SESUATU YANG TERTUNDA

SESUATU YANG TERTUNDA
35. Bingung


__ADS_3

Jaka pun menarik nafas panjang, untuk mengatur emosi nya.


Hhuuu...


Lalu Jaka pun dengan santainya, melepaskan rantai yang tergulung di pentungan, yang ada di tangan kirinya.


Jaka pun memperhatikan sisa penyerang nya, yang masih 4 orang lagi.


Dua orang yang membopong tubuh orang yang tatoan diam tak bergeming, setelah melihat Jaka, yang menghabisi ke 4 orang temannya.


"Ayo serang Bang," kata salah satu penyerang yang membawa golok.


"Maju kalian semuanya!" teriak Jaka sambil memutar dua pentungan, yang ada di tangannya, seperti menggunakan dobel stik.


Ayah dan semua orang yang melihat pun terpukau, dan terkesima, dengan kepiawaian Jaka, menggunakan pentungan kayu ditangannya.


"Mas Jaka memang hebat, dan keren," kata Dani sambil melongo.😍😍😮


Hhiiiaat...


Kedua orang yang memegang golok, pun maju menyerang Jaka, dengan beringas.


Jaka pun menarik nafas, dan fokus mengamati serangan kedua golok itu.


Trang...


Trang...


Traak...


Trang...

__ADS_1


Jaka pun maju, dengan lincah, dan gesitnya, dia menangkis, serangan kedua golok itu, hingga akhirnya Jaka pun melihat sela kelemahan, serangan orang disebelah kiri nya.


Jaka pun melompat maju, sambil memutar memukul tengkuk orang, disebelah kiri nya dengan sangat keras dan bertenaga.


Bugh...


Aarghh... Terdengar suara geraman dari orang itu, lalu jatuh tersungkur di tanah, dan goloknya pun terlempar, agak jauh dari orang itu.


Pak Ruhut pun datang ditempat itu, dengan motornya, tapi hanya diam tak bersuara, menyaksikan kejadian itu.


"Gila! Anak laki-laki ini, hebat banget bisa mengalahkan mereka berenam, sampe babak belur kayak gitu, siapa anak laki-laki ini?" gumam Pak Ruhut.


Jaka pun meneruskan serangan, dengan sangat cepat, ke orang yang membawa golok satunya.


Trang...


Trang...


Trang...


Akhirnya Jaka pun menemukan sela kosong, ditangan kiri musuhnya, dan langsung memukul dengan sangat keras, ke lengan kiri orang itu.


Kraaakk...


Traaalaakraang...


Terdengar suara, sesuatu yang patah, dan goloknya pun terjatuh di atas bebatuan.


Aaargghhh...


Orang itupun terjatuh ke samping kanan, dengan kesakitan, dan tatapan ketakutan.

__ADS_1


"Ampuuun Bang, Ampuuun," teriak nya, dengan sangat keras.


Jaka pun melihat sekelilingnya, dengan tatapan mata tajam, ke arah dua orang anggota kelompok itu yang tersisa.


"Apakah kalian berdua mau maju juga!" kata Jaka tegas dan berwibawa.


"Ampuuun Bang, kami nggak mau," kata mereka berdua kompak, dengan gemetar sambil berlutut ketakutan, setelah menyaksikan kejadian barusan, yang membuat teman-teman mereka babak-belur.


"Kesini kalian berdua!" kata Jaka.


Jaka pun ke mobil langsung mengambil HP nya, dia pun pura-pura menelpon Polisi, padahal yang dia telpon Papa mertuanya.


Panggilan telepon pun masuk.


"Halo selamat siang Pak," kata Jaka tegas.


"Ada apa Mas," sahut Papa bingung.


"Saya mau laporan tindak kejahatan Pak, para pelaku sudah saya ringkus disini." Ucap Jaka tegas dan berwibawa.


"Maksudnya apa Mas?" kata Papa tambah bingung.


"Tolong ampunilah kami Bang, kami akan mengikuti semua perkataan, dan kemauan Abang. Asalkan kami tidak masuk penjara." Sahut mereka bertiga.


Jaka yang mendengar ocehan ketiga orang itu. Langsung menyudahi telpon.


"Maaf Pak, sementara saya nggak jadi laporan dulu Pak," sahut Jaka tegas dengan senyuman jahil nya.


"Maksudnya apa Mas?" kata Papa dalam kebingungannya.


"Maaf ya Pak, nanti saya akan menghubungi Bapak lagi." Kata Jaka tegas. Dan langsung memutuskan panggilan teleponnya.

__ADS_1


Papa pun bingung. 😕😕


"Salah makan apa anak ini? Atau Jangan-jangan, dia stres, gara-gara beristri dua. Ya sudahlah, nunggu dia nelpon lagi aja, nanti akan ku tanyakan apa maksudnya," gumam Papa pasrah. 😓😓


__ADS_2