
Jaka berusaha tetap tegar dan kuat. Tapi tanpa disadarinya, air matanya mengalir membasahi pipinya.
"Wa alaikumussalam warahmatullah wa barakatuh," ucap Jaka, sambil mengelap air mata di pipinya, menggunakan tisu, yang ada disamping tempat duduknya.
"Aku berjanji bahwa aku, akan menjalankan kewajiban, dan tanggungjawab, untuk menjaga semua aset, dan properti. Serta menyelesaikan masalah penghianatan secepatnya.
Pokoknya Papa, dan Mama, yang tenang disana, Jaka tidak akan merusak kepercayaan, yang telah Papa, dan Mama berikan," ucap Jaka, sambil memeluk pigura foto, yang ada dimeja kerjanya.
Setelah tenang, Jaka pun melanjutkan membaca surat kedua.
Disaat dia membaca surat itu, Jaka terkejut ketika sampai pada kalimat.
Semua yang ada di ruangan ini, semua aset, dan properti, serta organisasi kita RSAP, akan langsung terkoneksi ke HP mu, ketika kau memasuki pintu ruangan khusus ini.
Di pintu yang kau lihat, dari tempat duduk mu sekarang, di dalamnya, ada banyak perlengkapan, yang bisa kau pakai. Untuk menunjang tugas, dan tanggung jawab mu, anakku. Semua perlengkapan itu legal, dan terdaftar secara sah.
Mulai hari ini Jaka harus menggunakan rompi anti peluru lengkap, dengan sarung senjata, dan amunisi yang ada di lemari berwarna hitam itu.
Di garasi khusus di Bank KH, ada 2 unit mobil, dan 2 unit motor, yang bisa kau pakai, untuk membantu menyelesaikan kewajiban, dan tanggungjawab mu.
Jaka pun menyelesaikan membaca surat kedua, dan bergegas menuju pintu yang ada di hadapannya, didepan meja kerja, yang ada dalam ruang khusus.
Jaka pun memasukkan kode PIN, untuk membuka pintu ruangan itu, lalu membuka pintu, dan memasuki ruangan itu.
"Waaah, Papa memang keren banget," gumam jaka yang tertegun, melihat isi ruangan itu.
Ruangan itu, dipenuhi dengan berbagai jenis peralatan, dan perlengkapan tempur lengkap, ada bermacam-macam senjata api dan senjata tajam berbagai ukuran, lengkap dengan magazine, dan amunisinya. ada jam tangan taktis. Dan masih banyak lagi.
Serta ada tempat latihan menembak, dan terdapat beberapa setel jas, jaket dan rompi anti peluru.
Jaka pun melihat lemari berwarna hitam, dan membukanya, lalu mengambil, dan memakai rompi anti peluru lengkap, dengan sarung yang sudah ada, dua pistol otomatis, dan amunisinya, serta sebuah jam tangan taktis dan memakainya.
Lalu Jaka mencoba menggunakan kedua pistol tersebut, dengan membaca petunjuk teknis pemakaian, yang ada disebelahnya. Dia memeriksa magazine lalu memasukkan kembali magazine kedua pistol, dan menggeser kunci pengaman, dan mengokang kedua pistol di tangannya.
Jaka berjalan kearah sasaran tembaknya, memasang penutup telinga, dan menembak sasaran, dengan kedua pistol otomatis tersebut.
Dor... Dor... Dor...
Dor... Dor... Dor...
Jaka melepaskan 6 tembakan, ke arah sasaran tembak, setelah mengatur nafasnya, dan menyesuaikan beban senjata, ditangan kiri dan kanannya.
Jaka pun meletakkan pistol di meja latihan tembak, melepaskan penutup telinga, dan memencet tombol di depannya, untuk mengambil sasaran tembak. Setelah sasaran tembak di dekatnya, Jaka pun bergumam.
__ADS_1
"Lumayan untuk pengguna baru," gumamnya sambil tersenyum.
Terlihat ada 4 lubang peluru, di titik hitam dan 2 lubang peluru lainnya, ada di dalam lingkaran pertama setelah titik hitam.
Jaka pun melepaskan magazine, dan menambah 3 peluru di masing-masing magazine, lalu memasukkan magazine ke pistol. Dan memasukkan pistol ke sarung pistol yang ada di rompi nya, setelah mengunci pengaman. Serta memasukkan beberapa magazine tambahan, dan 2 borgol ke rompinya. Lalu mengambil jaket, dan keluar dari ruangan itu, sambil menutup pintu, dan kembali ke meja kerjanya, yang ada diruang khusus.
