SESUATU YANG TERTUNDA

SESUATU YANG TERTUNDA
54. Ruang khusus DIRUT.


__ADS_3

Jaka pun membuka pintu ruangan khusus, lalu memasuki ruangan, dan menutup kembali pintu ruangan khusus tersebut.


"Enak banget berada di ruangan ini, udaranya terasa sejuk, dan menyegarkan, berada disini terasa seperti berada di sebuah pengunungan," gumam Jaka.


Jaka pun melihat jam di HP nya. Sekarang sudah jam 10:45. Jaka pun bergegas menelpon Fendi.


Panggilan telpon pun masuk.


"Halo, ada apa Bang Jaka," sahut Fendi.


"Apakah dilantai ini ada ruangan, yang bisa dipakai kumpul, bersama keluarga besar, untuk acara makan siang bersama, dan bersantai?" tanya Jaka.


"Ada Bang, didepan ruang Direktur Utama, ada sebuah ruangan serbaguna, yang bisa dipakai kapanpun Bang. Emangnya ada apa Bang?" tanya Fendi penasaran.


"Aku minta tolong sama kamu Fendi, siapkan ruangan serbaguna itu, untuk menyambut orang tua angkat ku, kedua istriku, dan yang lainnya. Sekalian tolong siapkan, makan siang yang lengkap, untuk 20 orang di ruangan itu ya. Tolong sekalian kamu hubungi Jarko, untuk membawa orang tua angkat ku, dan yang lainnya langsung berkumpul di ruangan itu ya!" kata Jaka tegas dan berwibawa.


"Siap Bang, perintah akan ku laksanakan," sahut Fendi tegas.


Fendi pun bergegas menelpon pihak dapur Hotel Grand Republik, untuk menyiapkan makan siang lengkap, untuk 20 orang di ruangan serbaguna di Bank KH.


Lalu Fendi pun menelpon Bang Jarko memberi tahu tentang perintah Bang Jaka barusan.


Jaka pun meneruskan petualangannya, di ruang khusus itu.


Jaka melihat sebuah ruang kerja yang fasilitasnya sangat lengkap. Lebih lengkap daripada ruangan yang dimasukinya, bersama Jarko dan Fendi tadi.


Di ruangan itu pun banyak terdapat foto-fotonya, bersama Almarhum Papa dan Almarhumah Mama. Saat Jaka masih kecil sampai dia SMP, terpampang rapi di dinding.

__ADS_1


"Papa dan Mama memang keren banget, ternyata mereka tetap memantau perkembangan ku dari jauh." Gumam Jaka, dengan rasa haru, dan bahagia yang bercampur-aduk jadi satu.


Jaka pun memasuki ruang kerja itu, dan duduk di kursi Direktur. Lalu Jaka melihat meja kerjanya, diatas meja ada fotonya masih kecil yang sedang digendong Papa, dan Mama memeluk mereka berdua.


Di atas meja pun ada dua unit telpon kantor, satu berwarna putih, dan satunya lagi berwarna merah. Di samping kanannya ada sebuah rak kaca, yang diatasnya ada tempat tisu, dan beberapa kacamata keren.


Jaka membuka satu persatu laci di meja kerjanya.


Di laci pertama Jaka menemukan setumpuk dokumen, yang berada didalam map.


Jaka pun membuka map dokumen itu. Ternyata ada 3 buah surat, didalam map dokumen itu.


Jaka pun bergegas membaca surat pertama.


Assalamu'alaikum.


Seandainya kamu membaca surat ini, berarti Papa dan Mama mu sudah tidak ada lagi di dunia.


Ternyata waktu, dan takdir Allah, tak sejalan dengan keinginan kita.


Papa dan Mama mengharapkan,Jaka bisa tetap tabah, ridho, dan ikhlas, menerima apa yang memang sudah menjadi takdir Allah, untuk keluarga kita.


Sesungguhnya Papa, dan Mama sangat mencintai, dan sangat menyayangi mu Nak. Dan sesungguhnya, kami ingin tetap hidup, dan menua bersama mu, istri-istrimu, serta merawat cucu-cucu kami.


Tetaplah tegar, dan kuat Nak, karena kami sangat menginginkan, seorang Jaka Pambudi, menjadi Putra Papa, dan Mama yang tangguh, bertanggung jawab dan berbudi pekerti luhur.


Maafkan Papa, dan Mama Nak, yang tak bisa menemanimu, seperti orang tua yang lain. Karena sejak Jaka masuk SMP, Papa dan Mama harus menutup, dan menyembunyikan identitas mu Nak.

__ADS_1


Semua itu kami lakukan karena kami takut terjadi sesuatu, pada mu Nak.


Papa mencurigai ada penghianat, di Perusahaan, dan organisasi yang Papa pimpin. Tapi Papa sudah menugaskan seseorang yang Papa percayai, untuk menyelidiki siapa penghianat itu, di seluruh aset, dan properti, yang kita miliki. Semua data-datanya ada di dalam map dokumen yang ada di laci meja ini. Semua data-data dan dokumen tinggal Jaka pelajari, dan ditindaklanjuti, dengan seksama, dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.


Sebelum masalah penghianatan terkuak, untuk sementara Jaka jangan pernah mengajak, dan memberitahu isi, dan keberadaan ruang khusus ini.


Ada dua unit telpon kantor dimeja. Yang merah untuk menelpon organisasi rahasia kita RSAP(Republik Setyo Adjie Pambudi).


Dan yang putih bisa digunakan secara umum. Kedua telpon itu memiliki nomor khusus.


Di laci meja ada sebuah box HP, khusus untukmu, dan 2 kartu black card, yang bisa gunakan secara pribadi, semua kode, pin, atau password barang-barang yang ada disini, adalah hari kelahiran mu anakku.


Anakku, semua yang ada di ruangan khusus ini adalah hak mu. Tapi ingat Nak, masih ada kewajiban, dan tanggungjawab, yang harus kau lakukan.


Jaka pun mengambil HP didalam box, dan menyalakan HP tersebut. Jaka pun membuka aplikasi Mobile Banking dan melakukan transfer sebesar Rp300.000.000.- ke rekeningnya di Bank ZA.


Setelah Jaka selesai, Jaka pun melanjutkan membaca surat tadi.


Jarko, Fendi, dan semua nomor kontak telepon, yang ada di HP yang baru kau ambil, adalah orang-orang yang bisa kamu percayai 100%. Semua data-data nomor kontak, ada di map dokumen, yang ada di laci meja. Karena Papa yakin dengan didikan dari orang tua mereka. Jarko adalah anak Jarwo, supir sekaligus bodyguard Papa, dari organisasi rahasia kita, dan Fendi adalah anak Suwandi, ajudan, sekaligus tangan kanan Papa.


Sekarang Papa serahkan secara penuh, semua kewajiban, dan tanggung jawab, serta hak pengelolaan, semua aset dan properti, yang kita miliki kepada mu, Anakku.


Papa dan Mama sangat yakin, bahwa Jaka pasti mampu melaksanakan semuanya, dan tidak akan pernah merusak kepercayaan, yang Papa dan Mama berikan.


Salam kangen, cinta, dan peluk, dari Papa dan Mama.


Kami selalu, dan akan selalu, menyayangimu Anakku.

__ADS_1


Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh.


__ADS_2