dan kakak ku pernah menjalin hubungan." Penuturan Nabila seketika membuat detak jantung Davina berhenti beberapa detik.
Dia langsung mengerti maksud ucapan Nabila dan paham siapa kakak Nabila.
__ADS_1
Davina mulai menghubungkan ucapan Dave yang mengatakan kalau wanita itu kembali, menghubungkannya dengan cerita Nabila yang menyebutkan sangat kakak baru saja kembali dari luar negeri beberapa pulang yang lalu.
"Aku nggak tau kalau kak Dave punya keponakan perempuan. Seingatku hanya punya keponakan laki-laki karna dulu aku pernah bertemu dengannya saat datang ke kota ini untuk bertemu kak Sisy,," Tutur Nabila.
Dulu saat usianya 10 tahun, dia pernah datang ke jakarta dan tinggal beberapa minggu bersama sang Kakak di apartemen. Dia masih ingat Dave membawa keponakan laki-lakinya yang saat itu berusia 13 tahun. Mereka berempat sempat pergi liburan bersama di pantai. Namun karna sudah lama, Nabila tidak ingat wajahnya lagi.
Bahkan sebenarnya dia juga sedikit lupa dengan Dave.
Hari itu, Dave sendiri yang tiba-tiba menghentikan langkahnya dan mengajaknya bicara. Nabila justru sedikit heran melihat Dave yang masih sangat mengenalinya. Padahal sudah lama tidak saling bertemu. Apa lagi dulu usia Nabila baru 10 tahun, pasti banyak perubahan yang terjadi setelah Nabila berusia 19 tahun.
"Kak Sisy.?" Gumam Davina.
"Dia kakakku."
"Ah ya ampun,, aku sampai lupa namanya." Davina tersenyum kaku. Dia pura-pura mengerti tentang hubungan Dave dan Sisy.
"Om Dave bilang padaku kalau Kak Sisy kembali setelah 8 tahun menghilang tiba-tiba tanpa kabar."
Ucapan Davina membuat Nabila menundukkan kepala.
Seketika nafas Davina tercekat mendengar penuturan Nabila. Dia terlalu percaya diri kalau Dave berbisik dengan Nabila karna ingin menanyakan dirinya pada gadis itu. Tapi ternyata, Dave masih tetap mencari tau kabar wanita di masa lalunya.
Lalu apa arti pesan yang dikirimkan oleh Dave,? Pesan yang bertuliskan bahwa Dave tak akan peduli lagi tentang wanita itu.
Davina mengukir senyum sinis. Memang seharusnya dia tak percaya pada sebuah pesan yang hanya di ketik melalui jari. Karna semua orang bisa mengatakan apapun lewat pesan, termasuk sebuah kebohongan.
"Jadi apa yang membuat kakak mu meninggalkan Om Dave tanpa kabar.?" Cecar Davina. Dia berfikir harus mengorek informasi lebih dalam tentang kehidupan Dave di masa lalu.
Nabila menggeleng.
"Aku nggak tau. Saat pulang dari Jakarta 8 tahun lalu, Kak Sisy membawa seorang laki-laki dan meminta kedua orang tua kami untuk menikahkannya."
"Entah bagaimana ceritanya, Mama dan Papa langsung menyetujuinya."
"Tak lama setelah menikah, Kak Sisy dan suaminya pergi ke luar negeri."
__ADS_1
"Sekarang kak Sisi pulang dalam keadaan sakit."
Nabila menunduk sendu. Kesedihan terlihat jelas dari sorot matanya.
"Mama dan Papa sampai kaget saat kak Sisy mengutarakan keinginannya untuk menikah dengan laki-laki lain. Padahal sebelumnya sudah ada rencana kalau kak Sisy dan kak Dave akan menikah."
Davina yang sejak tadi berusaha tenang menatap Sisy, kini menarik nafas dalam. Rasa sesak di dadanya terasa semakin menghimpit.
Pantas saja Dave sulit melupakan wanita di masa lalunya, karna wanita itu pergi di saat sudah ada pembahasan untuk menikah.
...***...
"Ayolah Davina, ikut denganku sekali saja. Om Dave menyuruhku membawamu ke apartemen. Dia bilang hanya sebentar,," Bujuk Farrel.
Entah sudah berapa lama dia membujuk Davina, tapi wanita itu tetap tidak mau ikut dengannya.
"Harus berapa kali aku bilang.! Aku nggak mau."
"Jangankan pergi ke apartemennya, sekalipun dia datang ke rumah ini, aku juga nggak akan menemuinya.!" Seru Davina kesal.
Dia beranjak dari meja makan, bergegas pergi dari sana untuk pergi ke kamarnya. Namun langkahnya terhenti ketika melihat Dave memasuki rumah.
Laki-laki itu berjalan cepat ke arahnya dengan menatap dalam.
Tanpa mengatakan apapun, Dave langsung memeluk erat tubuh Davina. Tak peduli meski Davina memberontak, Dave terus mendekap erat tubuh istrinya itu.
"Aku sangat rindu padamu,," Ucap Dave lembut.
"Bulshit.!" Ketus Davina sinis. Mana mungkin dia percaya, sedangkan Dave masih mencari tau tentang Sisy dengan menanyakannya langsung pada Nabila. Nabila juga menuturkan kalah Dave menanyakan kabar kakaknya itu, dan wajah Dave terlihat cemas saat mengetahui bahwa Sisy sedang sakit.
...***...
...Jangan lupa Vote dan mampir ke novel Penyesalan Balas dendam. ...
__ADS_1