SESUATU YANG TERTUNDA

SESUATU YANG TERTUNDA
70. Kabur


__ADS_3

Sania pun langsung memasuki kamar yang ditempati Ibunya, tanpa mengetuk pintu dan permisi. Langsung melompat ke kasur dan menyembunyikan kepalanya dibawah bantal, karena malu.


"Lhoo Mbak, kok kamu lari-lari ke kamar, trus langsung ngumpet dibawah bantal?" tanya Ibu bingung dan penasaran. Sambil menutup pintu kamar.


"Barang-barang mu tadi mana Mbak?" sambung Ibu.


Tak lama berselang, terdengar suara ketukan pintu kamar.


Ibu pun bergegas membuka pintu kamar.


"Mbak Dira, Rena, ada apa ini? Ayo masuk dulu," kata Ibu ramah.


Dira dan Rena pun masuk ke kamar dengan membawa barang-barang Sania yang ditinggalkannya tadi.


"Ada yang kabur dari kamar kami Bu tadi, setelah awalnya datang, nggak salah-salah mau gabung tidur berempat dengan Mas Jaka. Sampe Mas Jaka sempat marah-marah tadi! Trus, setelah dijelaskan orangnya kabur, ngumpet dibawah bantal," kata Dira semangat.


"Emang benar gitu?" tanya Ibu penasaran.


Iya, emang bener gitu Bu," sahut Rena.🤭🤭


"Emangnya gimana ceritanya Mbak?" tanya Ibu penasaran.

__ADS_1


"Ceritanya begini Bu," kata Dira menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi. mulai dari awalnya mereka mandi, trus mendengar tentang olahraga malam dan yang terakhir sampai indehoy dan mau bikin anak.


Mereka bertiga pun tertawa terbahak-bahak bersama.


"Dasar Sania!" kata Ibu yang masih diselingi dengan tawa.


Sania yang mendengar cerita Dira, pun tersenyum malu, dibawah bantal.


Dira pun bergegas memberi kode ke Rena, untuk menarik bantal yang dipakai Sania, menutupi kepalanya. Dan Dira pun akan menarik kaki Sania.


"satu, dua, tiga ... " bisik Dira ke Rena.


"Aahh ... " kalian berdua memang jahil ya?" kata Sania sambil melemparkan bantal dan guling disebelahnya kearah Rena dan Dira.


"Mbak Dira jahil," kata Sania tersipu-malu. 😚😚


"Gini aja Mbak?" kata Rena dengan senyuman jahil, memutus omongannya.


"Maksudnya Ren?" tanya Sania penasaran.


"Besok setelah acara akad nikah, dan resepsi pernikahan selesai. Malamnya, kita olahraga bareng ya, seperti kata Mbak Sania dikamar tadi," seloroh Rena.🤭🤭

__ADS_1


"Dasar mesum," kata Sania sambil melemparkan bantal ke arah Rena.😚😚


"Kami berdua pamit ke kamar ya Bu,' kata Dira ramah.


"Iya Mbak," sahut Ibu.🤭🤭


"Mbak Sania mau ikut?" goda Rena dengan gaya berkuda, sambil keluar dari kamar Ibu.


"Dasar mesum!" jawab Sania. 😚😚


Dira dan Rena pun keluar dari kamar ibu sambil tertawa. 🤭🤭


"Mangkanya Mbak! Kalo di omongin Orangtuanya itu, di dengarkan dan dituruti. Coba kalo tadi nurutin kata Ibu, kan nggak kayak gini ceritanya!" kata ibu sambil tersenyum dan menahan tawa.


"Iya Bu, maafin Sania ya Bu, sahut Sania.


Sebelum kejadian itu, tadi memang sempat Ibu melarang Sania, untuk membawa barang-barangnya ke kamar Jaka. Tapi, karena Sania ngotot, bahwa tidak akan terjadi apa-apa disana. Ibu pun membiarkan Sania pergi ke kamar Jaka. Karena Ibu sangat yakin, dengan watak dan kepribadian keras seorang Jaka Pambudi. Jaka tidak akan pernah berbuat sesuatu yang melampaui batas.


Hingga akhirnya terjadilah sesuatu yang harus terjadi.


"Mbak! Besok, setelah acara akad nikah dan resepsi pernikahan selesai, kalo Mbak masih malu, nanti Ibu yang nganterin Mbak, ke kamar Mas Jaka, untuk main kuda-kudaan bareng Mbak Dira dan Rena," kata Ibu sambil tersenyum jahil. 😉😉

__ADS_1


"Ibu! Kayaknya, sudah ketularan Rena dan Mbak Dira," kata Sania tersipu-malu. 😚😚


__ADS_2