
Om Harto mengeluarkan sebuah laptop dari tas, dan mengambil sebuah flashdisk. Dia lalu menyalakan laptopnya, dan memasukkan flashdisk di port USB.
Tak lama kemudian, muncullah sosok Almarhum Setyo Adjie Pambudi dan Almarhumah Safira Putri Guntoro di layar laptop.
Assalamu'alaikum semuanya.
Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat wa afiat, dan selalu dalam lindungan Allah SWT.
Di saat kalian semua melihat rekaman video ini, berarti kami berdua sudah tidak ada lagi di dunia ini. Aku dan istriku mendapat firasat yang tidak enak akhir-akhir ini, dan semoga saja tidak ada hal buruk yang akan terjadi pada ku dan istriku.
Pada rekaman video ini, aku cuma ingin menegaskan kepada semua Adik-adik ku. Harto, Haryo, Dodi, Hadi, dan Seno beserta istri dan anak keturunan kita semuanya.
Bahwasanya kita semuanya adalah satu keluarga besar, satu kesatuan yang utuh dan tidak akan pernah bisa dipisahkan dan dihancurkan!!!.
Sesuai dengan ikrar, sumpah dan perjanjian kita semuanya di masa lalu.
Aku dan Mbak kalian memiliki pesan dan amanah yang harus kalian taati dan jalani, tanpa ada penolakan.
Pertama
Cerita kan dengan sebenar-benarnya, dan kembalikan dengan mutlak, apa yang menjadi hak kepemilikan kami, kepada anak kandung kami, Jaka Pambudi.
Kedua
Saudara-saudari ku, apabila kalian memiliki anak perempuan. Kalian wajib menikahkan salah satu, dari anak perempuan kalian, dengan anakku Jaka Pambudi, untuk memperjelas ikatan darah dan persaudaraan kita. Dan itu berarti kalo kalian Harto, Haryo, Dodi, Hadi dan Seno memiliki anak perempuan, berarti istri Jaka Pambudi ada 5 orang. Tapi kalo anak kalian laki-laki.
Maka wajib bagi Jaka Pambudi, menjaga dan merawat kalian semua, dan anak kalian seperti merawat, dan menjaga keluarga kandungnya sendiri.
"Sebenarnya aku iri dengan Jaka putra kami satu-satunya, nasibnya terlalu bagus sehingga memiliki istri lebih dari satu, kalo kami bisa bertukar tempat dan tubuh," seloroh Papa Adjie sambil tersenyum jahil ππ
"Papa! Hayoo, coba ngomong sekali lagi. Papa mau nikah lagi?" sahut Mama Fira sewot.
"Nggak Mama, bagi Papa cukup Mama seorang di hati Papa. Tapi kalo Mama mengizinkan," balas Papa dengan jahilnya.
"Papa!" kata Mama Fira sambil mencubit pinggang Papa.
__ADS_1
"Ampuuun Ma, sakiit Mama sayang," ucap Papa Adjie sambil meringis.
Ketiga
Lanjut Papa Adjie, sambil meringis.
Wajib selalu menjaga solidaritas, keharmonisan, kesatuan, dan persatuan, keluarga besar Setyo Adjie Pambudi ini, dengan tekad dan keyakinan yang baik.
Keempat
Wajib menjunjung tinggi norma-norma agama, etika sopan santun, dan etika kekeluargaan, dalam keluarga besar ini. Serta wajib menjaga harkat, martabat, dan kehormatan, keluarga besar ini.
"Semua ini adalah sesuatu yang wajib diterima, dan dijalankan, tanpa ada penolakan!" ucap Papa Adjie tegas dan lugas.
Jaka, maafkan Papa dan Mama mu ini Nak, kami sengaja menyembunyikan identitas mu, dari semua orang. Dan untuk rumah kita yang lama, ayah dan Mama sudah menjual rumah itu, untuk ngilangin jejak keluarga kita. Surat rumah itu Papa titipkan di Om Haryo, untuk diserahkan, setelah akhir bulan kepada pihak pembeli, dan uangnya Rp4.500.000.000.-, di transfer ke rekening di Bank KH.
