SESUATU YANG TERTUNDA

SESUATU YANG TERTUNDA
10. Ujian kehidupan 4


__ADS_3

Hari ini Jaka berniat jalan-jalan, keliling kampung GIG. Sekalian dia mau survei, dimana letak cafe, yang diceritakan, oleh Pak Seno semalam.


Pagi ini Jaka bangun tidur kesiangan, karena semalam sepulangnya Pak Seno. Dia nggak bisa tidur, karena cerita Pak Seno, tentang kakak angkat nya, mirip dengan tragedi yang dialami Papa, dan Mama nya.


Waktu menunjukkan jam 10:00.


Jaka baru terbangun dari tidurnya. Dia pun bergegas mandi, dan setelah mandi dia berpakaian rapi. Tapi karena lapar, Jaka pergi ke dapur, untuk memasak mie goreng, dan memasak air panas, untuk membuat kopi hitam.


Setelah selesai sarapan, dia berniat mencari tahu dimanakah letak cafe, tempat ngumpul Gatot, dan anak buahnya.


Jaka pun menghabiskan kopinya, sambil mengatur nafasnya, lewat sebatang rokok.


Setelah menghabiskan 3 batang rokok kretek, dan air hitamnya habis, Jaka pun bergegas ke motornya, untuk menuntaskan rencananya. Mencaritahu letak cafe, tempat Gatot dan anak buahnya, sering berkumpul. Jaka pun men-starter motornya, ke arah yang diceritakan Pak Seno.


Kampung GIG ini, adalah nama sebuah Kecamatan, yang terletak dipinggiran kota Z.


"Boss ada mangsa baru," kata salah satu anak buah Gatot.


"Mana?" tanya Gatot.


"Itu Boss yang lagi naik motor, kayaknya motor mahal itu boss. Lumayan kan, untuk tambahan pemasukan kita," ucap anak buahnya.


Ternyata Gatot dan anak buahnya adalah gerombolan perampok, dan penodong, yang sering meresahkan masyarakat, di sekitar Kecamatan kampung GIG.


Mereka pintar menutupi jejaknya, dan berkedok sebagai pengurus, dan perawat kebun Pak Hadi Rudyatmo, calon mertua Jaka. Dengan gaya berpakaian rapi, bersih. Masyarakat tidak akan mengira, kalau mereka lah yang selalu meresahkan masyarakat sekitarnya.


"Kamu kabari teman-teman yang lain, suruh mereka bersiap-siap di lokasi biasanya, dan cegat mangsa baru kita disana!" perintah Gatot.


"Siap Bang," sahut sang anak buah.


Gatot tidak mengetahui, dan mencari tahu, siapa yang akan menjadi mangsa nya kali ini. Dan hari ini sepertinya adalah hari naasnya.


Jaka dengan santai mengendarai motornya, tak disangka-sangka, setelah dia memasuki kawasan perkebunan karet warga, yang tidak dirawat dan tampak seperti hutan.


"Berhenti kamu!" kata seorang laki-laki 1.


"Pilih harta, atau nyawa!" Kata seorang laki-laki 2, teman laki-laki 1.


Ada 4 orang yang mencegat Jaka, dengan penampilan memakai topeng kain ala ninja.


Jaka pun menghentikan motornya, dan berkata.


"Kalo aku nggak mau pilih, emang apa yang mau kalian lakukan?" jawab Jaka ramah.


"Ngelawan kamu!" gertak laki-laki 1.

__ADS_1


"Aku nggak ngelawan Bang, cuma nggak mau milih aja," jawab Jaka santai.


"Hajar aja Din!" kata salah satu temannya.


"Hei goblok! Dah dibilang jangan panggil nama." Kata laki-laki 1 kesal.


Jaka pun bergegas mengambil dua pentungan sekuriti, yang selalu di bawanya, dan diletakkan di atas jok motornya. Lalu bersiap-siap, menghadapi ke-4 orang yang mencegatnya.


"Hei orang-orang goblok, malah bertengkar sendiri. Ayoo maju sini! Sekalian aku berolahraga," kata Jaka, untuk memancing kemarahan, ke-4 orang yang mencegatnya.


Karena biasanya, orang yang marah nggak bisa berpikir jernih, dan langsung grabak-grubuk tanpa pikir panjang.


"Ayoo semua, kita keroyok anak brengsek ini!" kata laki-laki 1.


Dengan emosi, laki-laki 1 memukul Jaka dengan bogem mentah.


"Terima ini," kata laki-laki 1.


Tanpa pikir panjang, Jaka pun bergegas menangkis, dan menangkap tangan laki-laki 1, menarik tangan tersebut, lalu langsung membantingnya.


Gee...


Dhe...


Bug...


Lalu Jaka pun mengambil 2 pentungan sekuriti, yang ada di motornya, dan menghajar ke-3 orang yang menyerangnya satu persatu.


Bag...


Bigg...


Bug...


Bug...


Bigg...


Bagh...


"Aduuh Bang, sakit Bang. Mukulnya jangan keras-keras Bang." Kata seseorang pelaku pencegatan.


"Bego! Bego... Ngapain juga kamu request, mukulnya jangan keras-keras." kata teman laki-laki 2.🤔🤔


"Namanya juga berantem! Suka-suka aku dong." Kata Jaka, sambil tersenyum jahil.

__ADS_1


Lalu Jaka pun mengayunkan lagi dua pentungan sekuriti, yang baru diambilnya, langsung memukuli pencegat yang tersisa.


Begh...


Hugh...


Bag...


Doug...


Beg...


Gee...


dhe...


Bugh...


Akhirnya ke-3 orang itu pun terkapar, terkena hantaman dua pentungan sekuriti, yang selalu dibawa Jaka di motornya.


Jaka pun membuka topeng ala ninja ke-4 orang itu, disaat Jaka menarik topeng orang terakhir, orang itupun kaget,


"Maaf Bang, jangan pukuli saya lagi," katanya memohon.


Jaka langsung mengambil foto ke-4 orang itu, foto tempat kejadian dan senjata yang digunakan dalam kejahatan mereka dengan menggunakan HP nya.


Jaka langsung menelpon Pak Seno. "Assalamu'alaikum Mas Jaka, ada apa?" kata Pak Seno.


"Wa alaikumussalam warahmatullah, saya mau minta tolong Pak Seno, menghubungi polisi," sahut Jaka.


"Polisi? Emang ada apa, mas Jaka nggak apa-apa kan?" tanya Pak Seno khawatir.


"Tolong Bang, jangan laporin ke polisi," kata orang yang pura-pura pingsan.


"Siapa nama kamu?" tanya Jaka tegas.


"Saya Nanang Bang." Jawabnya.


"Saya nggak apa-apa kok Pak, cuma ke-4 orang ini yang babak belur, karena mau merampok saya. Sebentar Pak." kata Jaka.


Jaka pun berjalan agak menjauhi si Nanang.


"Gini Pak Seno, nggak jadi telpon Polisinya, ya Pak? Kayaknya saya ada rencana lain, untuk ke-4 orang ini," ucap Jaka.


"Terima kasih Pak, nanti malam, saya ceritakan Pak." Sambil menutup panggilannya.

__ADS_1


__ADS_2