SESUATU YANG TERTUNDA

SESUATU YANG TERTUNDA
07. Ujian kehidupan 1


__ADS_3

Tak terasa sekarang sudah bulan Mei.


Jaka pun telah mencari tahu, tentang harga jual sawitnya, ke beberapa pengepul sawit dan beberapa pabrik sawit.


Dan Jaka pun telah memilih di pabrik sawit mana, dia akan melakukan kerjasama perihal penjualan hasil sawit nya.


Hari ini Jaka bangun jam 04:45, dan melakukan aktifitas pagi seperti biasa dikontrakkan nya.


Setelah sarapan dan ngopi.


Jaka membuka tas pinggangnya dan mulai menghitung penghasilan nya yang belum disetorkan ke Bank ZA.


Ada Rp 7.329.000.-, di tas pinggang, dan ada Rp 268.000.- di dompetnya.


Jaka berencana membeli sebuah laptop, dan perlengkapan nya untuk hiburannya, dan membuat proposal, pengajuan kerja sama penjualan hasil sawit, dengan perusahaan sawit hasil seleksi nya.


Sedikit banyak Jaka masih mengingat tentang pelajaran komputer, saat dia masih di sekolah dulu.


Dia pun bergegas, untuk membeli sebuah laptop beserta printer nya.


Dan sebuah tas ransel untuk barang dan tempat laptop. Agar memudahkan nya membawa laptop. Jaka pun mampir ke sebuah toko komputer dan perlengkapannya.


Dan kebetulan toko itu pun menjual tas ransel.


"Selamat pagi Mbak," sapa Jaka.


"Ada yang bisa saya bantu Mas?" tanya Mbak pelayan toko dengan ramah.


"Saya mau membeli sebuah laptop, printer dan perlengkapan nya Mbak," jawab Jaka.


"Mas nya mau membeli laptop dengan spesifikasi gimana Mas," sambung Mbak pelayan toko.


"Itulah yang saya agak bingung Mbak," ceplos Jaka dengan jujur.


"Tolong bantuin saya ya Mbak," sambung Jaka.


Sang Mbak pelayan toko pun menjelaskan, panjang kali lebar beberapa merk laptop, dan printer, lengkap dengan spesifikasi nya.


Jaka pun menentukan laptop Toshiba, dan printer Epson, sebagai pilihannya.


"Butuh apalagi Mas?" tanya Mbak pelayan toko.


"Saya butuh 1 rim kertas hps, 3 buku note, dan sebuah tas ransel warna hitam Mbak. Berapa total uang nya Mbak?" sahut Jaka.


"Nggak sekalian speaker aktif nya Mas?" Mbak pelayan toko menawarkan.


"Oh iya Mbak,sekalian di hitung ya Mbak," sahut Jaka ramah


"Sebentar ya Mas, saya siapkan dulu barang, dan nota pembelian nya," jawab Mbak pelayan toko.


"Mas nya langsung ke kasir aja," sambung Mbak pelayan toko, dengan ramah.


Tak lama kemudian Mbak pelayan toko, mengantarkan nota pembelian ke kasir.


Dan Jaka pun mendekati ke arah kasir.


"Total belanjanya Rp 6.735.000.- Tapi karena ada promo antar sampai di alamat, dan potongan harga, untuk produk yang dibeli, jadi total belanjanya Rp 6.500.000.-, setelah diskon Mas, kata Bapak yang menjadi kasir.


Jaka pun mengambil sejumlah uang, seperti yang disebutkan kasir di dalam tas pinggangnya.


"Oh gitu ya Pak, ini uangnya," sahut Jaka semangat.


"Barangnya tolong di anterin, ke jalan melati no 08, Komplek Perumahan Gajah Putih ya Pak, dan nota nya tolong dibuat, atas nama saya, Jaka Pambudi," sambung Jaka.


"Iya Mas Jaka, terima kasih ya, Lain kali kalo butuh sesuatu, mampir lagi Mas, atau langsung telpon saja Mas, nanti barang akan dikirim, dengan barang belanjaan minimal senilai Rp 500.000.-," balas Sang kasir, sambil tersenyum ramah.


