SESUATU YANG TERTUNDA

SESUATU YANG TERTUNDA
42. Ikhtiar dan doa


__ADS_3

"Abang sama istri-istrinya kompak banget. Aku jadi iri," kata Angga.


"Nggak boleh iri, dengan apa yang menjadi hak orang lain. Karena iri adalah penyakit hati, yang harus di hindari, dan dihilangkan, dari pikiran kita." Sahut Jaka.


"Yang kita lakukan harus bersumber dari pikiran, dan hati yang bersih. Sehingga kita bisa melakukan ikhtiar yang baik, dan ikhlas menerima, jika usaha yang kita lakukan gagal. Jalani lah apa yang harus dijalani, dan ikutilah apa yang harus diikuti. Ingatlah, segala sesuatu yang kita lakukan hukumnya, sebab-akibat. Jagalah ucapan mu, jagalah perilaku mu, janganlah melampaui batas. Jangan pernah menyesali apa yang sudah terjadi, tetaplah berusaha untuk menjadi manusia yang baik, dan lebih baik lagi. Dengan ikhtiar, dan doa. Karena apa yang kita lakukan, akan kita pertanggung jawabkan nantinya," sambung Jaka bijak.


"Keren banget Bang, nasehatnya. Terima kasih Bang," sahut Angga sambil tersenyum.


"Kami juga minta maaf Bang," kata semua orang.


"Oke, nggak apa-apa," jawab Jaka santai.


"Bang Jaka, boleh nggak minta nomor HP nya?" tanya Angga.


"Boleh dong, nih nomor nya," ucap Jaka.


Mereka pun bertukar nomor HP.


"Sayang, apakah kalian berdua sudah selesai belanjanya?" tanya Jaka.


"Sudah Mas, kami sudah selesai. Cuma tinggal ke kasir kok," sahut Dira dan Rena bersamaan.


"Oke kalo gitu, langsung ke kasir aja. Sayang ini uangnya," kata Jaka, sambil mengeluarkan uang


Rp1.000.000. Dan memberikan ke Dira, yang ada di dekatnya.


Dani, Rena, dan Dira pun langsung ke kasir.


"Bang Jaka, terima kasih ya, sudah di izinkan, melakukan siaran langsung kejadian tadi." Sahut Angga.

__ADS_1


"Kami juga minta maaf atas kejadian tadi ya Bang, dan terima kasih atas izinnya." Kata seseorang yang mewakili semua orang yang ada disitu. Disertai anggukan kepala yang lainnya.


Akhirnya mereka pun membubarkan diri, melanjutkan aktivitas belanja mereka.


Sedangkan Jaka mencari charger HP mobil dulu. Setelah mendapatkan yang dicarinya Jaka pun menyusul ke kasir.


Petugas kasir pun telah memulai pengecekkan barang, yang mereka beli, dan memasukkannya ke dalam kantong.


"Apakah ada member Mbak?" tanya petugas kasir ramah.


"Ada Mbak," sahut Rena, sambil mengeluarkan, dan memberikan kartu membernya ke Sang petugas.


"Tambah ini Mbak," kata Jaka.


Petugas kasir pun menerima kartu member dan charger HP dari Jaka.


"Totalnya belanjaannya jadi Rp632.000, ya Mbak." Sahut Mbak petugas kasir.


"Ini Mbak," kata Rena sambil memberikan uang.


Mbak petugas kasir pun menyerahkan belanjaan, yang sudah dimasukkan ke dalam kantong. Lalu memberikan uang kembalian, dan kartu member ke Rena.


"Ini Mbak uang kembalian, dan kartu membernya," kata petugas kasir ramah.


Dani dan Jaka pun bergegas, mengambil belanjaan mereka.


"Terima kasih Mbak, dan Masnya, sudah berbelanja di sini." Ucap Mbak petugas kasir ramah.


"Sama-sama Mbak," ucap Dira dan Dani bersamaan.

__ADS_1


Mereka pun bergegas ke mobil. Rena pun membuka pintu mobil melalui remote.


Lalu men-starter mobilnya dan menyalakan AC.


Tak lama kemudian ayah, Bunda dan Ibu pun datang ke mobil.


"Sudah selesai belanjanya?" tanya Bunda.


"Sudah Bunda, baru aja selesai," jawab Rena.


"Kalian mau sholat dulu kan," tanya Ayah.


"Iya Yah," jawab Jaka dan Dani bersamaan, setelah memasukkan kantong belanjaan ke dalam mobil.


"Ya sudah, kalian semua sholat aja dulu. Biar kami yang menunggu di mobil." Sambung Ayah.


Jaka, Rena, Dira dan Dani pun bergegas menuju musholla yang ada di SPBU tersebut. Dan mereka pun sholat berjamaah, dengan Jaka menjadi imam sholat.


Setelah selesai sholat, mereka pun bergegas ke mobil. Dan memasuki mobil, dengan Rena tetap membawa mobilnya.


"Sayang kamu masih sanggup bawa mobilnya?" Tanya Jaka.


"Ini Mas Jaka, uang lebihnya," kata Dira sambil menyerahkan uang.


Jaka pun mengambil uang tersebut dari Dira.


"Memang aku masih mau bawa mobilnya Mas, kita ngisi BBM dulu kan?" sahut Rena.


"Iya sayang, langsung diisi full pertadex aja." Ucap Jaka.

__ADS_1


"Iya Mas," kata Rena. Sambil melihat kearah spion, untuk memundurkan mobil.


Dan langsung menuju mesin pengisian pertadex di SPBU tersebut.


__ADS_2