
Jaka yang sudah nyambung, dengan apa yang terjadi, langsung memegang kedua pipi Rena.
"Sudah sayang, jangan nangis lagi ya," kata Jaka sambil tersenyum.
Jaka mengusap air mata di kedua pipi Rena, lalu mencium kedua pipi, dan kening Rena.
Jaka pun menggendong Rena, dan memberi kode ke Dira, untuk membuka pintu kamar mandi.
Dira hanya tersenyum melihat kejadian itu, dan bergegas membuka pintu kamar mandi.
Jaka pun menggendong Rena ke depan cermin, yang ada didekat washtafel lalu menurunkan Rena.
"Tuh coba liat! Gara-gara nangis tuh, istri cantiknya Mas jadi jelek," kata Jaka sambil tersenyum jahil.
"Mas Jaka jahat," kata Rena sambil memukul pelan dada Jaka.
Jaka pun tersenyum sambil berkata.
"Cuci muka dulu sana, Mas mau ngatur nafas dulu, di balkon," kata Jaka.
Dira pun bergegas masuk ke dalam kamar mandi, sambil membawa handuk kecil, lalu menyalakan kran air bathtub, dan menyetel airnya jadi hangat.
Setelah air hangat di bathtub terisi agak banyak, Dira pun membasahi handuk kecil yang dibawanya. Lalu berkata ke Rena.
__ADS_1
"Dek, ini kompres wajahmu beberapa kali menggunakan handuk ini, kalo hangatnya berkurang, bilas lagi handuknya di bathtub ya," kata Dira sambil tersenyum.
"Makasih ya Mbak! Maafkan aku ya Mbak?" sahut Rena.
"Iya Dek, tapi jangan di ulangi lagi ya? Kasian tuh, Mas Jaka tadi, sampe panik kayak gitu," kata Dira.
"Iya Mbak," sahut Rena.
"Udah sana buruan dikompres mukanya! Aku temenin Mas Jaka dulu ya?" kata Dira sambil tersenyum.
"Iya Mbak," sahut Rena sambil tersenyum dan mengompres mukanya.
Dira pun bergegas menyusul Jaka ke balkon.
Dira melihat suaminya yang lagi melamun dalam kesendiriannya.
"Aku nggak apa-apa sayang," balas Jaka sambil tersenyum manis.
"Beneran nggak apa-apa? Kalo beneran berarti aku nggak jadi peluk Mas," kata Dira menggoda suaminya.
"Sini kalo mau peluk," kata Jaka sambil tersenyum dan meletakkan rokoknya ke asbak rokok.
"Makasih ya sayang, udah ngilangin rasa panik ku tadi," sambung Jaka sambil memeluk hangat Dira.
__ADS_1
"Sayang jangan lama-lama pelukannya ya, nanti takutnya aku kewalahan, kalo ada yang bangun dari tidurnya," seloroh Dira.
"Sayangku bisa aja," sahut Jaka sambil tersenyum mesum.
"Nah kan! Jangan minta lagi ya Mas, besok malam aja ya, kalo Sania udah sah jadi istrinya Mas," kata Dira.
"Mangkanya Adek jangan suka mancing-mancing ya," kata Jaka, dengan senyum menggoda, sambil ngedip-ngedipin matanya.
"Dasar! Suami mesum!" kata Dira, sambil melepaskan pelukannya, dan berlari masuk, ke dalam kamar lagi.
Jaka pun hanya tersenyum geli, melihat tingkah laku sang istri tercinta.
Sebenarnya Dira, masih ada sesuatu yang ingin dia tanyakan ke suaminya.
Tapi, karena takut kewalahan, kalo sang suami tercinta minta jatahnya. Akhirnya Dira ambil keputusan untuk kabur dari hadapan suaminya dan kembali ke dalam kamar lagi.
Rena yang baru keluar dari kamar mandi pun bingung, melihat tingkah laku Dira yang berlari dari balkon.
"Mbak Dira ngapain sih, lari-lari didalam kamar?" tanya Rena penasaran.
"Nggak apa-apa kok Dek, Mbak nyambil olahraga aja, supaya badan tetap fit dan bugar," jawab Dira asal.
Hahahaha ...
__ADS_1
Jaka pun langsung tertawa terbahak-bahak, karena mendengar perkataan Dira barusan.😆😆
Rena pun langsung bergegas menuju ke arah balkon, karena bingung kenapa sang suami tercinta tertawa terbahak bahak.