"Oke Pak, terima kasih juga ya," jawab jaka.


Mereka pun bertukar nomor telepon, dan Jaka pun keluar dari toko itu.


Setelah Jaka keluar dari toko itu, dia pun mengaktifkan aplikasi Gojek nya.


"Belum ada orderan," gumam Jaka.


Dia pun mengirimkan pesan dan foto nota pembelian laptop, lewat aplikasi WA kepada Sang kekasih tercinta.


"Say, nanti kalo ada barang datang kerumah mu, tolong diterima ya say. Mas nitip dulu, karena Mas langsung dinas ojol Gojek." Jaka pun mengirimkan pesan.


"Oke Mas, nanti ku kabari Bibi. Soalnya aku masih di kampus Mas," balas Rena.


"Oke sayang ku, terima kasih ya." Balas Jaka.


Tak lama berselang orderan pun masuk.


Jaka membuka orderan, dan setelah tau, dimana titik penjemputan, dia bergegas kesana.


"Mbak Dira ya?" tanyanya, sambil melihat gambar foto, di orderannya.


"Iya Mas saya Dira," jawab Dira lugas.


"Ini helm nya Mbak," sahut Jaka ramah.

__ADS_1


Setelah Dira memakai helm dan duduk, Jaka pun menghantar pelanggannya.


"Agak ngebut ya Mas. tapi tetap hati-hati," request Dira.


"Oke Mbak, pegangan ya di bahu saya, kalo di pinggang bahaya Mbak," seloroh Jaka.


Dira pun diam tersipu, 😚😚 sambil pegangan di bahu Jaka.


Mereka pun sampai di tujuan.


Dira pun turun dari motor. "Tunggu sebentar ya Mas. Saya mau beli kado, untuk teman saya, yang lagi ulang tahun hari ini. Nanti ongkosnya saya tambah Mas," ucap Dira, sambil melepaskan helm, dan merapikan rambutnya.


"Oke Mbak, lanjut, saya tunggu," sahut Jaka ramah.


Setengah jam kemudian Dira pun datang.


"Maaf Mas, kelamaan ya nunggu nya?" tanya Dira.


"Nggak apa-apa kok Mbak, sudah biasa nungguin pelanggan kayak gini," jawab Jaka ramah.


"Oke Mas, sekarang kita lanjut, ke jalan angsa putih no 12, di Komplek Perumahan Rafflesia." Sahut Dira.


Mereka pun melanjutkan perjalanan, dan sekitar 25 menit mereka pun sampai di tujuan. Dira pun turun dari motor dan melepaskan helmnya sambil merapikan rambutnya.


"Saya bisa minta tolong lagi nggak Mas?" tanya Dira.


"Apa yang bisa saya bantu Mbak," sahut Jaka ramah.


"Tungguin saya lagi Mas, itu pun kalo Masnya nggak keberatan, dan nggak ada kerjaan lain. Tapi agak lama Mas, mungkin sekitar 30 sampai 50 menit. Nanti ongkosnya, saya tambah lagi Mas, dan ini ongkos yang tadi," ucap Dira sambil menyodorkan uang Rp 100.000.-.


"Kebanyakan Mbak," kata Jaka.


"Nggak apa-apa Mas, itu sama ongkos nunggu, disana ada warung kopi," tunjuk Dira.


"Nanti kalo urusan saya selesai, saya kabari Masnya, lewat aplikasi ya?" sambung Dira.


"Oke Mbak, saya tunggu ya," sahut Jaka.


Jaka pun menuju warung kopi, setelah memarkirkan motornya. Dia memasuki warung, lalu memesan 1porsi mie goreng dan segelas kopi.


Setelah menghabiskan 1 porsi mie goreng, 3 tahu goreng dan kopi nya. Jaka pun bergegas membayarnya.


"Berapa Bu? Mie goreng, tahu 3, dan kopi?" tanya Jaka.


