
Jaka pun bersiap-siap berangkat ke kantornya. Dia memakai celana jeans, memakai kaos oblong, lalu memakai rompi anti peluru dan jaketnya. Dan tak lupa mengambil kedua HP, dan membawa tas pinggang serta dompetnya.
Jaka pun bergegas keluar dari kamar dan mengunci pintunya. Lalu berjalan kearah lift untuk keluar dari Hotel dan menuju kantornya di Bank KH.
Setelah sampai dilobi Bank KH, Jaka dihentikan oleh dua orang Satpam yang bertugas jaga dilobi Bank
"Maaf Pak! Bank KH sudah tutup! Kalo Bapak ada keperluan, silahkan Bapak kembali lagi besok!" kata Satpam itu tegas, karena tidak tau siapa Jaka.
"Kalo saya boleh tau, siapa nama Bapak dan temannya?" tanya Jaka ramah.
"Nama saya Jarot, dan teman shift saya bernama Eros, Pak!" katanya tegas.
"Oke Pak, tunggu sebentar, izinkan saya menelpon disini," kata Jaka ramah.
Jaka pun menelpon Fendi.
Fendi pun bergegas mengambil HP nya dan menerima telpon dari Jaka.
"Iya Bang, ada apa?" sahut Fendi.
"Kamu dimana Fendi?" tanya Jaka.
Pak Jarot kaget, mendengar nama Boss nya disebut langsung oleh orang yang ada didepannya.
"Aku di kantor Bang, di Bank KH, ada apa Bang?" tanya Fendi.
__ADS_1
"Fendi! Aku minta tolong, kamu telpon, Pak Jarot dan Pak Eros, yang ada dilobi Bank KH, sekarang, dan bilang aku mau naik." Kata Jaka ramah.
"Siap Bang! Akan ku telpon sekarang Bang." Sahut Fendi.
Fendi pun bergegas menelpon telpon kantor yang ada di Pos Satpam lobi Bank.
Telpon pun berdering. Pak Jarot bergegas mengangkat telpon itu.
"Halo!" kata Fendi.
"Iya Pak, ada apa Pak?" sahut Pak Jarot.
"Biarkan Bang Jaka, orang yang ada didekat mu tadi, memasuki Bank ini, terimakasih!" kata Fendi tegas.
"Siap Pak!" jawab Pak Jarot.
Lalu bergegas menuju Jaka.
"Maaf Pak, kalo saya boleh tau, siapa namanya Pak? Dan kalo boleh, saya mau liat KTP Bapak," kata Pak Jarot.
"Nama saya, Jaka Pak Jarot, dan ini KTP saya," sahut Jaka ramah, sambil memberikan KTP yang baru diambil dari dompetnya.
Pak Jarot kaget, setelah melihat nama yang ada di KTP.
"Jaka Pambudi? Apa Pak Pambudi." Gumam Pak Jarot dengan ekspresi terkejut.
__ADS_1
"Selamat malam dan selamat datang Pak! Maaf karena sudah mengganggu kenyamanan Bapak!" kata Pak Jarot tegas, dengan penghormatan ala militer.
"Selamat malam Pak!" sahut Satpam yang satunya, mengikuti Pak Jarot.
"Selamat malam Bapak-bapak! Nggak apa-apa Pak Jarot, saya sangat senang dengan sikap dan dedikasi Bapak barusan, dalam menjalankan tugas. Pertahankan ya Pak!" kata Jaka tegas dan berwibawa. sambil menepuk bahu Pak Jarot
"Siap Pak! Terimakasih!" sahut Pak Jarot.
"Saya masuk dulu Bapak-bapak, dan tolong untuk sementara waktu, rahasiakan identitas saya," kata Jaka.
"Siap Pak! Perintah Bapak akan kami laksanakan," jawab Pak Jarot dan Pak Eros bersamaan.
"Silahkan masuk Pak," kata Pak Jarot ramah.
Jaka meninggalkan lobi Bank, dan masuk kearah lift, untuk menuju kantornya di lantai 7.
Jaka pun sampai di lantai 7 Bank, lalu keluar dari lift, dan langsung menuju ke kantornya.
Sesampainya di kantor, Jaka mendengar suara orang lagi menelpon dikantornya, Jaka melihat Fendi, yang lagi video call, dengan Istrinya.
Setelah melihat Jaka, Fendi pun bergegas mematikan VC_nya.
"Kamu ngapain tiduran disini, dan nggak pulang ke rumahmu?" tanya Jaka.
Fendi pun bengong. Dia bingung mau ngomong apa.
__ADS_1
"Lhoo kok, ditanya malahan bengong!" kata Jaka.
"Jawab dengan jujur, sekarang juga!" kata Jaka tegas.