"Karena Papa dan Mama takut, terjadi sesuatu pada mu Nak," ucap Mama Fira sambil menangis ππ
"Tolong maafkan Papa dan Mama mu ini Nak," ucap Papa Adjie sambil meneteskan air mata.
Jaka.Tabungan Papa dan Mama di Bank KH di Ibukota DC, hanya bisa di kelola, dan digunakan oleh mu Nak, kamu bisa langsung datang ke Bank tersebut, untuk memperbaharui data identitas.
Semua yang kamu butuhkan, tanyakan langsung dengan Adik-adik Papa. Semua Om dan Tante kamu pasti akan membantu mu.
Salam sayang, peluk, dan cinta kami, untuk mu dan keluarga besar kita
Papa dan Mama titipkan keluarga besar ini, padamu Jaka. Tolong jaga dan rawat mereka, dengan sepenuh hatimu sayang.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh.
Video pun berakhir dengan suara Isak tangis haru, dan bahagia, semua orang termasuk Gatot dan Nanang.
"Sekarang semuanya terserah pada mu Jaka, apapun keputusan mu, akan kami terima dengan baik, lapang dada, dan rasa bangga, karena kami sudah menjalankan, dan menyampaikan pesan terakhir Mas Adjie Papa mu dan Mbak Fira Mama mu." Ucap Om Dodi sambil tersenyum bangga, yang diikuti dengan anggukan kepala semua yang ada disitu.
"Maaf Om Harto, boleh nggak aku minta flashdisk ini, dan pinjam laptop Om," tanya Jaka yang masih menangis haru.
__ADS_1
"Tentu, boleh banget Nak," sahut Om Harto.
Jaka pun menatap Rena.
"Dek, tolong buatin aku kopi ya," pinta Jaka.
"Iya Mas," jawab Rena.
Jaka pun bergegas membawa laptop ke teras depan, dan memutar ulang rekaman video. Sambil mengambil sebatang rokok kretek, dan menyalakan rokoknya, lalu menghisapnya dalam-dalam.
"Yang sabar ya Bang," ucap Nanang dan Gatot bersamaan.
"Iyaa," sahut Jaka sendu, karena kerinduan yang mendalam, kepada kedua Orangtuanya.
"Gimana Mas Harto, Mas Dodi?" tanya Papa Hadi.
"Sudah biarin aja dulu Jaka, kayaknya dia lagi rindu dengan Mas Adjie dan Mbak Fira," jawab Mas Harto bijak. Yang langsung diikuti oleh anggukan kepala, semua orang yang ada disitu.
"Mas Jaka ini kopinya, yang sabar ya sayang," ucap Rena sambil meletakkan kopi dimeja, lalu mencium kepala Jaka, dan mengusap bahu kanan Jaka.
Dira pun datang mencium kening Jaka, dan mengusap bahu kiri Jaka. "Yang tabah ya Mas," ucapnya.
Jaka hanya mengangguk, dengan melihat kearah rekaman video, ada kerinduan dimatanya.
"Eehmm, eehmm! Kayaknya ada yang curi-curi kesempatan nih, main sosor aja, dengan anak Bunda," seloroh Bunda Ratih.
"Bunda," sahut Rena dan Dira yang tersipu-malu bersamaan ππ
Disaat Jaka mendengar suara Sang Bunda, dia pun bergegas beranjak dari duduknya, membuang rokoknya ke asbak, dan berbalik, langsung memeluk Sang Bunda, dengan erat sambil terisak.
"Bunda, Jaka kangen sama Papa dan Mama," ucapnya sambil terisak-isak.ππ
"Menangis lah Nak! keluarkan semuanya," ucap Ayah Seno, sambil ikut memeluk Jaka dan Bunda yang menggosok-gosok punggung Jaka.
"Iya Nak, menangis lah keluarkan semuanya," sahut Bunda Ratih.
__ADS_1
Mereka bertiga pun berpelukan, dengan penuh kasih sayang. Dan semua yang ada disitu, menatap mereka bertiga dengan penuh kehangatan dan keharuan.π₯Ίπ₯Ίπ€§π€§