SESUATU YANG TERTUNDA

SESUATU YANG TERTUNDA
26. Jomblo


__ADS_3

"Bang Jaka! Bang Jaka ngapain, melamun sambil senyum-senyum sendiri? Bang Jaka nggak stres kan, gara-gara beristri dua?" Seloroh Gatot sambil tersenyum.


"Hahahaha... Ya nggak lah Gatot, bisa aja kamu. Masak aku stres gara-gara dapat istri cantik kayak gini." Jawab Jaka sambil tertawa. 😆😆


"Aku tadi cuma mengingat, dan memikirkan kata-kata Almarhum Papa di rekaman video. Kata Papa di video, aku bisa memiliki 5 istri." Sambung Jaka sambil tersenyum jahil. 😉😉


"Mas Jaka!" teriak Rena dan Dira bersamaan.


"Jadi Mas Jaka mau nambah 3 istri lagi nih?" kata Rena dan Dira bersamaan, sambil mendekati Jaka dan mencubit pinggang Jaka sebelah kiri dan sebelah kanan.


"Ampuuun...


Ampuuun sayang, sakit pinggang ku," teriak Jaka sambil meringis.


Rena dan Dira pun melepaskan cubitannya.


"Iyaa, iyaa, nggak mau nambah 3 kalo dicubit, tapi kalo..." Sebelum Jaka selesai omongannya dipotong Rena dan Dira.


"Tapi kalo apa? Mau dicubit lagi!" sahut Rena dan Dira bersamaan sambil melotot kearah Jaka.


"Tapi kalo... Nggak jadi," jawab Jaka asal.


"Nggak mau dicubit sayang, kalo dicium mau banget," jawab Jaka usil, sambil mencium pipi Rena dan Dira.😁😁


Yang membuat Rena dan Dira tersipu 😚😚


"Mas Jaka!" teriak Dani.


"Ada apa Dani?" tanya Jaka.


"Mas Jaka kalo mau mesra-mesraan liat-liat sikon dong! Mas nggak liat ada jomblo disini," sahut Dani merajuk.


Rena dan Dira pun bergegas kearah Dani.


Dira dan Rena pun mencium pipi Dani, Dira di kanan dan Rena di pipi kiri nya.


"Duh yang lagi jomblo, ngenes banget," ucap Rena sambil mengacak-acak rambut Dani.


"Iiihhh Mbak Rena, dan Mbak Dira, jahil banget!" sahut Dani merajuk, sambil mengelap pipinya yang habis dicium.


"Ngapain juga di lap pipinya, kan abis dicium cewek cantik," goda Jaka.

__ADS_1


"Najis Mas, yang nyium emang cewek cantik tapi kan istri orang," jawab Dani sewot.


"Hayoo ngomongnya asal, cium lagi nih," goda Rena dan Dira bersamaan.


Dani pun bergegas ke belakang Jaka.


"Mas Jaka, tolong jinakkan istri Mas ya?" rengek Dani.


Semua orang yang menyaksikan kejadian itu pun tertawa terbahak-bahak 😆😆


"Udah dong sayang, jangan godain Dani terus," ucap Jaka sambil tersenyum ke arah Rena dan Dira.


"Ngomong-ngomong Bang, gimana dengan masalah gaji tenaga pemanen, dan perawatan kebun kita?" tanya Nanang.


"Biasanya hitungannya gimana Nang?" tanya Jaka balik.


"Kalo untuk tenaga pemanen, biasanya mereka mendapatkan upah per-grup pemanen. Rp200 sampai Rp400 per kilogram Bang. Semuanya tergantung dari sulit atau nggak nya proses pemanenan Bang. Kalo untuk tenaga perawatan, kebun biasanya di upah harian Bang. Dengan kisaran upah perorangan Rp35.000 sampai Rp80.000 per setengah hari, tergantung dari banyak nggak nya hasil kerja." Jawab Nanang pajang kali lebar.


