
Jaka pun keluar dari kamar, setelah mengganti pakaiannya, langsung menuju teras depan.
Sambil mengantongi amplop untuk diberikan kepada Pak Dahlan, sebagai ungkapan terima kasih dan uang lelah, untuk Sang Penghulu Pernikahan.
"Nah ini dia pengantin pria baru keluar kamar," ucap Ayah sambil tersenyum.
"Gimana Mas Jaka, sudah di coba?" goda Papa Hadi.
"Apanya yang di coba Pa? Pengantin wanitanya. Ya belum Pa, lagian masih siang hari dan rame kayak gini. Kan nggak enak Pa. Ntar malem aja, itupun kalo nggak capek." Jawab Jaka polos.
"Bang Jaka memang hebat, sekali nikah langsung 2 istrinya, cantik-cantik lagi," ceplos Gatot.
"Bukan hebat Gatot, tapi takdir Allah ini. Aku cuma menjalani aja," sahut Jaka bijak.
"Keren banget jawabannya, terdengar bijaksana sekali," kata Papi Dodi sambil tersenyum.
"Jaka harus bisa menyesuaikan keadaan Pi. Jaka harus berusaha bijaksana dan bijaksini. Alias, bijak disana dan bijak disini, biar keadaan aman dan terkendali," sahut Jaka berseloroh.
Semua orang tertawa mendengar perkataan Jaka barusan.
"Ngomong-ngomong saya pamit pulang duluan Nak Jaka," kata Pak Dahlan.
__ADS_1
"Kok cepat pulangnya Pak, baru mau seru acara ngumpulnya. Pak Dahlan dah mau pulang aja, tapi terima kasih banyak atas bantuannya Pak. Ini untuk Bapak," kata Jaka sambil memberikan amplop ke Pak Dahlan.
"Terima kasih Nak Jaka. nanti kalau mau nikah lagi tolong di kabari ya," seloroh Pak Dahlan.
"Iya Pak, sama-sama, nanti kalo mau nikah lagi pasti dikabari," seloroh Jaka sambil bersalaman.
"Mas Jaka! Jaga mulutnya, jangan asal ngomong ya," teriak Rena dan Dira bersamaan.
"Jaka, kamu juga sih." Sahut Ayah.
"Kok jadi nyalahin Jaka sih? Kan bener omongan Jaka barusan. Nanti kalo ada yang mau nikah lagi dikabari," sahut Jaka sambil tersenyum jahil 😉😉
"Terima kasih banyak atas bantuannya Pak Dahlan," ucap Papa, Papi, Ayah bersamaan.
"Iya Pak, sama-sama," sahut Pak Dahlan sambil menyalami semua orang, lalu langsung beranjak ke motornya.
Setelah Pak Dahlan pulang semua orang bergegas berkumpul.
"Jaka, setelah pernikahan ini apa rencana mu kedepannya?" tanya Om Harto. Yang disertai dengan anggukan kepala orang-orang yang ada disitu.
"Rencana awal aku ingin mengambil mobil, untuk armada angkutan hasil kebun. 1 unit truk dan 1 unit mobil pick up Om," jawab Jaka.
__ADS_1
"Kalo untuk urusan mobil angkutan aman, besok lusa bisa dikirim ke sini, mobil truk nya Om kirim 2 unit," ucap Om Harto.
"Besok Om kirim mobil pribadi mu ke sini, tapi kalo bisa besok pagi, langsung bikin garasinya ya," kata Om Harto.
"Saudara-saudaraku, apakah kalian mendengar perkataan Om Harto barusan," ucap Jaka tegas.
"Iya Bang, kami mendengarkan," jawab Gatot, Tedi, Nurdin, Lubis, Darno dan Nanang kompak.
"Baiklah kalo begitu, mulai besok Gatot, dan Nanang yang mengatur siapa pengawas tenaga perawatan dan pemanenan kebun, serta pembangunan garasi." Kata Jaka.
"Semua tenaga kerja yang ada 35 orang, langsung mulai bekerja besok, dan yang 15 orang lagi menyusul. Apakah kalian semua siap bertugas, menjalankan rencana kita!" Kata jaka tegas dan berwibawa.
"Kami siap bertugas Bang," sahut mereka berenam bersamaan.
"Oke Om Harto! Aku tunggu besok mobil pribadi kata Om barusan ya. Karena besok aku berniat, ke Bank KH di Ibukota." Kata Jaka tegas dan lugas.
"Dek, bisa minta tolong. Bikinin kopi Mas," pinta Jaka.
"Iya Mas Jaka, tunggu ya," sahut Rena dan Dira bersamaan.
"Ayo sini, Bunda ajari cara bikin kopi hitam, untuk Mas Jaka kalian," ucap Bunda.
__ADS_1