"15ribu Dek," kata Ibu itu.


"Ini Bu uang nya, terima kasih ya," kata Jaka, sambil memberikan uang pas.


"Halo," kata Jaka.


"Ini Dira Mas. Masnya dimana? Tolong di jemput ya," ucap Dira ramah.


"Saya masih di warung kopi. Iya Mbak, saya kesana," jawab Jaka, sambil menyalakan motornya, dan menjemput Dira.


"Ini helmnya Mbak," kata Jaka ramah.


"Tolong anterin aku ketempat pertemuan awal ya Mas. Tapi nyantai aja, jangan ngebut kayak berangkat tadi," ucap Dira.


"Oke Mbak, sesuai request," jawab Jaka.


Sekitar 53 menit.


motor Jaka pun berhenti.


"Akhirnya, sampai juga. Ini Mas ongkos nya Mas," kata Dira, sambil menyodorkan, selembar uang Rp100.000.-.


"Kebanyakan Mbak Dira," ceplos Jaka.


"Nggak apa-apa kok Mas, anggap aja itu tip dari pelanggan, yang merasa puas, dengan pelayanan ojol Mas Jaka," sahut Dira sambil tersenyum manis. πŸ™‚πŸ™‚


Kalau saja nggak ingat, dengan Sang kekasih tercinta, kebaikan serta kepercayaan, dari kedua calon mertuanya. Mungkin Jaka akan mengajak Dira berkenalan lebih jauh.🀫🀫


"Oke saya terima Mbak, terima kasih, Mbak Dira. Saya lanjut, ya Mbak," balas Jaka ramah.


"Sama-sama, silahkan Mas. hati-hati di jalan ya Mas." Sambung Dira.


Orderan pertama sudah selesai dan Jaka pun mencari tempat untuk mangkal. Baru mau menuju tempatnya biasa mangkal, HP nya berdering.


Karena jalanan padat lancar, dia lalu memberi lampu sein kiri, dan berhenti, dipinggir jalan untuk mengecek HP nya.


"Alhamdulillah, dapat orderan lagi," gumam Jaka.


Jaka pun langsung melanjutkan perjalanan, ke titik penjemputan penumpang, dan langsung mengantarkan penumpang, ke tujuannya seperti biasanya. Dan menyelesaikan order terakhirnya.


Sekarang jam 17:30.


Setelah menyelesaikan orderan terakhirnya.


Jaka menonaktifkan aplikasi Gojek nya. Lalu dia mampir membeli nasi bungkus, disebuah rumah makan Padang. setelah membayar, lalu Jaka pun melanjutkan perjalanan, ke kontrak kan.


jam 18:00 sampailah dia dikontrakkan.

__ADS_1


setelah memarkirkan motornya, Jaka pun memasuki kontrakannya.


Dia langsung mandi, dan melaksanakan kewajiban nya sehari-hari. Terus dilanjutkan dengan makan nasi bungkus yang dibelinya tadi.


Hari ini Jaka menyelesaikan 10 orderan.


"Alhamdulillah, hasil bersih hari ini Rp 373.000.-


Setelah dipotong pengisian BBM motor full tank, makan, dan minum." Guman jaka.


Sisa pembelian laptop dan perlengkapan nya Rp 829.000.-


Uang di dompet Rp 268.000.- masih utuh belum terpakai.


Jaka pun mengecek M-banking nya, tertera saldo Rp 168.159.563.-.


"Ternyata saldonya bertambah, 3jutaan, aku dapet bunga 2%," gumam Jaka.


Malam ini Jaka berencana untuk main kerumah Sang kekasih. Dia pun bergegas berangkat ke sana. Setibanya di rumah Rena, Jaka membuka pintu pagar dan memasukkan motornya ke pekarangan rumah.


"Assalamu'alaikum," ucapnya.


"Wa alaikumussalam warahmatullah," jawab Papa, yang kebetulan berada diruang tamu, bersama Mama.


"Waah, calon mantu ku datang," goda Papa.


Jaka pun mencium tangan calon mertua.