"Oh gitu ya, kalo gitu nanti kita bayar tenaga perawatan, dan pemanenan nya mingguan aja Nang. Tapi aku mau, semua urusan pembayarannya transparan, nggak ada pungli dan korupsi!" sahut Jaka tegas sambil menatap Gatot, Nanang, Lubis, Darno, Tedi dan Nurdin.


"Iya Bang," sahut mereka berenam.


"Ya iyalah Bang, tentu bisa dong. Bisa banget malah," jawab Nanang semangat.


"Oke kalo gitu kalian berdua yang mengatur, pekerjaan yang dimulai besok! Dan besok kalian jangan lupa minta fotokopian KTP, para tenaga kerja kita. Gatot, Nanang kalian berdua siap melaksanakan tugas ini!" ucap Jaka tegas, sambil menatap wajah Gatot dan Nanang.


"Siap Bang," jawab mereka berdua kompak.


"Dan kalian berempat, apakah kalian siap, untuk membantu Gatot dan Nanang menjalankan tugasnya!" sambung Jaka sambil menatap wajah Tedi, Darno, Lubis dan Nurdin bergantian.


"Kami siap Bang," jawab mereka berempat kompak.


"Baiklah cukup ini dulu, yang bisa aku intruksi kan ke kalian semua, sebagai tugas awal kalian. Apakah ada komentar, atau yang mau ditanyakan!" ucap Jaka tegas.


"Tidak ada Bang," sahut mereka berenam bersamaan.


"Oh iya, nanti aku minta tolong bantu mengembalikan kursi, dan merapikan rumah Ayah ya," ucap Jaka.


"Iya Bang, nanti kami bantu," sahut Gatot, yang di ikuti oleh kelima saudaranya yang lain.


Tak terasa setelah mengobrol, dan bercanda, dengan semua keluarga, hari pun mulai sore. Satu persatu pihak keluarga pun berpamitan untuk pulang ke rumahnya masing-masing.

__ADS_1


"Mas, kami titip Adek ya. kami bertiga pulang dulu," kata Papa, yang disertai anggukan Mama dan Tami.


"Seno, Ratih kami pulang dulu, kapan-kapan ajak anak, dan mantu kalian main kerumah," kata Papa.


"Iya Mas Hadi," sahut Ayah dan Bunda bersamaan.


"Iya Pa, Ma," sahut Jaka sambil tersenyum.


"Jaka, kami juga titip Dira ya, kami juga mau pulang," kata Papi dan Mami.


"Kapan-kapan kalian semua, main kerumah ya," ucap Mami.


"Iya Mbak Lisa," sahut Ayah dan Bunda


"Iya Pi, Mi," sahut Jaka tersenyum.


"Kami juga pamit mau pulang, Jaka kapan-kapan main kerumah Tante Eva ya, ajak juga Ayah, Bunda dan istri-istrimu." Ucap Tante Eva, yang disertai anggukan Om Harto.


"Kalian juga ya, kapan-kapan main kerumah," sambung Om Harto


"Iya Mas, insya Allah," sahut Ayah dan Bunda.


Mereka pun saling berpelukan erat, bersalaman dan cium tangan.


"Iya Mas, kapan-kapan main kerumah," sambung Edo.


"Iya insya Allah, kapan-kapan kami mampir." Sahut Jaka ramah.


Tak lama berselang, 3 unit mobil pun keluar dari halaman rumah.


"Gatot, kamu tolong aku tarik duit 10 juta, dari ATM ku ya, sekalian beliin rokok seperti biasa," ucap Jaka sambil tersenyum, dan menyodorkan kartu ATM nya.


"Siap Bang," sahut Gatot.


"Ted, kamu ikut aku ya," ucap Gatot.


"Iya Bang," balas Tedi.


"Nurdin, Lubis, Darno dan Nanang, kalian bantuin Bang Jaka dulu ya," sambung Gatot.


"Iya Bang Gatot," sahut ke empat nya bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2