
Sekitar 26 km dari perbatasan kota Z, Jaka pun melambatkan laju mobilnya.
"Ayah tau nggak dimana letaknya kebun sawit, yang luasnya 200 hektar itu?" tanya Jaka antusias.
"Maaf Nak, Ayah kurang tau dimana letak kebun itu, kayaknya Papi mu, dan Mas Harto yang tau, dan paham letak kebun itu, karena mereka berdua yang mengelolanya." Jawab Ayah.
"Tenang aja Mas, aku tau kok letaknya," ceplos Dira.
"Serius dek! Kamu tau beneran?" sahut Jaka penasaran.🤔🤔
"Aku tuh serius Mas, dan aku benar-benar tau!" ucap Dira agak kesal, karena merasa dikerjain.🙄
"Jangan marah-marah dong Mbak, ntar cepat tua lhoo," seloroh Rena. 😋😋
"Iya Mbak Dira, bener tuh kata Mbak Rena," ceplos Dani jahil.ðŸ¤ðŸ¤
"Aku tuh, nggak marah kok. Cuma kesel aja," balas Dira.😤😤
"Sama aja kalee," seloroh Jaka.😉😉
"Udah dong sayang, jangan kesel-kesel nanti tambah cinta lhoo," sambung Jaka.
"Nggak apa-apa kok Mas Jaka sayang, kan cintanya juga, untuk suami tercinta." Balas Dira.😘😘
"Suit, suit, so sweet banget," seloroh Dani.
"Masuuk Pak Eko," sahut Bunda sambil tersenyum.
Semua pun tertawa. 😄😄
Kecuali Dira.😚🙃
__ADS_1
"Mas, Mas Jaka jalan masuk menuju kebun sawitnya kelewatan," ucap Dira. Setelah melihat banyak pohon sawit di sebelah kiri jalan.
Jaka pun menyalakan lampu sein kiri, dan meminggirkan mobilnya.
"Jauh Dek lewatnya?" tanya Jaka.
"Lumayan Mas, hampir 1km," sahut Dira.
Tanpa basa-basi Jaka pun melihat kondisi jalan untuk memutar-balik. Setelah dirasa aman Jaka memutar balik mobilnya.
"Berarti sekarang kita belok kanan ya Dek?" tanya Jaka.
"Iya Mas, kita belok kanan," sahut Dira.
Jaka pun menyalakan lampu sein kanan, setelah dirasa aman, Jaka pun melajukan mobilnya belok kanan, dan memasuki ke arah pos jaga yang ada portalnya.
Satpam yang berjaga pun langsung membuka pintu portal, setelah melihat plat nomor mobil yang dikendarai Jaka.
Jaka pun berhenti tepat di samping Satpam yang berjaga, sambil membuka kaca pintu di sebelah kanannya.
"Pagi!" jawab Jaka tegas, lalu turun dari mobil, untuk menyapa kedua Satpam itu. Karena dia bingung, dari mana Satpam ini tau namanya.
"Dengan Pak siapa kalo saya boleh tau?" tanya Jaka sambil tersenyum dan bersalaman.
"Saya Teno, dan teman shift saya ini Jono Pak," jawab Teno ramah.
"Kalo saya boleh tau, dari mana Pak Teno tau nama saya?" tanya Jaka penasaran.🤔🤔
"Siap Pak Jaka, saya tau dari plat nomor mobil anda Pak. Karena kami dihimbau dari kantor pusat, kalo ada mobil BB 74 KAP, itu milik Boss Besar Jaka Pambudi." Jawab Teno tegas.
Jaka pun baru sadar, kalau dia lupa mengganti plat nomor mobilnya.
__ADS_1
"Ngomongnya biasa aja Pak Teno, nggak usah pake "SIAP", kita kan di areal kebun sawit. Bukan di kantor," ucap Jaka ramah.
"Siap Pak, prosedural kesatuan." jawab Teno tegas dan ramah.
"Kalian berdua sudah lama berkerja di sini sebagai Satpam?" tanya Jaka.
"Siap Pak, belum 1 tahun jadi Satpam, dan tugas disini hampir 2 bulan Pak." Jawab Teno dan Jono bersamaan.
"Kok gitu? Sekarang ngobrol biasa aja nggak usah terlalu formal!" ucap Jaka tegas dan ramah.
"Baiklah Pak, kami awalnya dinas di kantor pusat, trus kami semua anggota Satpam, ditempatkan sesuai domisili kami Pak," jawab Jono.
"Emangnya kalian berdua berdomisili di mana?" ucap Jaka.
"Kami berdomisili di Komplek Perumahan Dinas di dalam kebun ini Pak," sahut Teno.
"Oh begitu, trus untuk keamanan areal kebun sawit ini gimana? Apakah sudah relatif aman atau gimana?" ucap Jaka.
"Masalah keamanan sekarang sudah relatif aman, dan terkendali Pak," sahut Jono. Yang disertai dengan anggukan Teno.
"Baiklah kalo gitu, aku minta nomor HP kalian, sama nomor HP Komandan kalian, siapa nama Komandan kalian?" ucap Jaka.
"Pak Ruhut nama Komandan Pak," sambung Teno.
Mereka pun saling bertukar nomor HP.
"Oke kalo gitu, kalian berdua silahkan bertugas kembali. Aku dan keluargaku mau liat-liat situasi, dan kondisi di areal kebun kita," ucap Jaka tamah.
"Apakah perlu saya kawal Pak?" tanya Teno.
"Nggak usah, nanti saya telpon Pak Ruhut aja. Sekalian saya perkenalan dengan dia," sahut Jaka ramah.
__ADS_1
"Siap Pak, silahkan." Jawab Teno dan Jono kompak.
Jaka pun bersalaman, lalu menaiki mobilnya. Dan meneruskan perjalanannya memasuki areal perkebunan.