"Adek, ada Mas Jaka mu. teriak." Sang Papa.


"Iya Pa," sahut Rena, sambil bergegas menuju ruang tamu.


"Mas Jaka mau minum apa?" ceplos Rena.


"Kopi hitam aja Dek," sahut Jaka sambil tersenyum.


"Oh iyaa Dek, barang-barang pesanan Mas, sudah dikirim toko kesini kan?" sambung Jaka.


"Tuh! Di letakkan di ruang keluarga," sahut Rena.


Jaka pun bergegas mengambil laptop. Trus membawa nya ke ruang tamu.


"Ini Pa, kalo ada. Jaka mau minta fotokopian surat tanah Papa, yang di kampung GIG, sekalian kalo Papa nggak keberatan.


Jaka mau pinjam kunci rumah, dikampung GIG Pa," ucap Jaka, sambil mengeluarkan laptop, dan menyalakannya.


"Kalo nggak salah, ada Mas," sahut Mama.


"Sebentar ya, Mama ambilkan," sambung Mama.


"Ma, sekalian ambil kunci rumah, yang di GIG ya," pinta Papa.


"Emangnya fotokopian surat tanah buat apa Mas?" tanya Papa.


"Iya Pa," sahut Mama.


"Rencananya Jaka mau buat proposal, pengajuan kerja sama, penjualan sawit kita ke PT. TBS Pa. Karena mereka berani beli sawit kita agak mahal Rp500.- dari yang lain, tapi kita harus tetap melakukan persyaratan, dan kriteria kualitas sawit yang telah PT. TBS tentukan Pa.


Dan untuk kunci rumah. Jaka mau tinggal disana Pa, sekalian mengatur keperluan untuk menunjang rencana Jaka.


Jaka juga mau tau, yang namanya Gatot yang Papa ceritain tempo hari itu gimana orangnya," jawab Jaka lugas.


"Kalo untuk mangga dan durian, Jaka berencana menjual buah-buahan ke swalayan atau toserba Pa, terutama yang ada di kota Z ini," sambung Jaka.


"Waaah, keren kamu Mas, Mama setuju dengan rencana kamu," ceplos mama, yang baru muncul, setelah mengambil fotokopian surat tanah.


"Nih Mas, fotokopian surat tanah, yang kamu minta tadi, dan ini kuncinya Pa," sambung Mama.


"Kuncinya kasihkan, ke Mas Jaka aja Ma," sahut Papa, sambil berjalan, ke teras depan membawa rokoknya.


'Mau kemana Pa?" tanya Mama.


"Biasa Ma, ke teras depan," sahut Papa.


"Duh Mama, masak baru tau, kalo calon mantunya keren, terima kasih ya Ma, Pa," jawab Jaka narsis.😎😎


"Yeeee, Mas Jaka pede banget , tapi emang keren sih, menurut ku," goda Rena, yang baru datang, sambil membawa nampan.πŸ₯±πŸ₯±


"Kayaknya, ada yang sudah ketularan Papa niih," sambung Rena🀭🀭


Jaka hanya tersenyum, dan melanjutkan membuat proposal pengajuan kerja sama dengan PT. TBS di laptop barunya.


Jaka harus menyelesaikan proposal pengajuan kerja sama dengan PT. TBS malam ini. Karena rencananya, besok pagi dia akan datang lagi ke PT. TBS, untuk menemui manager pemasaran di PT. TBS.


"Bikin apaan Mas, kok kayaknya, serius banget ngetiknya," ceplos Rena penasaran.πŸ€”πŸ€”


"Nih liat aja langsung Dek," sahut Jaka


"Sekalian minta tolong, bantu ngecek ulang, sama tolong di print sekalian ya," sahut Jaka, yang sudah selesai, mengerjakan proposal pengajuan yang di buat nya.


"Emangnya, Mas Jaka mau kemana Mas," ceplos Rena.

__ADS_1


"Mas mau ke depan dulu Dek, nemenin Papa, bakar daun kering," katanya sambil tersenyum.


__ADS_2