
"Ayoo silahkan, pilih tempatnya masing-masing," kata Jaka sambil tersenyum, dan berdiri di samping tempat duduknya.
"Mbak! Sini Mbak," kata Jaka tegas, memanggil OG cantik tadi.
"Saya Pak," kata OG cantik itu sambil mendekat kearah Jaka.
"Namanya siapa?" tanya Jaka tegas.
"Saya Andini Pak, biasa dipanggil Dini," jawabnya sambil tersenyum ramah.
"Mbak Dini, tugas kamu apa di ruangan ini? Dan berapa orang yang membantu kamu, mengerjakan tugas ini?" tanya Jaka tegas.
"Tugas kami disini melayani tamu, serta menyediakan makanan, dan minuman, untuk Bapak dan keluarga. Kami disini berenam Pak," sahut Dini tegas.
"Sekarang makanan sudah disediakan, trus tugas apalagi yang belum dilakukan?" tanya Jaka.
"Menyediakan minuman Pak," sahut dini tegas.
"Sekarang kamu, dan kelima teman mu siapkan minuman, untuk kami semuanya. Lalu saya ada tugas lagi, untuk kalian berenam!" kata Jaka tegas. Sambil tersenyum jahil. 😉
Mendengar perkataan Jaka barusan, kelima orang teman Dini pun mendekat ke arah Dini.
"Tugas lagi untuk kami, apa Pak?" tanya mereka berenam serempak.
"Sekarang kalian semuanya, dengarkan saya baik-baik! Saya ingatkan kepada kalian berenam! Kerjakan perintah saya, dan jangan ada yang membantah, kalo masih mau bekerja disini! Bagaimana apakah kalian siap?" kata Jaka tegas dan berwibawa.
Mereka berenam pun agak ketakutan, lalu saling pandang, dan mengangguk.
__ADS_1
"Siap Pak, kami akan melakukan perintah Bapak, tanpa membantah," kata mereka berenam bersamaan.
"Bagus! Saya suka kekompakan kalian! Selalu pertahankan kekompakan kalian. Setelah kalian menyiapkan minuman, untuk kami semuanya. Kalian saya perintahkan untuk membantu saya, makan siang di kedua meja makan yang kosong itu, sampe kenyang! Apakah kalian siap?" kata Jaka dengan senyuman jahilnya.
Mereka berenam pun terkejut, mendengar perkataan Jaka barusan. Mereka berenam pun saling pandang, lalu dengan kompaknya berkata. "Maksud Bapak?"
"Saya ingatkan sekali lagi, saya tidak mau dibantah! Apakah kalian siap menjalankan tugas?" kata Jaka tegas dan berwibawa.
"Kami siap Pak, terima kasih," jawab mereka berenam bersamaan, sambil tersenyum, dan melanjutkan tugasnya masing-masing.
Jaka pun melepaskan kacamatanya, dan duduk.
"Mas, Mas! Adek kira tadi perintah apaan? Emang ya, kalo udah jahil dari awal, akan selalu jahil," kata Rena sambil tersenyum.
"Jaka, Jaka,! Nggak dirumah, nggak di kantor jahilnya, nggak ilang-ilang ya," kata Bunda sambil tersenyum bangga.
"Alhamdulillah, masih suka jahil dan sehat," ceplos Jaka yang kaget, karena pipinya abis di sosor cewek cantik.
Jaka pun melihat kearah Dira dan Rena.
Dengan reflek Dira dan Rena pun berkata bersamaan, sambil tersenyum manis. "Ini Sania Mas, anak Almarhum Pakde Haryo, calon istri Mas Jaka yang ketiga."
"Waaah keren banget," kata Jaka cengengesan.
"Berarti boleh nambah dong, biar nggak dikatain malu-malu mau," kata Jaka, dan langsung mencium pipi kiri, dan kanan serta kening Sania.
"Mas Jaka!" kata Sania yang tersipu-malu. 😚😚
__ADS_1
"Apa sayang, mau nambah lagi," kata Jaka sambil tersenyum jahil.😉
"Maaf Pak mengganggu acara mesra-mesranya," ucap Dini.
"Ada apa Dini?" tanya Jaka balik.
"Pak Jaka dan para istrinya mau minum apa ya," jawab Dini sopan.
"Saya minta jus pokat, dan segelas kopi hitam, adukan 2:1. Cintaku, sayangku dan dambaan hatiku mau minum apa?" tanya Jaka jahil.
"Dasar lebay!" kata Dani.😌 Ayah, Bunda dan Ibu, hanya tersenyum, melihat tingkah laku Jaka.
"Aku dan Adek minta jus pokat, dan teh manis panas, kalo Dek Sania minum apa?" tanya Dira.
"Samain aja dengan Mbak Dira dan Rena," sahut Sania masih tersipu-malu.😚
"Baiklah Pak, dan Ibu-ibu. Dini siapkan dulu ya minumannya," kata Dini sopan.
"Dini, kamu ingat dengan tugas terakhir, kalian berenam tadi kan?" tanya Jaka jahil.😉
"Siap Pak, kami ingat Pak," jawab Dini tegas dan sopan.
"Oke Mbak, lanjutkan," sahut Rena sambil tersenyum.
Jaka dan Sania pun duduk di kursi, yang sudah disiapkan, untuk makan siang bersama.
"Ayoo kita makan! Makannya yang semangat, dan jangan malu-malu ya!" kata Jaka semangat.
__ADS_1