SESUATU YANG TERTUNDA

SESUATU YANG TERTUNDA
83. Pasti pulang


__ADS_3

Dalam keheningan itu, Albert yang melihat kesedihan Dimata Jaka pun berkata, "Bang Jaka, mau minum apa Bang? Abang mau minum brandy?"


Jaka agak terkejut mendengar perkataan Albert, "Apa Albert! Kamu barusan, bicara apa?"


Sambil tersenyum, Albert pun mengulangi pertanyaannya, "Bang Jaka minumnya apa, mau brandy?"


"Brandy itu minuman apa? Apakah itu nama grup musik?" tanya Jaka dengan polosnya.


Albert bengong mendengar perkataan Jaka barusan.


"Lhoo ditanya! Kok malahan bengong," kata Jaka.


"Aku tuh, kaget Bang! Bingung mo ngomong apa? Abang serius, nggak tau brandy?" tanya Albert dalam kebingungannya.


"Iyalah Albert, aku serius! Aku nggak tau, brandy itu apa," jawab Jaka polos.


"Oh!🤭 Brandy itu hasil dari wine yang diproses lagi Bang, dan wine itu, anggur pilihan yang di fermentasi," sahut Albert sambil cekikikan.

__ADS_1


"Ngapain kamu ketawa cekikikan gitu?" tanya Jaka bingung.


"Ya wajar lah Bang, coba Abang pikir! Orang kaya dan pembesar seperti Abang, nggak tau tentang minuman beralkohol kan lucu Bang, apalagi brandy selalu ada di setiap perjamuan," jawab Albert.


"Wajar dong, aku nggak tau dan nggak mau tau tentang minuman beralkohol! Lagian aku juga nggak minum yang begituan!" kata Jaka agak kesal.


"Maaf Bang, aku nggak bermaksud nyindir Abang. 🙏 Karena memang budaya kita beda Bang, di Negara kami. Kami terbiasa minum brandy," Albert menjelaskan.


"Udah nggak usah dibahas lagi! Minuman ku, biar ku buat sendiri. Sekarang kamu siapkan data-data penyelidikan kematian papa dan mamaku, dan siapa orang yang dipercaya Almarhum papa, untuk penyelidikan? Kalo bisa panggil orangnya kesini, malam ini!" kata Jaka tegas.


"Kalo data-datanya bisa ku siapkan sekarang Bang, tapi untuk memanggil orang yang dipercaya Almarhum papa Adjie nggak bisa sekarang. Karena Sondi masih melakukan tugas penyusupan di PT. SAP, Bang. Takutnya nanti identitasnya terbongkar, dan akan membahayakan dia, dan keluarganya." Albert menjelaskan.


"Albert, berapa jumlah anggota RSAP sekarang?" tanya Jaka.


"Nanti Abang liat aja di arsip-arsip yang sekarang lagi aku siapkan. Tapi, sabar ya Bang ... " kata Albert sambil menyiapkan arsip-arsip yang dibutuhkan.


Tanpa membalas perkataan Albert, Jaka meneruskan membuat kopi hitam favoritnya, setelah selesai Jaka pun bergegas menuju balkon ruang kerjanya di villa itu.

__ADS_1


Pas lagi menyalakan rokoknya, HP Jaka berdering. Jaka pun langsung menerima panggilan telpon.


"Iya Dek, ada apa?" tanya Jaka.


"Mas Jaka dimana?" tanya Rena.


"Aku lagi keluar Dek, ketemuan sama Albert," jawab Jaka.


"Albert itu siapa Mas?"tanya Rena.


"Albert itu, anak dari orang kepercayaan Almarhum papa. Nanti kapan-kapan aku kenalin sama kalian,"jawab Jaka.


"Berarti Mas Jaka malam ini, nggak pulang ke Hotel ya?" tanya Rena.


"Ngeliat keadaan nanti Dek, masih banyak arsip-arsip yang harus Mas pelajari dan pahami." kata Jaka.


"Tapi, Mas pasti pulang ke Hotel kok. Lagian acara besok kan sudah disiapkan Fendi, sayang kalo sampe batal Dek, bisa gagal belah duren." Sambung Jaka.

__ADS_1


"Hahahaha ... bisa aja Mas Jaka, bilang aja kalo mau nge-test istri baru," sahut Rena, yang diikuti dengan deru suara tawa terbahak-bahak semua yang mendengarkan suara telpon Rena yang di loud speaker.


Sania yang masih ngumpul di rooftop Hotel dengan yang lainnya, hanya tersipu-malu mendengar perkataan Jaka barusan. 😚😚


__ADS_2