SESUATU YANG TERTUNDA

SESUATU YANG TERTUNDA
65. Konsekuensi


__ADS_3

"Gimana Dini, Jarko? Apakah kalian berdua yakin, mau menikah besok, disini?" tanya Jaka.


"Kalo aku sangat yakin Bang, terus terang aku sangat menginginkan menikah dengan Dini," sahut Jarko tegas.


Hp Jaka pun berdering, Jaka langsung mengambil HP nya dan melihat kearah layarnya, ada panggilan telpon dari Gatot.


"Siapa Bang?" tanya Jarko.


"Gatot!" jawab Jaka sambil tersenyum, dan menerima telpon itu.


"Iya Gatot, ada apa?" tanya Jaka.


Gatot pun menjelaskan masalah hutang pengambilan bahan pembuat garasi dan biaya upah borongan garasi, serta menjelaskan, kalo dia menelpon Jaka di loud speaker, dan dihadiri oleh kelima saudaranya yang lain.


Akhirnya Jaka pun memutuskan untuk meminta nomor rekening Bank yang aktif, untuk mentransfer uang sebesar Rp50.000.000.


Panggilan telpon pun selesai. Dan, Jaka menunggu nomor rekening yang akan dikirim Gatot.


"Ada masalah apa Bang?" tanya Fendi.


"Cuma masalah kecil Fendi," jawab Jaka, sambil menjelaskan panjang lebar, obrolannya dengan Gatot tadi.

__ADS_1


"Dengan dana Rp31.000.000! Emangnya sebesar apa garasi mobil yang dibuatnya Bang?" tanya Fendi penasaran.


"Aku nggak tau Fendi, tapi aku sangat yakin dengan kinerja mereka berenam," jawab Jaka.


Gatot pun bergegas mengirimkan nomor rekening Bank nya, dan mengirimkan foto garasi mobil, dan motor yang sudah selesai dibuat lewat WA.


"Ini Bang nomor rekening Bank, dan gambar garasi mobil, dan motor yang baru selesai separuh untuk garasi mobilnya. Rencananya garasinya untuk 6 unit mobil Bang," kata Gatot lewat WA.


"Oke Gatot! Terimakasih ya." Balas Jaka tegas.


"Sama-sama Bang," balas Gatot.


Jaka pun tersenyum, setelah melihat gambar garasi mobil dan motor yang dikirimkan Gatot lewat WA.


"Oke Fendi nggak apa-apa! Tapi, nanti tetap kamu catat berapa hari dibooking dan hitungannya sesuai dengan pemakaian kita ya!" kata Jaka tegas.


"Siap Bang," sahut Fendi.


Jaka pun bergegas mengambil HP nya yang baru, dan membuka aplikasi KH-mobile Banking nya dan mentransfer uang.


"Ngapain Abang senyum-senyum sendiri?" tanya Fendi.

__ADS_1


"Nih, kamu liat sendiri," jawab Jaka, sambil menyodorkan HP nya.


"Ini garasi yang dibuatnya Bang?" tanya Fendi dalam keterkejutannya.


"Mana Fendi, coba aku liat," kata Jarko.


"Kalo itu garasi yang dibuatnya, biaya Rp31.000.000, itu termasuk murah banget Bang. Karena kalo bikin garasi seperti itu di DC, biayanya bisa 2 kali lipat dari itu," kata Fendi.


"Iya Bang, benar kata Fendi. Ini termasuk murah banget Bang," sahut Jarko.


"Mana Nak, coba saya liat," kata Ayah penasaran, sambil mengambil HP di Jarko.


"Ternyata pilihanmu tepat Jaka, mereka berenam memang bisa dipegang dan dipercaya," gumam Ayah.


Semua yang ada disana pun bergantian melihat HP Jaka.


"Sepertinya mereka berenam memang bisa dipegang dan dipercaya Nak," kata Ayah sambil melihat ke arah Jaka. Yang disertai anggukan kepala semua orang yang ada disitu.


"Jaka sangat yakin, dengan kemampuan, dan kinerja, orang-orang yang telah Jaka pilih Yah! Tapi, kalo mereka berani mengkhianati, kepercayaan yang telah Jaka berikan. Maka! Bersiaplah, dan berhati-hatilah, dengan konsekuensinya," kata Jaka tegas sambil tersenyum devil.😈😈


Semua orang yang sedang memperhatikan Jaka pun terkejut mendengar perkataan Jaka barusan.

__ADS_1


Jaka pun melepaskan jaketnya, yang secara langsung memperlihatkan kedua pistol otomatis yang ada di sarung senjata yang ada di rompinya.


"Baiklah! Sekarang kita kembali ke topik utama terlebih dahulu. Gimana Dini! Apakah kamu setuju, dan siap, menikah dengan Jarko besok?" tanya Jaka dengan lemah lembut.


__ADS_2