SESUATU YANG TERTUNDA

SESUATU YANG TERTUNDA
25. Rencana Rahasia


__ADS_3

Dira dan Rena pun datang, dengan membawa nampan, berisi segelas kopi hitam, untuk suami mereka. Dan satu teko ukuran sedang, untuk yang mau nambah kopi hitam.


"Ini kopinya Mas Jaka," ucap Dira.


"Ini kopi hitam, kalo ada yang mau nambah kopi nya," ucap Rena.


"Iya makasih ya sayang," ucap Jaka sambil tersenyum, melihat Rena dan Dira.


"Jaka apakah kamu mau melakukan pengecekan secara langsung, ke perusahaan dan showroom mobil, yang telah kamu tanda tangani hak kepemilikan dan pengelolaannya?" tanya Om Harto.


"Kayaknya nggak dulu Om, seperti yang kita bicarakan kemaren. Aku hanya akan bertindak dibelakang layar aja. Yang aku utamakan sekarang adalah pengecekkan, dan pengembangan lahan perkebunan di GIG, dan lahan kebun yang ada di perbatasan, serta lahan di kabupaten AY. Tapi, aku harus ke Bank KH di Ibukota dulu, untuk melakukan perubahan data identitas tabungan, sehingga memudahkan proses, dan pembiayaan ke depannya." Sahut Jaka tegas dan lugas.


"Kapan rencana kamu ke Bank KH, Nak?" tanya Ayah.


"Besok Yah, setelah aku melihat kebun di perbatasan GIG, dan lahan tanah di kabupaten AY." Jawab Jaka.


"Terus nasibnya Rena, dan aku gimana Mas?" tanya Dira.


"Nasib kalian, untuk sementara waktu pulang dulu ke rumah Papa, dan Papi." Jawab Jaka.


"Kok gitu Mas?" tanya Rena dan Dira kompak.


"Bukannya kalian masih ada tugas yang harus diselesaikan? Adek Dira kan masih bekerja, terus kamu kan masih harus menyelesaikan kuliah dulu kan Dek Rena?" jawab Jaka bijak.

__ADS_1


"Aku kan masih ada cuti 5 hari Mas, jadi aku disini dulu ya, nemenin Mas Jaka?" ucap Dira.


"Aku nggak akan maksa, dan ngekang kebebasan kalian berdua, kalian bebas melakukan aktifitas apapun. Tapi ingat!! Tetap wajar, dan tetap dalam batasan, sebagai istri sah ku!" sahut Jaka tegas.


"Iya Mas," jawab Rena dan Dira bersamaan.


"Oke kalo Dek Dira masih ada cuti, kalo kamu gimana Dek?" tanya Jaka sambil tersenyum, melihat ke arah Rena.


"Aku sudah izin sama dosenku Mas, 3 hari lagi baru masuk kuliah," jawab Rena polos.


"Ya sudah kalo kayak gitu, berarti Adek berdua, masih menginap disini kan?" tanya Jaka.


"Iya Mas kami masih ingin disini," jawab Dira dan Rena kompak.


"Kami pulang nanti sore Mas," kata Papa, yang disertai anggukan kepala Mama dan Tami.


"Kalo Papi dan Mami gimana?" tanya Jaka.


"Kami pulang Mas, karena ada urusan yang harus diselesaikan," jawab Papi dan Mami.


"Kalo Tante Maryam dan Dani gimana?" tanya Jaka.


"Kalo boleh Mas, aku sama Ibu, bareng Mas Jaka aja besok. Katanya tadi Mas Jaka mau liat lahan, yang di kabupaten AY kan?" ucap Dani.

__ADS_1


Jaka bingung. 😕😕


"Jaka nggak usah khawatirkan hal itu, Om, Tante Eva, dan Edo, nanti sore pulang. Masalah mobil itu jadi urusan Om. Pokoknya kamu terima aja, besok, paling lambat jam 8:30, mobil pribadi mu, diantar ke sini." Sambung Om Harto sambil tersenyum.


"Gitu ya Om, kalo gitu lain lagi ceritanya," sahut Jaka sambil tersenyum.


"Oke Om kalo gitu, terima kasih banyak Om." Sambung Jaka semangat.


"Jaka nggak usah terlalu sungkan, karena itu memang hak Jaka, sebagai pemilik, dan pengelola perusahaan, dan showroom," kata Om Harto ramah.


"Terus gimana Jaka masalah tanah dan rumah yang kami tempati?" tanya Ayah mewakili yang lain.


"Kalo masalah tanah dan bangunan tempat tinggal, aku nggak seribet itu Yah." Sahut Jaka.


"Masalah rumah beserta tanahnya langsung aja dikelola sendiri, tapi dengan catatan, tidak untuk diperjualbelikan! Pengecualian tanah dan bangunan itu milik pribadi, bukan milik almarhum Papa!" jawab Jaka tegas dan berwibawa.


Sebenarnya Jaka ada rencana rahasia, untuk tanah dan bangunan tempat tinggal. Jaka ingin memberikan tanah dan rumah beserta sertifikatnya kepada orang yang telah berjasa besar, untuk Almarhum Sang Papa, serta sudah menempati dan merawat rumah tersebut. Tapi Jaka ingin tahu dulu kinerja semua orang di perusahaan, dan showroom milik Almarhum Papa nya dulu.


Jaka berencana merekrut orang-orang kepercayaan baru, yang bisa dia gunakan sebagai mata-mata didalam perusahaan, dan showroom yang dimilikinya.


Dan sepertinya, Jaka akan memulai langkah merekrut orang-orang kepercayaannya, melalui Mita Maharani, teman sekelasnya di SMP dulu.


"Sepertinya Mita adalah kandidat yang bagus, untuk mengawali rencana ini, dan aku akan memintanya, untuk membantuku mencari kandidat lainnya," gumam Jaka sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2