Jaka pun membereskan map dokumen, dan menyusunnya dengan susunan yang sama, dan memasukkan map dokumen ke dalam laci lagi. Serta mengambil satu kacamata hitam keren, dan memakainya.
Lalu Jaka pun ke kamar mandi, yang ada diruang rahasia itu, untuk buang air kecil, dan mencuci mukanya.
Ketika baru keluar dari kamar mandi, HP nya pun berdering. Jaka pun melihat ada nama Dira dilayar HP nya.
Jaka pun langsung menerima telpon itu.
"Ya sayang, ada apa?" tanya Jaka.
"Mas dimana sekarang?" tanya Dira balik.
"Aku lagi diruang kerjaku sayang," jawab Jaka.
"Ditunggu, di ruang serbaguna ya Mas, buruan sayangku," sahut Dira .
"Iya sayang, sebentar lagi aku nyusul kesana," balas Jaka.
Tak lama berselang HP Jaka berbunyi lagi.
Dia melihat layar HP nya, dan tertera nama Jarko dilayar.
Jaka pun menerima telpon itu.
"Ya Jarko, ada apa?" tanya Jaka.
"Abang dimana? Nih, sudah ditungguin keluarga." Sahut Jarko.
"Aku masih di ruang kerja sekarang! Ya Jarko, sebentar lagi aku kesana." Jawab Jaka tegas.
Jaka pun bergegas keluar dari ruangan khusus, menutup pintunya, lalu keluar dari ruang Direktur Utama, dan pergi ke ruang serbaguna, yang berada di seberang ruang kerjanya.
Jaka pun membuka pintu ruang serbaguna, sambil mengucapkan salam.
"Assalamu'alaikum." Kata Jaka.
"Wa alaikumussalam warahmatullah," sahut semua orang yang ada di ruangan itu.
__ADS_1
"Ayoo kita makan!" kata Jaka tegas tanpa basa-basi.
Semua orang yang mendengar ucapan Jaka pun kaget, dan melihat ke arah Jaka yang tampil dengan gaya berpakaian yang berbeda.
Jaka pun agak bingung, dengan kejadian itu.
"Ada apa? Kok semuanya melihat ke arah ku," kata Jaka polos.
"Biasanya Bang, kalo ada acara makan bersama seperti ini, acara makan dimulai dengan kata sambutan dari tuan rumah," kata Fendi ramah, sambil tersenyum.
"Oh, gitu ya. Oke kalo begitu." Sahut Jaka
"Selamat datang semuanya, diruang serbaguna ini," kata Jaka tegas dan berwibawa.
Jaka pun melihat jam dinding unik, yang ada di ruangan itu. Lalu Jaka pun bertanya.
"jam berapa sekarang?" tanyanya.
"Jam 12:15," jawab serempak semua orang yang ada disitu.
Jaka pun memperhatikan sekelilingnya, dia melihat 5 meja makan, yang sudah disiapkan dengan sempurna dan lengkap.
"Berarti sekarang, sudah waktunya?" tanya Jaka, sambil tersenyum jahil.
Ayah, Bunda, Rena, Dira dan Dani pun tersenyum, melihat tingkah laku Jaka.
"Waktunya makan siang," jawab serempak semua orang yang ada disitu.
"Tuh pada pinter semuanya. Sekian dulu kata sambutan dari saya, dan saya akhiri dengan ucapan, mari kita makan siang bersama." Ucap Jaka sambil tersenyum manis.
Semua orang pun bertepuk tangan, dengan semangat, sambil tertawa.
Jaka pun bergegas menuju ke arah meja, yang sudah disiapkan.
"Silahkan Pak," kata seorang OG cantik, sambil menunjukkan meja makan, yang sudah disiapkan untuk Jaka.
"Terima kasih Mbak," kata Jaka tegas.
"Kata sambutannya, keren banget Bang, lain daripada yang lain," kata Jarko sambil tertawa, dan melirik Dini.
"Iya Bang, keren banget kata sambutannya," kata Fendi.
"Terima kasih!" kata Jaka tegas, sambil duduk, dan melepaskan kacamata hitamnya.
__ADS_1