
Sontak saja! Dini, yang ditanya pun gelagapan karena dia masih fokus, dengan senyuman sangar Jaka barusan.
"A_pa Bb_ang?" tanya Dini.
"Nak Abang mu tadi nanya, apakah kamu setuju, dan siap, kalo besok menikah dengan Nak Jarko?" kata Emak sambil tersenyum.
"Dini ... dini?" ucap Dini yang masih gelagapan.
"Ya sudah, kalo kamu masih ragu! Acara pernikahan mu dengan Jarko kita tangguhkan dulu!" kata Jaka tegas sambil tersenyum jahil. 😉
Sontak saja Jarko dan yang lainnya terkejut berjamaah mendengar perkataan Jaka barusan.
"Maksudnya?" tanya semua orang yang ada disitu dengan Jaka.
"Tanya langsung aja ke Dini," jawab Jaka tegas.😉
"Dini? Kamu gimana sih, kok jadi plin-plan kayak gini?" tanya Jarko dengan penuh harap.
Dini pun menarik nafas panjang.
Hhuuu ...
"Aku nggak plin-plan kok Bang, tadi aku mau jawab pertanyaan Bang Jaka! Tapi, Bang Jaka nya berkicau terus kayak burung, gimana aku jawabnya coba?" jawab Dini dengan polosnya.
Jaka pun beranjak dari duduknya dan langsung berjalan menuju ke Dini.
__ADS_1
Taak ... langsung menjitak kepala Dini.
"Aduh! Sakit Bang," kata Dini, sambil menggosok kepalanya, yang baru saja di jitak Jaka.
"Sekarang kamu jawab dengan jujur, kamu mau apa enggak?" tanya Jaka dengan senyuman jahilnya.
Yang lain, cuma tersenyum melihat kelakuan Jaka barusan.
"Ternyata Bang Jaka ini jahil banget orangnya," gumam Angga.
"Ya mau lah Bang," jawab Dini sambil menundukkan kepalanya.
"Jawab yang tegas! dan liat aku!" bentak Jaka sambil memainkan matanya untuk menggoda Dini.
Sontak saja Dini pun terkejut mendengar bentakan Jaka barusan, dan langsung melihat kearah Jaka yang sedang menggodanya.
"Abang jahat dan jahil," kata dini sambil memukul-mukul dada Jaka dengan gregetan.
"Jadi gimana? Dini mau kan, jadi istrinya Jarko dan jadi Adiknya Abang?" tanya Jaka sambil menggoda Dini.
"Dini mau Bang," jawab Dini pelan dan sayup, nyaris tak terdengar.
"Apakah kalian yang disini mendengar perkataan Dini barusan?" tanya Jaka dengan jahilnya.
"Nggak dengar!" sahut semua orang yang ada disitu, sambil tersenyum.
__ADS_1
"Nggak kedengaran jawabannya! Sekarang Abang tanya lagi, kalo masih nggak kedengaran jawabannya, berarti acaranya batal!" kata Jaka tegas, sambil melepaskan pelukan Dini.
"DINI MAU NGGAK NIKAH DENGAN JARKO, DAN JADI ADIKNYA ABANG!' teriak Jaka dengan senyuman jahilnya.
"DINI MAU BANG!" teriak Dini yang masih menangis bahagia.
"Ngomongnya mau, tapi masih nangis! Kalo nggak mau, nggak usah dipaksa Dini," kata Jaka.
"Dini mau Abang! Mau banget ... " jawab Dini sambil menghapus air matanya.
Semua orang yang ada disitu pun bertepuk tangan dan tertawa, setelah melihat drama yang dimainkan oleh Jaka barusan.
Emak pun beranjak dari duduknya, dan langsung memeluk Dini, sambil tersenyum.
Semuanya saling berpelukan dengan Dini dan mengucapkan selamat, kecuali Fendi dan Jarko, yang ditarik Jaka, saat mau memeluk Dini.
"Kalian berdua nggak boleh pelukan dengan Dini," kata Jaka.
"Lhoo kok gitu Bang? Tadi Abang juga kan abis pelukan dengan Dini," gerutu Jarko.
"Aku kan tadi nggak peluk Dini, Jarko! Tapi, Dini lah yang peluk aku sebagai Abang nya, bener kan?" kata Jaka.
"Itulah resikonya, jadi Abang tampan," sambung Jaka narsis.😎
Jaka pun nggak sengaja melihat kearah Sania, yang diam membisu ditempatnya berdiri.
__ADS_1
"Sania! Sini ... " kata Jaka sambil tersenyum, dan memberi kode kepada Rena dan Dira, untuk mengajak Sania mendekat ke arahnya.